Hipertensi atau darah tinggi adalah masalah kesehatan kronis yang menjadi faktor penyebab dari berbagai penyakit jantung. Bahkan, dari data Badan Kesehatan Dunia diketahui bahwa ada sebanyak 9,4 juta orang meninggal dunia akibat komplikasi hipertensi. Ya, memang jika sudah sekali dinyatakan punya tekanan darah tinggi, Anda tidak bisa lepas dari gangguan kesehatan ini bahkan harus terus-terusan minum obat hipertensi.

Meski begitu, Anda tetap bisa hidup sehat, normal, dan bahagia dengan mengendalikan tekanan darah tinggi. Tak hanya obat hipertensi dari dokter, ada berbagai cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menjaga tekanan darah tetap normal. Apa saja?

Alternatif obat hipertensi yang bisa bantu jaga tekanan darah

1. Meditasi

manfaat meditasi

Meditasi adalah cara yang cukup efektif untuk menurunkan tingkat stres hingga bantu jaga tekanan darah tetap normal. Hal ini bahkan telah dibuktikan dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Society of Hypertension.

Dalam penelitian tersebut diketahui bahwa 20 menit sesi meditasi transendental yang dilakukan setidaknya 2 kali dalam sehari, ternyata bisa menurunkan tekanan darah hingga 3 mmHg.

Sebenarnya, ada banyak jenis meditasi yang bisa Anda coba sendiri atau dengan bantuan terapis. Masing-masing meditasi tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda bagi kesehatan, tapi semuanya dapat bantu menurunkan tingkat stres yang selama ini menjadi penyebab tekanan darah tinggi.  

2. Yoga

pose yoga supaya cepat hamil

Nah, jika Anda mencari obat hipertensi sekaligus bisa buat badan tetap bugar, yoga dapat jadi solusinya. Selain bagus untuk postur serta membuat tubuh bugar, nyatanya olahraga ini telah terbukti dapat menjaga tekanan darah tetap normal.

Namun, sebelum ikut kelas yoga atau melakukan berbagai gerakannya di rumah, pastikan dulu Anda telah konsultasi ke dokter. Pasalnya, ada beberapa gerakan yoga yang tidak dianjurkan untuk kondisi kesehatan tertentu.

3. Progressive muscle relaxation (PMR)

Rebahkan tubuh atau sekadar duduk di kursi dengan tenang selama beberapa menit. Anda bisa mulai dari otot wajah dulu hingga nanti akhirnya ke otot kaki. Buat otot-otot tubuh menegang dan kemudian melepaskannya. Lakukan hal ini beberapa kali sampai seluruh bagian otot Anda terkena.

Cara ini dapat Anda lakukan di kantor ataupun di rumah dan baiknya dilakukan selama 15-20 menit, dalam 2 kali sesi per hari.  

4. Latihan pernapasan

sesak napas saat hamil

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam Journal of Hypertension menyebutkan bahwa mengatur napas yang baik dapat menurunkan tekanan darah seseorang.

Jika Anda mengatur pernapasan dengan baik, secara perlahan, dan teratur, maka tubuh akan secara otomatis merasa lebih rileks dan tenang.

Pasalnya, selama itu terjadi hormon-hormon yang mengatur suasana hati akan diproduksi lebih banyak, sehingga Anda akan merasa jauh lebih nyaman dan tekanan darah pun menurun.  

Lagi-lagi, ini cara yang mudah untuk menurunkan tekanan darah. Pasalnya, Anda bisa melakukannya di mana pun dan kapan pun.

5. Terapi musik

terapi musik untuk kesehatan

Terapi musik sebagai salah satu obat alternatif untuk menurunkan tekanan darah memang benar adanya. Hal ini telah terbukti dalam beberapa penelitian, salah satunya riset dari University of Florence, Itali.

Dalam penelitian tersebut, diketahui bahwa kelompok orang yang mendengarkan musik beraliran klasik dalam seminggu, mengalami penurunan tekanan darah hingga 3 mmHg.

Para ahli meyakini bahwa musik yang memiliki alunan nada yang lembut, dapat membuat tubuh rileks dan mengurangi kadar kortisol, yaitu hormon dapat membuat tekanan darah melonjak.

6. Qigong

Mungkin cara alternatif yang satu ini masih terdengar asing di telinga Anda. Namun, qigong sebenarnya sudah menjadi pengobatan alternatif di Cina sejak ribuan tahun lalu.

Sebuah penelitian yang dilaporkan dalam jurnal Medicine menyatakan bahwa melakukan qigong bersamaan dengan mengonsumsi obat hipertensi terbukti membuat tekanan darah lebih terkendali dengan baik.

Meski terdengar asing, saat ini sudah mulai banyak tempat terapi yang menyediakan pengobatan alternatif qigong. Namun, sebelum Anda memilih tempat terapi, pastikan jika terapis yang melakukan pengobatan adalah orang yang profesional dan memiliki sertifikat.

7. Biofeedback

Selain dengan obat hipertensi yang diberikan dokter, Anda juga bisa mencoba terapi biofeedback yang dianggap dapat mengendalikan tekanan darah. Terapi ini biasanya tak hanya disarankan bagi orang hipertensi saja, tapi juga orang dengan nyeri kronis, inkontinensia urin, dan migrain.

Bioterapi harus dilakukan oleh orang yang profesional karena menggunakan alat sensor khusus untuk mengukur dan memantau ketegangan otot-otot tubuh. Dari pemeriksaan tersebut terapis akan mengetahui bagian tubuh mana saja yang tegang kemudian membantu Anda untuk membuatnya rileks.  

8. Suplemen dan herbal

memilih obat herbal yang aman untuk dikonsumsi

Obat hipertensi herbal juga bisa menjadi salah satu cara alternatif dalam mengontrol tekanan darah supaya tidak melonjak. Saat ini, ada banyak obat herbal yang terbukti dapat bantu jaga tekanan darah, seperti koenzim Q10, suplemen lemak ikan, hingga suplemen yang mengandung L-arginine.

Memang, untuk obat hipertensi herbal penelitiannya masih sangat terbatas dan perlu dibuktikan lebih lanjut. Maka itu, sebelum Anda mengonsumsi suatu suplemen atau obat herbal, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Pasalnya, mungkin saja muncul interaksi antara obat hipertensi dengan obat herbal yang Anda konsumsi, sehingga menimbulkan efek samping yang kurang baik.

Selain semua metode tersebut, menerapkan pola hidup sehat juga penting dilakukan demi mencegah komplikasi hipertensi.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca