Merasa Obat Darah Tinggi Anda Tak Manjur? Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Salah satu tujuan menggunakan obat darah tinggi adalah untuk memastikan obat bekerja secara efektif. Diharapkan juga, setelah minum obat tekanan darah jadi menurun dan normal. Namun, ada beberapa hal yang bisa bikin obat tekanan darah tinggi jadi tidak bekerja efektif. Apa saja itu?

Alasan mengapa obat darah tinggi jadi kurang manjur

1. Sindrom jas putih

sindrom jas putih

Sindrom jas putih adalah nama kelainan bagi orang yang tiba-tiba mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi saat berada di sekitar dokter, petugas laboratorium, atau petugas medis siapa pun yang menggunakan jas putih yang khas. Pada umumnya, tekanan darah seseorang akan tetap stabil dengan kondisi aslinya saat bertemu orang lain.

Namun, bagi orang yang mengalami sindrom jas putih, justru tekanan darah akan terbaca tinggi saat berada di sekitar dokter. Ketika dicek lagi di rumah, tekanan darah biasanya akan turun lagi ke angka seperti biasanya.

Meskipun kasus hipertensi jas putih ini biasanya bukan tekanan darah sesungguhnya dan terjadi sementara waktu, kondisi ini bisa membahayakan. Kondisi ini bisa membuat orang mendapatkan pengobatan yang sebenarnya tidak perlu.

Selain itu, bisa membuat dokter salah mengira kalau pengobatan yang telah diberikan itu tidak berhasil, dilihat dari hasil pengukuran setiap kali berkunjung.

2. Tidak minum obat sesuai anjuran

obat antihistamin untuk alergi

Obat darah tinggi hanya bisa manjur bila Anda  teratur dan tekun minum obat sesuai anjuran dokter. Umumnya, obat darah tinggi harus diminum beberapa kali dalam sekali di waktu-waktu tertentu sesuai kondisi tubuh dan tekanan darah.

Dengan jadwal dosis yang rumit, orang bisa lupa untuk menggunakan obat atau tidak menggunakan dosis yang benar pada waktu yang benar.

3. Melakukan kesalahan saat cek tekanan darah

penyebab hipertensi

Kadang-kadang, orang membuat kesalahan saat pemeriksaan di rumah. Bawa alat periksa tekanan darah di rumah pada check up Anda di dokter dan tunjukkan kepada dokter untuk memastikan alat itu beroperasi dengan benar.

Pastikan ukuran lengan manset sesuai untuk Anda. Ketika Anda melakukan pengecekan di rumah, mulai dengan duduk diam selama lima menit. Kemudian, pastikan punggung Anda bersandar, kaki Anda berada di tanah, dan lengan Anda sejajar dengan jantung, untuk mendapatkan pembacaan tekanan darah yang akurat.

Kesalahan dalam pembacaan juga bisa terjadi di kantor dokter karena ukuran manset salah, atau mereka mungkin melakukan pembacaan sebelum Anda benar-benar beristirahat.

Untuk mendapatkan pembacaan yang lebih akurat, Anda harus melakukan 6 kali pembacaan secara berturut-turut, menggunakan mesin tekanan darah. Dokter akan melakukan pembacaan pertama tetapi selanjutnya Anda akan sendiri di ruangan untuk melakukan 5 pembacaan selanjutnya.

4. Menerapkan diet yang tak sehat

makanan untuk penderita batu empedu

Anda harus memiliki diet rendah sodium ketika Anda memiliki hipertensi dan sedang minum obat darah tinggi. Diet untuk orang dengan tekanan darah tinggi yaitu wajib makan banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak, dengan tidak lebih dari 2,3 gram garam setiap hari. Anda harus berkonsultasi dengan dokter apakah diet ini sesuai untuk Anda.

Anda mungkin jarang menggunakan garam atau makan makanan asin, tapi mungkin Anda sering makan makanan olahan atau menggunakan makanan kaleng yang mengandung tingkat sodium tinggi. Ahli gizi terdaftar dapat menunjukkan cara untuk menemukan sodium dalam label nutrisi untuk memantau asupan makan Anda.

5. Malas gerak, kelebihan berat badan, atau perokok aktif

pakai behel. merokok

Untuk membantu menurunkan tekanan darah, berkegiatanlah untuk menurunkan berat badan Anda, tingkatkan aktivitas fisik, dan batasi konsumsi alkohol Anda. Jika Anda merokok dan bisa berhenti, itu akan menurunkan risiko kardiovaskular Anda secara keseluruhan. Hidup sehat bisa bikin obat tekanan darah tinggi bekerja baik di tubuh.

6. Ada interaksi obat

empagliflozin

Obat lain dapat mengganggu obat pengontrol tekanan darah. Obat yang berinteraksi dengan obat darah tinggi termasuk penghilang rasa sakit (NSAID), kontrasepsi oral, dan dekongestan nasal. Itulah mengapa lebih baik untuk membawa semua botol pil Anda, termasuk obat tanpa resep atau vitamin pada pertemuan Anda dengan dokter.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca