Membantu Anak Mengatasi Efek Samping Pengobatan Kanker Hati

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/03/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Pengobatan kanker sering menyebabkan banyak efek samping yang tidak diinginkan. Efek samping terjadi ketika jaringan yang sehat rusak atau terluka. Janganlah khawatir. Dokter anak Anda akan membantu Anda memilih pengobatan terbaik yang memiliki sedikit efek samping. Untuk membantu mendukung anak Anda, kami akan membantu Anda memahami bagaimana anak Anda akan bereaksi baik pada perubahan fisik dan emosional.

Bagaimana anak saya akan bereaksi terhadap kanker?

Bila Anda memiliki anak yang masih di taman kanak-kanak, mereka tidak memahami apa yang terjadi saat menderita kanker. Bagi mereka, rumah sakit adalah tempat yang menyeramkan. Mereka hanya cenderung takut terluka dengan jarum suntik, atau dari staf medis yang akan menjauhkan mereka dari orangtua mereka. Anak-anak pada usia ini belum dapat merawat dirinya sendiri dan akan membutuhkan Anda untuk membuat mereka merasa aman selama menjalani pengobatan kanker dan semua efek samping yang tak diinginkan.

Ketika anak Anda didiagnosis dengan kanker, Anda bisa melihat reaksi mereka di antaranya:

  • Takut jauh dari orang tua
  • Takut dengan prosedur medis
  • Marah, teriak, memukul atau menggigit
  • Menolak untuk bekerja sama dengan tim medis
  • Menghindari orang lain
  • Tidak bisa jauh dari orang tua
  • Kecewa saat tidak diijinkan untuk bermain
  • Kemunduran perilaku seperti mengisap jempol atau mengompol
  • Mimpi buruk

Untuk anak yang sedikit lebih dewasa, seperti 3-12 tahun, mereka bisa memahami istilah kanker dan cenderung untuk mencari penyebab dari kanker. Anak-anak pada usia ini takut akan rasa sakit dan rasa terabaikan. Anda perlu untuk meyakinkan mereka dan membantunya menangani rasa sakit sebanyak mungkin.

Anak Anda yang berada pada usia sekolah mungkin bereaksi dengan:

  • Kecewa dengan gangguan di sekolah
  • Rindu dengan teman sekelas dan teman
  • Menunjukkan kemarahan dan kesedihan atas hilangnya kesehatan, sekolah, dan kehidupan normal
  • Merasa bersalah bahwa mereka penyebab dari kanker
  • Khawatir kanker akan menular
  • Mencari dukungan emosional dan sosial dari keluarga dan teman.

Remaja penderita kanker mungkin ingin memberikan pendapatnya dalam memilih pengobatan mereka. Mereka kebanyakan memahami tentang kanker dan akan mencari tahu informasi tidak hanya dari dokter tetapi juga dari internet, buku, majalah dan sumber lainnya. Mereka akan berpikir tentang bagaimana kanker akan mempengaruhi penampilan mereka, kehidupan sosial dan mungkin depresi terkait kerontokan rambut dari terapi.

Bila Anda memiliki anak remaja yang menderita kanker, mereka mungkin akan bereaksi berbeda terhadap diagnosis dan pengobatan:

  • Kecewa akan gangguan di sekolah dan aktivitas mereka dengan temannya
  • Merasa kebebasan mereka terancam
  • Menunjukkan respon emosi yang kuat
  • Membutuhkan dukungan dari teman, rekan di sekolah, dan orang-orang yang dianggap penting oleh mereka
  • Fokus pada makna hidup dan efek kanker terhadap identitas mereka
  • Membuat lelucon akan penyakit kankernya atau berusaha untuk berpikir positif
  • Mengambil risiko yang dapat menyebabkan masalah
  • Melawan terhadap orang tua, dokter, dan pengobatan.

Mengatasi efek samping pengobatan kanker

Setiap pengobatan kanker memiliki efek samping yang tidak diinginkan. Anak Anda mungkin mengalami pengalaman yang berbeda dari anak lainnya. Namun, ada beberapa efek samping umum, termasuk:

  • Luka dari operasi atau kehilangan bagian tubuh
  • Rambut rontok dari terapi radiasi atau kemoterapi
  • Bertambah atau berkurangnya berat badan akibat kanker atau perawatan
  • Kelelahan
  • Rasa sakit akibat kanker atau perawatan
  • Mual dan muntah
  • Mulut luka
  • Demam, yang bisa menjadi tanda dari infeksi
  • Diare atau sembelit

Kebanyakan dari efek samping ini, Anda dan anak Anda bisa mengatasinya melalui obat-obatan dan perubahan gaya hidup. Anda bisa membantu anak Anda untuk mewaspadai adanya gejala dengan memantau kondisi mereka setiap hari. Ingatkan anak Anda bahwa menangani efek samping merupakan bagian penting dari pengobatan kanker. Anak Anda perlu memahami bahwa mereka tidak perlu menderita selama pengobatan dan ada cara untuk meminimalisir rasa nyeri.

Pada anak-anak yang berusia lebih muda, Anda akan memainkan peranan penting dalam membantu mereka mengatasi efek samping. Sementara pada remaja, mereka akan mengalami kesulitan dalam menerima perubahan pada tubuh mereka. Anda bisa membantu dengan menghibur mereka, berempati serta berbicara dan berbagi informasi dengan anak Anda. Mereka mungkin perlu waktu sendiri untuk mencari tahu atau menanyakan pertanyaan kepada dokter. Berikan anak Anda waktu dan dorongan selama proses adaptasi dengan penampilan baru mereka.

Ingat bahwa kerontokan rambut dan kenaikan berat badan hanya sementara dan mereka tetap orang yang sama.

Baik orang tua dan anak perlu berkomunikasi. Saling berbicara satu sama lain dan dengan orang lain yang juga berada pada situasi yang sama dapat sangat membantu. Sekali berbicara tidak akan cukup, sebaiknya Anda sering membicarakan tentang perasaan dan menunjukkan dukungan sebanyak mungkin. Bila anak Anda tidak ingin berbicara dengan Anda, berikan mereka waktu dan biarkan mereka berbicara kepada seseorang yang membuat mereka merasa nyaman.

Pengobatan kanker bisa menyebabkan mandul. Terapi bisa mempengaruhi organ reproduksi dekat dengan ginjal. Walau kebanyakan anak-anak berpikir bahwa kesehatan seksual untuk masa depan, dokter anak Anda dan Anda perlu untuk membicarakan tentang pengaruh kemandulan pada masa depan, khususnya untuk kalangan remaja. Anak Anda perlu untuk lebih berhati-hati agar tidak hamil atau melakukan hubungan seksual yang tidak aman selama mereka menerima pengobatan kanker.

Mengatasi naik turunnya emosi akibat kanker

Seperti pada orang dewasa, anak Anda mungkin akan merasakan perubahan emosi. Anak Anda mungkin merasa :

  • Merasakan ketidakpastian dan takut. Merasa takut akan hidupnya, tidak yakin apa yang akan terjadi pada waktu mendatang.
  • Stres. Ada banyak penyebab stres, stres karena keluarga, sekolah, stres akibat kehidupan sehari-hari, dll.
  • Amarah. Perasaan marah mungkin berasal dari perubahan dalam hidup, keterbatasan; terkadang bisa karena frustrasi akan suatu hal yang tidak berjalan sesuai harapan.
  • Cemas. Perasaan cemas terus menerus, atau terlalu khawatir, merasa gugup, dan takut tidak sanggup menjalani pengobatan.
  • Depresi. Merasa putus asa, sedih, tidak bersemangat melakukan suatu hal.
  • Rasa bersalah. Menyalahkan kehidupan dan menyesali pilihan yang mereka buat, banyak berpikir tentang “bagaimana jika” atau “seandainya.”

Anak Anda mungkin khawatir tentang rencana mereka yang tertunda, seperti pendidikan. Didiagnosis kanker bisa menyebabkan banyak perubahan dalam hidup seseorang. Hal ini bisa merubah proritas dan tujuan hidup seseorang. Rasa takut dan cemas bisa memicu banyak respon fisik seperti lelah, insomnia, dan ketidakmampuan untuk berkonsentrasi.

Penting untuk mengetahui bahwa stres terus menerus akan kehidupan sehari-hari bisa melemahkan sistem kekebalan, meningkatkan risiko terkena penyakit lain dan menyebabkan kelelahan. Stres mungkin juga menyebabkan depresi, emosi yang umum dialami banyak pasien. Perasaan negatif ini hanya akan membuat pengobatan kanker semakin memburuk. Penting bagi orang tua dan anak untuk tetap positif selama waktu-waktu sulit ini.

Untuk menghadapi efek samping dari pengobatan kanker, penting bagi Anda dan anak Anda menyadari adanya situasi yang bisa Anda kendalikan dan yang tidak. Mungkin terdengar tidak masuk akal, tetapi ketika Anda belajar untuk berlapang dada, Anda benar-benar meringankan beban Anda dan tetap bisa fokus pada keadaan saat ini.

Banyak cerita dari orang tua, keluarga, dokter, dan ilmuwan yang mengatakan hal serupa dan tidak pernah lupa untuk mengingatkan pentingnya komunikasi. Anda dan anak Anda bisa berbicara dengan tim kesehatan anak Anda tentang perasaan yang Anda rasakan. Mereka akan mencoba mencari solusi untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Anda mungkin menemukan pertolongan dari konselor dan pekerja social, atau kelompok dukungan di wilayah dekat Anda atau bahkan kelompok dukungan di dunia maya. Mereka bisa berbagi dengan Anda apa yang mereka alami dan bagaimana cara mereka mengatasinya sehingga Anda akan tahu apa yang harus dilakukan.

Tentu saja penting untuk berbicara dengan teman dan keluarga Anda. Ingat bahwa mereka akan selalu membantu Anda.

Selama dan sesudah pengobatan, pastikan untuk memberitahu tim kesehatan tentang efek samping yang dialami anak Anda, bahkan jika Anda merasa itu bukanlah hal yang serius. Terkadang efek samping bisa bertahan lama hingga selesainya masa pengobatan, disebut efek samping jangka panjang. Pengobatan untuk efek samping kanker merupakan hal penting bagi penderita kanker yang selamat.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosa atau pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Masalah pencernaan bisa sangat mengganggu dan menyusahkan. Berbagai pengobatan pun Anda coba. Nah, sudahkah Anda menggunakan minyak esensial?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

    Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Diah Ayu
    Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit

    Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah penyakit yang menyerang sistem pencernaan. Yuk, pelajari lebih dalam mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasiny berikut ini.

    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 7 menit

    7 Tips Membesarkan Anak Tuli agar Mandiri dan Percaya Diri

    Membesarkan anak tuli tentu tidak mudah. Namun, Anda harus tetap melakukannya agar ia tumbuh mandiri dan percaya diri. Berikut tipsnya.

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila
    Parenting, Tips Parenting 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

    Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
    kanker-muncul-kembali

    4 Penyebab Kanker Kembali Lagi Setelah Sembuh

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit
    kista saat hamil di usia tua

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit