Beberapa jenis obat antihipertensi dan obat diuretik yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi adalah penyebab umum dari asam urat atau sakit encok. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Cari tahu jawabannya dalam artikel ini.

Sekilas tentang sakit encok

Sakit encok terjadi ketika asam urat muncul dalam darah. Asam urat adalah produk limbah yang terbentuk ketika tubuh Anda mengurai bahan kimia dalam sel yang dikenal sebagai purin. Sebagian besar asam urat dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal, sisanya dikeluarkan melalui sistem pencernaan.

Terlalu banyak asam urat atau terlalu jarang buang air kecil akan membuat asam urat menumpuk dan dapat menyebabkan terbentuknya kristal. Kondisi ini biasanya terjadi dalam sendi atau jaringan di sekitarnya yang dapat meluap dari tulang rawan sendi ke dalam ruang sendi dan memicu reaksi peradangan dari lapisan lunak (sinovium).

Gejala yang paling umum dari sakit encok adalah nyeri mendadak pada sendi, yang umumnya juga bersamaan dengan pembengkakan dan kemerahan di bagian sendi yang nyeri. Dalam banyak kasus, sendi jempol kaki yang paling sering terkena. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan penumpukan asam urat ini terjadi di sendi lain seperti, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki. Asam urat juga kadang terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku. Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Obat hipertensi dapat meningkatkan risiko encok

Obat diuretik yang diresepkan untuk tekanan darah tinggi adalah penyebab umum dari asam urat. Hal ini terjadi karena diuretik membuat Anda buang air kecil lebih sering dan mengurangi jumlah cairan dalam tubuh Anda. Namun, cairan yang tersisa dalam tubuh akan lebih padat sehingga menyebabkan peningkatan risiko terbentuknya kristal yang menyebabkan asam urat. Beberapa jenis diuretik juga mengurangi ekskresi ginjal urat, yaitu komponen asam urat.

Obat antihipertensi tertentu juga meningkatkan kadar serum asam urat dan dengan demikian dapat mengakibatkan encok. Obat beta blockers untuk hipertensi telah terbukti meningkatkan kadar serum asam urat dalam uji coba jangka pendek. Sebaliknya, calcium channel blockers dan losartan justru diketahui mampu menurunkan kadar serum asam urat, berpotensi menurunkan risiko encok.

Ketergantungan Obat

Bagaimana cara mengurangi risiko encok saat minum obat hipertensi?

Dengan pendekatan yang tepat, asam urat sebenarnya bisa diturunkan dengan obat tekanan darah. Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa beberapa obat antihipertensi, yaitu furosemide dan losartan dapat menurunkan asam urat.

Dosis kedua obat ini dapat disesuaikan untuk mengendalikan tekanan darah. Furosemide sendiri meningkatkan asam urat rata-rata sebesar sepertiga. Jika dikonsumsi bersamaan dengan losartan, maka penggunaannya akan dikurangi menjadi hanya seperlima.

Meski losartan bisa sedikit menurunkan asam urat, obat ini tidak begitu efektif untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Prosedur yang benar jika Anda memiliki asam urat dan tekanan darah tinggi adalah mengonsumsi losartan beberapa jam setelah mengonsumsi furosemide yang menunjukkan penurunan 15 persen asam urat. Yang perlu dipahami, selalu konsultasikan ke dokter sebelum Anda mengonsumsi obat tekanan darah tertentu.

Ada beberapa langkah-langkah lain yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi tekanan darah sekaligus membantu menurunkan asam urat, yaitu:

  • Makan makanan yang sehat seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian.
  • Mengurangi porsi daging berlemak dan produk susu tinggi lemak.
  • Batasi minum alkohol.
  • Kurangi berat badan dan pertahankan berat badan yang ideal berdasarkan indeks massa tubuh Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca