3 Cara Mencegah Penularan HIV dari Ibu ke Anak

Oleh

Jika Anda seorang ibu yang positif HIV, lakukan pengobatan selama kehamilan dan menyusui untuk mencegah penularan HIV kepada bayi Anda. Anda perlu mengetahui cara virus HIV menyebar ke bayi agar Anda tahu bagaimana melindungi bayi Anda.

Apa itu penularan HIV ibu ke anak?

Transmisi HIV dari ibu ke anak adalah penyebaran HIV dari ibu yang terinfeksi HIV ke anak selama kehamilan, persalinan, atau menyusui (melalui ASI).

Untungnya, jika Anda positif HIV, perawatan dengan kombinasi obat HIV dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan kemungkinan penyebaran HIV ke bayi sebelum, selama atau setelah persalinan. Perawatan paling efektif untuk mencegah transmisi HIV ke bayi apabila dimulai sedini mungkin selama kehamilan.

Namun, masih ada berbagai manfaat untuk memulai perawatan selama persalinan atau setelah bayi lahir.

BACA JUGA: Menjalani Kehamilan Saat Anda Positif HIV

Bagaimana saya dapat mencegah penularan HIV ke bayi saya?

Apabila hasil dari tes HIV Anda positif, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan HIV ke bayi Anda.

1. Perawatan untuk melindungi bayi Anda

Perawatan dengan tepat dapat mengurangi risiko bayi lahir dengan HIV hingga kurang dari 1%.

Jika Anda menemukan bahwa Anda positif HIV sebelum Anda hamil, Anda mungkin sudah melakukan perawatan. Jika tidak, bicarakan dengan profesional medis untuk segera memulai perawatan.

Jika Anda didiagnosis dengan HIV selama kehamilan Anda, direkomendasikan untuk segera memulai perawatan dan terus melanjutkannya setiap hari.

2. Melindungi bayi Anda selama persalinan

Jika Anda melakukan perawatan dengan tepat, hal tersebut akan menurunkan kadar HIV pada tubuh hingga “tidak terdeteksi”. Hal ini berarti Anda dapat merencanakan persalinan normal melalui vagina karena risiko penularan HIV kepada bayi selama persalinan akan sangat kecil.

Jika Anda tidak memiliki jumlah virus yang “tidak terdeteksi”, Anda akan ditawari untuk melakukan operasi caesar, karena prosedur ini memiliki risiko yang lebih kecil terhadap penularan HIV pada bayi dibandingkan dengan persalinan melalui vagina.

BACA JUGA: Kelebihan dan Kekurangan Melahirkan Normal vs Operasi Caesar

3. Melindungi bayi selama menyusui

ASI mengandung HIV. Namun, petunjuk untuk menyusui bervariasi tergantung pada sumber yang tersedia untuk Anda.

Jika Anda selalu memiliki akses untuk formula dan air bersih dan mendidih, Anda tidak perlu menyusui dan dapat memberikan formula. Jika Anda tidak memiliki akses terhadap formula dan air bersih, Anda mungkin disarankan untuk tetap menyusui di mana Anda dan bayi diberikan perawatan antiretroviral.

Jika Anda menyusui, Anda harus selalu menggunakan pengobatan dan menyusui secara eksklusif (hanya memberikan ASI) selama setidaknya 6 bulan. Mencampur ASI dengan makanan lain sebelum jangka waktu ini meningkatkan risiko bayi terhadap HIV. Anda dapat mencampurkan makanan bayi setelah 6 bulan.

Jika Anda tidak yakin apakah Anda harus menyusui atau tidak, bicarakan dengan profesional medis untuk saran spesialis lebih lanjut.

BACA JUGA: 9 Efek Samping Pengobatan HIV Dengan Antiretroviral

Bagaimana mengetahui apakah bayi saya tertular HIV?

Jika Anda ingin memastikan, Anda harus melakukan tes pada bayi saat kelahiran, dan 4 hingga 6 minggu kemudian.

Apabila hasil negatif, bayi Anda harus dites kembali pada 18 bulan dan setelah Anda selesai menyusui untuk melihat status final HIV pada bayi.

Apabila hasil tes positif, bayi Anda akan perlu melakukan perawatan sesegera mungkin. Bicarakan dengan dokter, serta datang ke pertemuan lanjutan untuk memastikan bayi Anda mendapatkan perawatan.

Tidak ada yang mustahil, Anda juga dapat tetap memiliki bayi walau Anda seorang wanita yang positif HIV. Ada berbagai cara untuk melindungi bayi dari penularan HIV.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca