Kombinasi Obat untuk Mengatasi Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12/05/2020
Bagikan sekarang

Penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi perlu mengonsumsi obat untuk mengontrol tekanan darahnya. Terkadang, ada yang hanya butuh satu jenis obat hipertensi, tetapi ada juga yang diresepkan kombinasi beberapa jenis obat hipertensi yang berbeda. Lantas, mengapa kombinasi obat ini diperlukan? Lalu, apa saja obat hipertensi yang umum dikombinasikan dan diresepkan oleh dokter?

Mengapa perlu lebih dari satu obat atau kombinasi obat hipertensi?

Sebagian besar hipertensi terjadi karena penyebab yang tidak pasti. Pada kasus ini, hipertensi tidak bisa disembuhkan, tetapi perlu dikontrol agar tidak berkembang menjadi komplikasi penyakit lain, seperti penyakit jantung.

Untuk mengontrol tekanan darah, umumnya dokter akan meminta pasien untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat. Namun, bersamaan dengan hal ini, dokter juga akan meresepkan obat penurun tekanan darah untuk dikonsumsi setiap hari.

Setiap obat tekanan darah tinggi memberikan efek yang berbeda pada masing-masing penderita hipertensi. Efektivitas obat tekanan darah tinggi tergantung pada usia, jenis kelamin, ras, tingkat tekanan darah, penyakit lain yang diderita, serta riwayat medis setiap orang.

Dengan demikian, satu jenis obat saja mungkin dapat menurunkan tekanan darah pada satu orang, tetapi tidak pada orang lain. Orang lain mungkin butuh jenis obat lain atau ditambah dengan obat hipertensi lini kedua atau kombinasi obat hipertensi.

Penambahan obat atau kombinasi obat tekanan darah tinggi pun bisa diberikan untuk menghindari atau mengatasi efek samping obat hipertensi. Pasalnya, sebagaimana dilansir dari Blood Pressure UK, memberikan dua jenis obat darah tinggi dengan dosis yang rendah sama efektifnya dengan memberikan satu jenis obat dengan dosis tinggi. Bahkan, pemberian dua jenis atau kombinasi obat ini lebih kecil kemungkinan menimbulkan efek samping.

Sama halnya dengan satu jenis obat, kombinasi obat tekanan darah tinggi juga memberikan efek yang berbeda pada setiap orang. Meski begitu, tujuannya tetap sama, yaitu menurunkan tekanan darah dengan risiko efek samping seminimal mungkin.

Yang perlu Anda tahu tentang kombinasi obat hipertensi

obat sakit maag cair tablet

Bila seseorang membutuhkan lebih dari satu jenis obat hipertensi, umumnya dokter akan memberikan obat hipertensi lain yang diminum pada waktu yang bersamaan. Hal ini dilakukan agar Anda tidak lupa atau melewatkan obat-obatan tersebut. Sebab, melewatkan minum obat atau mengonsumsi obat hipertensi tidak sesuai dengan resep dokter dapat memperparah hipertensi Anda.

Di sisi lain, beberapa jenis obat hipertensi juga sudah dikombinasikan dan tersedia dalam satu tablet. Dibandingkan mengonsumsi dua jenis obat, kombinasi obat seperti ini lebih memudahkan Anda untuk terus ingat minum obat darah tinggi pada waktu yang sama. Bahkan, beberapa obat dihargai lebih murah ketika dikombinasikan menjadi satu tablet.

Dalam meresepkan obat kombinasi hipertensi, dokter tentu akan memberikannya dengan hati-hati, sesuai dengan efek samping yang mungkin ditimbulkan dan sesuai kondisi Anda. Misalnya, apabila kedua obat akan memberi efek memperlambat detak jantung, dokter akan mengawasi Anda dengan seksama untuk mencegah Anda mengalami detak jantung yang sangat lambat atau disebut bradikardia.

Apa saja kombinasi obat tekanan darah tinggi yang biasa diresepkan?

Obat tekanan darah lini pertama yang biasanya diberikan oleh dokter, yaitu beta blocker dan diuretik. Bila kedua obat ini belum cukup untuk menurunkan tekanan darah, dokter akan memberikan obat tekanan darah lini kedua, yang biasanya yaitu vasodilator, alfa blocker, alfa-beta blocker, dan antagonis aldosteron. Namun, beberapa jenis obat diuretik juga biasa diberikan sebagai obat lini kedua.

Selain itu, ada pula obat-obatan hipertensi yang sudah dikombinasikan. Obat tekanan darah tinggi yang biasanya dikombinasikan adalah kelas diuretik, beta blocker, penghambat enzim engiotensin (ACE inhibitor), angiotensin-II antagonis, dan calcium blocker.

Beberapa contohnya adalah Lotensin HCT yang merupakan kombinasi benazepril (penghambat ACE) dan Hydrochlorothiazide (diuretik), atau Tenoretic yang dikombinasikan dari atenolol (beta blocker) dengan chlortalidone (diuretik).

Kombinasi diuretik

Diuretik memang sering dimasukkan ke dalam kombinasi obat darah tinggi karena risiko efek sampingnya yang lebih kecil dan manfaatnya yang mampu meningkatkan efek penurunan tensi darah dari obat utamanya. Obat diuretik juga ditambahkan ke obat-obatan tekanan darah untuk mengatasi masalah kelebihan cairan dalam tubuh yang biasa dialami oleh orang hipertensi.

Berikut beberapa obat diuretik yang dikombinasi obat lain untuk hipertensi:

  • Diuretik hemat kalium dan thiazide

Kombinasi obat diuretik hemat kalium dan diuretik thiazide bertujuan untuk mengurangi risiko efek metabolik terbalik. Semua kombinasi diuretik hemat kalium-thiazide bisa mengurangi tekanan darah ke tingkat yang sama seperti penggunaan diuretik thiazide saja.

  • Beta blocker dan diuretik

Beta blocker menyebabkan retensi garam, sedangkan air dan diuretik dapat menguranginya yang kemudian berakibat pada peningkatan sekresi renin oleh ginjal. Tujuan kombinasi obat dari gabungan beta blocker dengan diuretik ada dua, beta blocker menyebabkan peningkatan tingkat renin plasma yang disebabkan oleh diuretik, dan diuretik mengurangi retensi natrium dan air yang disebabkan oleh beta blocker.

  • Penghambat ACE atau ACE Inhibitor dan diuretik

Kombinasi obat hipertensi diuretik juga umumnya dilakukan dengan obat penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE Inhibitor). ACE inhibitor termasuk obat hipertensi yang paling dapat ditolerir tubuh dan telah banyak digunakan sebagai pengobatan lini pertama untuk hipertensi. 

Axis renin angiotensin-adosterone bekerja mengurangi volume air dan natrium dalam darah yang bisa bantu menstabilkan tekanan darah dengan merangsang produksi renin (enzim pengendali tekanan darah dan air di tubuh).

  • Antagonis angiotensin II dan diuretik

Beberapa orang tidak bisa mentolerir kombinasi penghambat ACE dan diuretik karena efek samping batuk yang terjadi. Sebagai gantinya, dokter akan menggunakan kombinasi antagonis reseptor angiotensin II dengan diuretik.

Antagonis reseptor angiotensin-II bekerja dengan memblokir subtipe angiotensin II tertentu, jadi menghambat efek vasoaktif angiotensin II secara selektif. 

Selain diuretik

Obat batuk rejan antibiotik

Selain obat diuretik, obat penghambat ACE atau angiotensin receptor blockers juga umumnya efektif saat dikombinasikan dengan obat-obatan kelas lain.

Lalu, terkadang, beta blocker juga dikombinasikan dengan alpha-blocker yang mungkin dapat bermanfaat bagi pria yang mengalami hipertensi dan pembengkakan prostat. Adapun alpha blocker dapat membantu kedua masalah dalam waktu yang sama.

Kemudian, penghambat ACE atau ACE Inhibitor juga dapat dikombinasikan dengan calcium channel blocker. Kedua jenis obat ini dapat bekerja secara efektif untuk menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dari American Journal of Hypertension menunjukkan, tekanan darah diastolik dapat berkurang hingga 3,6 mmHg atau lebih dengan kombinasi obat ini, trandolapril dan verapamil, dibandingkan dengan menggunakan satu jenis obat. 

Kombinasi obat hipertensi untuk kondisi medis lain

Selain kombinasi obat hipertensi secara umum, ada beberapa kombinasi obat yang diberikan bila penderita hipertensi memiliki kondisi medis tertentu. Misalnya, bila Anda menderita diabetes dan tekanan darah tinggi, dokter umumnya akan meresepkan kombinasi obat diuretik dan penghambat ACE atau ACE inhibitor. Kombinasi obat tersebut dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke pada penderitanya.

Adapun bila Anda merasakan nyeri dada (angina) yang terkait dengan penyakit arteri koroner, dokter umumnya akan memberikan obat beta blocker. Obat ini diyakini dapat menurunkan tekanan darah, mengatasi masalah nyeri dada tersebut, mengurangi denyut jantung yang terlalu cepat, bahkan mengurangi risiko kematian.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan Lengkap Mengukur Tekanan Darah Anak di Rumah

Anak-anak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Orangtua dapat mengukur tekanan darah anak di rumah dengan panduan berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Bagaimana Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Bisa Memicu Hipertensi?

Menurut penelitian di tahun 2018, keadaan post-traumatic stress disorder yang dimiliki seseorang bisa memicu naiknya risiko hipertensi.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Berhati-hatilah, Kelima Jenis Penyakit Ini Sering Menyerang Saat Anda Bepergian

Saat berpergian Anda lebih rentan terkena penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus. Inilah kelima serangan penyakit saat liburan yang perlu dihindari.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Tidur Siang Baik untuk Menurunkan Tekanan Darah Tinggi

Sebuah studi menyatakan bahwa tidur siang dapat menjadi salah satu cara untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Simak selengkapnya.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha

Direkomendasikan untuk Anda

diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
senam hipertensi

Manfaat dan Jenis-jenis Senam untuk Penderita Hipertensi

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17/05/2020
pantangan darah tinggi

11 Pantangan Darah Tinggi yang Harus Anda Hindari

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 14/05/2020
tekanan darah tinggi saat puasa

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020