Apakah Obat Hipertensi Meningkatkan Risiko Sakit Encok?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019
Bagikan sekarang

Beberapa jenis obat antihipertensi dan obat diuretik yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi adalah penyebab umum dari asam urat atau sakit encok. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Sekilas tentang sakit encok

Sakit encok terjadi ketika asam urat muncul dalam darah. Asam urat adalah produk limbah yang terbentuk ketika tubuh Anda mengurai bahan kimia dalam sel yang dikenal sebagai purin. Sebagian besar asam urat dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, sisanya dikeluarkan melalui sistem pencernaan.

Terlalu banyak asam urat atau terlalu jarang buang air kecil akan membuat asam urat menumpuk dan dapat menyebabkan terbentuknya kristal. Kondisi ini biasanya terjadi dalam sendi atau jaringan di sekitarnya yang dapat meluap dari tulang rawan sendi ke dalam ruang sendi dan memicu reaksi peradangan dari lapisan lunak (sinovium).

Gejala yang paling umum dari sakit encok adalah nyeri mendadak pada sendi, yang umumnya juga bersamaan dengan pembengkakan dan kemerahan di bagian sendi yang nyeri. Dalam banyak kasus, sendi jempol kaki yang paling sering terkena. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan penumpukan asam urat ini terjadi di sendi lain seperti, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki. Asam urat juga kadang terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku. Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Obat hipertensi dapat meningkatkan risiko encok

Obat diuretik yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi adalah penyebab umum dari asam urat. Hal ini terjadi karena diuretik membuat Anda buang air kecil lebih sering dan mengurangi jumlah cairan dalam tubuh Anda. Namun, cairan yang tersisa dalam tubuh akan lebih padat sehingga menyebabkan peningkatan risiko terbentuknya kristal yang menyebabkan asam urat. Beberapa jenis diuretik juga mengurangi ekskresi ginjal urat, yaitu komponen asam urat.

Obat antihipertensi tertentu juga meningkatkan kadar serum asam urat dan dengan demikian dapat mengakibatkan encok. Obat beta blockers untuk hipertensi telah terbukti meningkatkan kadar serum asam urat dalam uji coba jangka pendek. Sebaliknya, calcium channel blockers dan losartan justru diketahui mampu menurunkan kadar serum asam urat, berpotensi menurunkan risiko encok.

Ketergantungan Obat

Bagaimana cara mengurangi risiko encok saat minum obat hipertensi?

Dengan pendekatan yang tepat, asam urat sebenarnya bisa diturunkan dengan obat tekanan darah. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa obat antihipertensi, yaitu furosemide dan losartan dapat menurunkan asam urat.

Dosis kedua obat ini dapat disesuaikan untuk mengendalikan tekanan darah. Furosemide sendiri meningkatkan asam urat rata-rata sebesar sepertiga. Jika dikonsumsi bersamaan dengan losartan, maka penggunaannya akan dikurangi menjadi hanya seperlima.

Meski losartan bisa sedikit menurunkan asam urat, obat ini tidak begitu efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Prosedur yang benar jika Anda memiliki asam urat dan tekanan darah tinggi adalah mengonsumsi losartan beberapa jam setelah mengonsumsi furosemide yang menunjukkan penurunan 15 persen asam urat. Yang perlu dipahami, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda mengonsumsi obat tekanan darah tertentu.

Ada beberapa langkah-langkah lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi tekanan darah sekaligus membantu menurunkan asam urat, yaitu:

  • Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian.
  • Mengurangi porsi daging berlemak dan produk susu tinggi lemak.
  • Batasi minum alkohol.
  • Kurangi berat badan dan pertahankan berat badan yang ideal berdasarkan indeks massa tubuh Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Penyebab mulut terasa pahit saat puasa biasanya tidak berbahaya. Bisa jadi, mulut terasa pahit karena Anda lalai melakukan hal yang satu ini! Apa ya?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 19/05/2020

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Senam termasuk olahraga yang disarankan untuk penderita hipertensi. Yuk, ketahui apa saja manfaat dan jenis senam untuk hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Rutin Minum Madu Saat Sahur Bisa Memberikan 5 Kebaikan Ini

Katanya, minum madu saat sahur bisa memberikan segudang manfaat baik bagi tubuh selama menjalani puasa. Tertarik ingin coba? Simak beragam khasiatnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020