Kapan Sebaiknya Mulai Minum Obat Hipertensi, Kalau Sudah Punya Tekanan Darah Tinggi?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Normalnya, tekanan darah berkisar di angka 120/80 mmHG. Tekanan darah bisa dibilang tinggi atau hipertensi ketika sudah lebih tinggi dari 140/90 mmHG. Jika Anda sudah mengalami ini, perlukah langsung minum obat hipertensi, atau bisa ditangani dulu dengan menjalani pola hidup yang lebih sehat? Simak jawabannya di bawah ini untuk mengetahui aturan kapan harus minum obat hipertensi atau darah tinggi.

Kapan saya harus minum obat hipertensi?

Tekanan darah yang terlalu tinggi akan mengganggu sirkulasi darah dan bisa berakibat fatal. Akan tetapi, haruskah langsung minum obat hipertensi? Tidak selalu demikian. Sebelum meresepkan aturan minum obat darah tinggi, dokter harus lebih dulu mempertimbangkan seberapa tinggi tekanan darah, kondisi kesehatan, dan juga usia Anda.

Anda mungkin tidak membutuhkan obat-obatan darah tinggi saat ini, selama masih bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan Anda tidak menunjukkan risiko komplikasi. Meski begitu, prehipertensi tidak boleh disepelekan. Orang dengan prehipertensi berisiko lebih tinggi untuk menjadi hipertensi.

Pada umumnya, dokter akan meresepkan aturan minum obat apabila hipertensi atau darah tinggi Anda tidak kunjung membaik setelah tiga bulan mengubah gaya hidup jadi lebih sehat. Obat darah tinggi juga dapat diresepkan dokter, ketika ia mendeteksi Anda memiliki masalah kesehatan lainnya seperti penyakit ginjal atau penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko Anda terkena serangan jantung atau stroke. Jika Anda memiliki masalah medis lainnya, seperti kolesterol tinggi, diabetes, atau penyakit jantung, dokter akan lebih cepat merekomendasikan pengobatan untuk Anda.

Bagaimana mengetahui jika Anda memiliki hipertensi?

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa Anda mengalami tekanan darah tinggi yang berbahaya. Karena hipertensi umumnya sering tidak menampilkan gejala yang tidak terlihat. Satu-satunya cara untuk benar-benar yakin Anda memiliki hipertensi adalah melalui tes tekanan darah secara teratur.

Seberapa sering tekanan darah Anda harus diperiksa bervariasi dari kasus satu ke kasus lainnya. Jika Anda khawatir tentang tingkat tekanan darah Anda saat ini, periksalah ke dokter Anda.

Ketika bacaan tensi Anda masih berkisar 120-139 mmHG untuk tekanan sistolik namun tekanan diastolik kurang dari 80 sampai 89, artinya Anda masih tergolong prehipertensi.

Apabila bacaan tensi Anda 140/90 sampai 159/99 mmHG atau lebih tinggi lagi daripada 160/100 mmHG, Anda mungkin perlu minum obat hipertensi. Bila Anda pernah memiliki tekanan darah 180/120 mmHG atau lebih tinggi, ini tergolong sangat tinggi. Anda perlu bantuan medis segera untuk mengendalikannya.

Apa yang terjadi jika Anda melewatkan dosis atau tidak mengikuti aturan minum obat hipertensi?

Minum obat darah tinggi yang telah diresepkan untuk Anda — persis seperti yang ditentukan dan selama yang diperlukan. Meski memang tak selalu mudah untuk mengingat aturan kapan harus minum obat hipertensi, tapi sangat penting untuk Anda mematuhi pedoman ini.

Wajar untuk kelupaan satu-dua kali dosis obat Anda, dan biasanya ini tidak menjadi masalah besar. Tapi jika Anda sama sekali melupakan/tidak pernah/sangat jarang mengonsumsi obat darah tinggi, Anda dapat meningkatkan peluang untuk mengalami masalah kesehatan yang terkait hipertensi, termasuk serangan jantung, penyakit ginjal, dan gagal jantung kongestif.

Selain itu, banyak orang yang minum obat darah tinggi hanya di saat timbul sakit kepala. Padahal, ketika mereka mengalami sakit kepala, ini sebenarnya sudah terlanjur masuk ke dalam kondisi gawat darurat disebut emergensi hipertensi — dan ini bisa berakibat fatal, seperti stroke atau bahkan kematian.

Masukkan jadwal dosis obat tekanan darah Anda dalam rutinitas harian Anda. Jadikan minum obat sebagai suatu kewajiban, dan selalu minum obat di jam yang sama setiap hari. Ini akan membantu Anda mendapatkan banyak keuntungan dari khasiat obat.

Dengan menjaga tekanan darah Anda tetap di ambang sehat, Anda juga melindungi jantung dan pembuluh darah Anda dari kerusakan dan risiko komplikasi.

Bahkan saat tensi normal, tetapi ikuti aturan minum obat hipertensi dan jangan kurangi dosisnya

Bahkan jika Anda merasa baik-baik saja, jangan pernah mengurangi atau berhenti mengonsumsi obat darah tinggi yang diresepkan dokter. Usahakan untuk tidak berhenti minum obat yang diresepkan, termasuk obat-obat yang menurunkan tekanan darah, tanpa konsultasi dengan dokter.

Obat dan perubahan gaya hidup dapat membuat perbedaan besar dalam mengelola hipertensi. Namun, nyatanya kombinasi dari kedua faktor inilah yang bekerja efektif, bukan hanya perubahan gaya hidup semata.

Dr Sandosh Padmanabhan, peneliti dari Universitas Glasgow dilansir dari Daily Mail, mengatakan, “Tekanan darah secara alami dapat berubah-ubah karena interaksi yang kompleks dari berbagai faktor seperti stres, efek musiman, dan orang tidak mengikuti aturan minum obat hipertensi secara teratur.” Lanjut Padmanabhan, pasien yang gagal untuk menuruti dosis jauh meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke mereka hingga lebih dari 40 persen.

Bicaralah dengan dokter dan apoteker jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kondisi Anda, termasuk soal efektivitas obat darah tinggi dan efek samping lainnya.

Meskipun Anda mungkin memiliki ketakutan dan kekhawatiran, konsekuensi kesehatan jangka panjang dari tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol seringkali lebih buruk daripada efek samping pengobatan.

Dokter memiliki pedoman untuk membantu Anda memutuskan obat darah tinggi apa yang akan digunakan untuk kondisi Anda. Akan tetapi, agar menemukan obat tekanan darah yang tepat untuk Anda, kadang bisa memakan sedikit waktu.

Aturan minum obat hipertensi mungkin berbeda bagi lansia

Aturan untuk minum obat hipertensi atau darah tinggi bisa berbeda untuk orang yang lebih tua. Pasalnya, risiko penyakit jantung akan meningkat seiring bertambahnya usia. Risiko efek samping dari obat hipertensi seperti pusing dan jatuh juga bisa menjadi lebih serius ketika dikonsumsi oleh orang lanjut usia.

Maka jika Anda memiliki hipertensi dan berusia 80 tahun atau lebih, dokter mungkin akan menunda memberikan resep obat untuk melindungi Anda dari efek samping tersebut.

Akan tetapi bila Anda berusia 60 tahun atau lebih, American College of Physicians dan American Academy of Family Physicians merekomendasikan Anda untuk memulai mengonsumsi obat hipertensi jika jumlah tekanan darah Anda 130 atau lebih tinggi.

Maka, diskusikan lebih lanjut dengan dokter yang menangani Anda. Hal ini penting agar Anda bisa tahu lebih pasti kapan waktunya harus minum obat hipertensi. Dokter juga dapat menentukan aturan minum obat hipertensi atau darah tinggi, jenis obat, dan cara pakainya sesuai dengan kebutuhan Anda.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca