Kombinasi Obat untuk Mengatasi Hipertensi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Kebanyakan orang yang punya tekanan darah tinggi wajib minum obat hipertensi. Beberapa dari mereka mungkin hanya perlu satu jenis obat, sementara Anda diresepkan kombinasi beberapa jenis obat tekanan darah tinggi yang berbeda. Hal ini biasanya dilakukan ketika dokter menilai bahwa tekanan darah Anda sudah begitu tinggi dan tidak bisa lagi dikontrol hanya dengan perubahan gaya hidup sehat.

Lantas, apa saja obat tekanan darah tinggi yang umum dikombinasikan?

Kombinasi resep obat darah tinggi akan tergantung kondisi Anda

Kombinasi resep obat darah tinggi antar satu orang dan yang lainnya bisa berbeda, tergantung dari kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing. Meski begitu, tujuannya tetap sama: menurunkan tekanan darah dengan risiko efek samping seminimal mungkin.

Beberapa jenis obat hipertensi biasanya berupa satu jenis pil yang mengandung dua jenis obat berbeda. Kombinasi obat seperti ini akan lebih memudahkan Anda untuk terus ingat minum obat darah tinggi di waktu yang sama, ketimbang harus minum dua obat yang mungkin harus dikonsumsi di waktu yang berbeda. Kombinasi dua kandungan obat dalam satu pil ini juga memungkinkan Anda untuk menurunkan tekanan darah sambil menghindari risiko efek samping dari asupan obat dosis tinggi. Beberapa obat bahkan dihargai lebih murah ketika dikombinasikan menjadi satu obat.

Dokter Anda akan meresepkan pengobatan kombinasi dengan hati-hati. Misalnya, apabila kedua obat memperlambat detak jantung, dokter akan mengawasi Anda dengan seksama untuk mencegah Anda mengalami detak jantung yang sangat lambat (disebut bradycardia).

Apa saja kombinasi obat tekanan darah tinggi yang biasa diresepkan?

Obat tekanan darah tinggi yang biasanya dikombinasikan adalah kelas diuretik, beta blocker, penghambat enzim engiotensin (ACE inhibitor), angiotensin-II antagonis, dan calcium blocker.

Beberapa contohnya adalah Lotensin HCT yang merupakan kombinasi benazepril (penghambat ACE) dan Hydrocholorthiazide (diuretik), atau Tenoretic yang dikombinasikan dari atenolol (beta blocker) dengan chlortalidone (diuretik).

Diuretik sering dimasukkan ke dalam kombinasi obat darah tinggi karena risiko efek sampingnya yang lebih kecil dan manfaatnya yang mampu meningkatkan efek penurunan tensi darah dari obat utamanya.

Obat diuretik juga ditambahkan ke obat-obatan tekanan darah untuk mengatasi masalah kelebihan cairan dalam tubuh yang biasa dialami oleh orang hipertensi.

Berikut beberapa obat diuretik yang dikombinasi obat lain untuk hipertensi:

  • Diuretik hemat kalium dan thiazide

Kombinasi obat diuretik hemat kalium dan diuretik thiazide bertujuan untuk mengurangi risiko efek metabolik terbalik. Semua kombinasi diuretik hemat kalium-thiazide bisa  mengurangi tekanan darah ke tingkat yang sama seperti penggunaan diuretik thiazide saja.

  • Beta blocker dan diuretik

Beta blocker menyebabkan retensi garam, sedangkan air dan diuretik dapat menguranginya yang kemudian berakibat pada peningkatan sekresi renin oleh ginjal. Tujuan kombinasi obat dari gabungan beta blocker dengan diuretik ada dua, beta blocker menyebabkan peningkatan tingkat renin plasma yang disebabkan oleh diuretik, dan diuretik mengurangi retensi natrium dan air yang disebabkan oleh beta blocker.

  • Penghambat ACE dan diuretik

Penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE) termasuk obat hipertensi yang paling dapat ditolerir tubuh dan telah banyak digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk hipertensi.

Axis renin angiotensin-adosterone bekerja mengurangi volume air dan natrium dalam darah yang bisa bantu menstabilkan tekanan darah dengan merangsang produksi renin (enzim pengendali tekanan darah dan air di tubuh).

  • Antagonis angiotensin II dan diuretik

Beberapa orang tidak bisa mentolerir kombinasi penghambat ACE dan diuretik karena efek samping batuk. Sebagai gantinya, dokter akan menggunakan kombinasi antagonis reseptor angiotensin II dengan diuretik.

Antagonis reseptor angiotensin-II bekerja dengan memblokir subtipe angiotensin II tertentu, jadi menghambat efek vasoaktif angiotensin II secara selektif.

Penghambat ACE atau angiotensin receptor blockers umumnya efektif saat dikombinasikan dengan obat-obatan kelas lain.

Terkadang, beta blocker dikombinasikan dengan alpha-blocker yang mungkin dapat bermanfaat bagi pria yang mengalami hipertensi dan pembengkakan prostat. Alpha blocker dapat membantu kedua masalah dalam waktu yang sama. Penghambat ACE dapat dikombinasikan dengan calcium channel blocker.

Kombinasi obat hipertensi khusus untuk penderita asma

Apabila Anda penderita asma, dokter akan menghindari penggunaan obat-obatan yang dapat memicu gejala asma kambuh. Percayalah dokter Anda akan meresepkan pengobatan yang paling efektif dengan mempertimbangkan kesehatan Anda.

Beberapa kombinasi dapat termasuk:

  • Penghambat ACE dengan calcium channel blocking agents
  • Penghambat angiotensin II dengan calcium channel blockers
  • Penghambat angiotensin II dengan thiazide
  • Antidrenergic agent (central) dengan thiazide
  • Antidrenegic agent (peripheral) dengan thiazide
  • Kombinasi antihipertensi lainnya

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca