Apabila Anda memiliki hipertensi, Anda harus tahu berbagai jenis obat tekanan darah tinggi yang terbaik. Jika olahraga rutin, makan dengan gizi seimbang, dan gaya hidup sehat belum bisa membantu mengatasi kondisi Anda, obat-obatan lini pertama atau obat-obatan utama untuk hipertensi adalah cara dan tindakan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini. Apa saja obat penting untuk hipertensi yang harus diketahui?

Jenis obat tekanan darah tinggi lini pertama (first line therapy)

Obat tekanan darah tinggi yang biasanya menjadi obat lini pertama yaitu diuretikTerapi lini pertama sendiri maksudnya obat-obatan inilah yang akan diresepkan pada awal Anda didiagnosis memiliki hipertensi. Obat-obatan ini biasanya lebih murah dan tidak terlalu banyak efek samping jika dibandingkan dengan obat-obatan hipertensi lainnya. 

1. ACE Inhibitor

ACE inhibitors atau penghambat ACE merupakan salah satu obat tekanan darah tinggi yang bisa menjadi pilihan pertama ketika tekanan darah mulai meningkat. ACE adalah singkatan dari Angiotensin-converting enzyme. Angiotensin merupakan zat kimia yang bisa membuat pembuluh darah arteri menjadi kencang.

Sedakan penghambat ACE (ACE inhibitor) dapat membantu tubuh memproduksi lebih sedikit angiotensin. ACE inhibitor bisa membantu mengendurkan pembuluh darah, sehingga akhirnya dapat menurunkan tekanan darah.

Obat tekanan darah tinggi golongan ACE inhibitor mudah diingat karena rata-rata namanya punya akhiran “-pril”. Contohnya benazepril HCl, kaptopril, enalapril maleat, fosinopril sodium, lisinopril, dan trandolapril.

2. Calcium Channel Blocker (CCB)

Obat calcium channel blocker cukup efektif dalam menurunkan tekananan darah. Obat-obatan ini bekerja langsung dengan melemaskan pembuluh darah. Terkadang, obat-obatan CCB ini digunakan sebagai pengobatan hipertensi yang utama. CCB bekerja dengan cara mencegah kalsium memasuki sel jantung dan dinding pembuluh darah sehingga tekanan darah turun.

Namun, jenis obat hipertensi ini sering digunakan sebagai kombinasi obat ACE inhibitor sebagai penanganan pertama. Obat-obat ini lebih efektif dalam mengurangi tekanan darah pada lansia, orang obesitas, dan orang dengan diabetes. 

Obat-obatan ini terbagi dalam dua kategori. Kategori pertama disebut dihydropyridine CCB dan termasuk amlodipine (Norvasc), felodipine (plendil), nifedipine (Procardia), dan nicardipine (cardene). Obat kedua yang disebut non-dihydropyridine CCB termasuk dua obat, diltiazem (dilacor, Cardizem, cartia, dan tiazac), serta verapamil (calan, covera, isoptin, dan verelan).

Kedua kelompok obat tersebut dapat menurunkan tekanan darah tapi memiliki efek yang berbeda pada jantung. Obat-obatan dihydropiridine umumnya tidak mempngaruhi fungsi jantung dan tidak menyebabkan banyak perlambatan detak jantung. Namun, obat ini mungkin saja menyebabkan pembengkakan pada pergelangan kaki.

Sedangkan obat-obatan non-dihydropyridine, khususnya verapamil, dapat memperlambat detak jantung, mirip dengan beta-blocker dan menyebabkan sembelit (susah buang air besar), khususnya pada lansia.

3. Beta-blocker

Beta blocker diketahui sebagai obat beta-adrenergic blocking agents. Obat hipertensi ini bekerja dengan menghambat efek hormon epinefrin, yang dikenal juga sebagai hormon adrenalin. Ketika Anda minum obat tekanan darah tinggi ini, jantung Anda berdetak lebih lambat dan dengan kekuatan yang lebih sedikit, sehingga bisa mengurangi tekanan darah.

Beberapa obat beta-blockers yang bisa Anda konsumsi antara lain adalah metoprolol. Obat ini juga dapat digunakan untuk denyut jantung yang tidak teratur serta mencegah sakit kepala migrain. Konsultasikan kepada dokter sebelum menggunakan salah satu obat tekanan darah ini.

Apakah semua jenis obat tekanan darah tinggi ini aman buat saya?

Kriteria pemilihan satu kelas obat sebagai pengobatan lini pertama biasanya dipengaruhi mana yang paling ampuh dan efektif untuk menurunkan tekanan darah.

Pada hipertensi, ketiga kelas obat lini pertama beta blocker, calcium channel blocker, dan ACE inhibitor dapat mengurangi tekanan darah dan masalah jantung dengan efektif.

Dibandingkan dengan obat-obatan yang digunakan untuk gangguan kronis, obat-obatan tersebut termasuk dalam obat-obatan yang paling aman karena hanya menyebabkan efek samping yang sedikit. Akan tetapi, ada baiknya Anda menghindari semua masalah efek samping dengan dosis yang tepat dan teratur, serta penggunaannya harus selalu di bawah pengawasan dokter.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca