Kenali Berbagai Efek Samping Obat Darah Tinggi yang Bisa Muncul

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Setiap obat dapat memiliki efek samping, tak terkecuali dengan obat hipertensi atau darah tinggi. Meski demikian, tidak berarti setiap obat yang Anda minum menimbulkan efek samping, ya. Kebanyakan orang tidak akan memiliki masalah atau mengalami masalah sama sekali dari obat hipertensi atau darah tinggi.

Umumnya tidak ada cara untuk mengetahui apakah Anda akan memiliki efek samping dari obat hipertensi atau darah tinggi yang Anda gunakan. Anda akan menyadari adanya efek samping saat memulai penggunaan obat hipertensi baru, atau jika dosis obat ditingkatkan.

Setiap orang dapat mengalami efek samping berbeda dari obat hipertensi yang sama. Sebagai contoh, beberapa orang yang menggunakan ACE inhibitor, yakni salah satu jenis obat darah tinggi, dapat mengalami efek batuk kering. Orang lain menggunakan obat yang sama mungkin tidak mengalami batuk, tetapi mungkin akan merasa pusing atau sakit perut.

Jika Anda memiliki masalah dengan satu obat, hal ini tidak berarti efek samping dari obat hipertensi atau darah tinggi lainnya. Obat hipertensi lainnya mungkin membantu menurunkan tekanan darah tanpa efek samping apapun.

Apa saja efek samping dan risiko hipertensi?

obat anemia

Ada beberapa efek samping obat hipertensi atau tekanan darah tinggi. Namun sebelumnya Anda harus tahu, bahwa dengan berolahraga bisa menurunkan tekanan darah, tetapi banyak orang dengan hipertensi berharap untuk menurunkan tekanan darah mereka melalui bantuan obat-obatan.

Sebagai contoh pada obat darah tinggi ada jenis obat diuretik, penghambat alpha dan beta, inhibitor ACE, calcium blocker, dan pembesaran pembuluh darah yang berguna untuk menurunkan tekanan darah. Beberapa dari hal ini telah dikaitkan dengan risiko serius seperti kanker, serangan jantung, kerusakan hati, dan stroke. Efek samping obat-obat hipertensi ini umumnya biasa dilaporkan. Berikut efek samping obat hipertensi lainnya:

1. Efek samping obat hipertensi diuretik

Obat diuretik seperti hydrochlorotiazide (HCT), indapamidemetolazone, bumetanide, furosemide, umumnya bekerja dengan cara menghilangkan kelebihan air dan garam dalam tubuh.

Hasilnya, jumlah cairan yang mengalir dalam pembuluh darah menurun. Pada akhirnya, tekanan darah Anda pun menurun. Karena cara kerja obat seperti itu, Anda mungkin akan mengalami efek samping berupa lebih sering buang air kecil setelah minum obat hipertensi ini. Selain itu, obat hipertensi diuretik juga dapat menimbulkan efek samping seperti:

  • kelelahan
  • kram kaki
  • nyeri dada
  • sampai masalah pada jantung.

2. Efek samping obat hipertensi ACE inhibitor

Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor adalah obat darah tinggi yang menyebabkan pembuluh darah menyempit. Dengan obat ACE inhibitor, ini membantu menurunkan produksi angiotensin.

Hal ini kemudian dapat membantu mengendurkan pembuluh darah dan pada akhirnya dapat menurunkan tekanan darah. Contoh obat ACE inhibitor: captoprilenalaprillisinopril, benazepril hydrochloride. Obat hipertensi jenis ini dapat menyebabkan efek samping seperti batuk-batuk. Selain itu, efek samping lain yang mungkin muncul dari obat hipertensi ACE inhibitor adalah:

  • Kehilangan indra perasa, kehilangan nafsu makan
  • Pusing, kantuk, sakit kepala
  • Gangguan tidur (insomnia)

3.  Efek samping obat hipertensi calcium channel blocker (CCB)

Obat ini bekerja dengan cara mencegah kalsium masuk ke dalam sel-sel jantung dan pembuluh darah otot. Sehingga, menyebabkan sel-sel jantung dan pembuluh darah otot mengendur, tidak tegang.

Pada akhirnya, obat ini dapat menurunkan tekanan darah dengan membuat pembuluh darah berelaksasi dan mengurangi detak jantung. Perlu Anda ketahui bahwa kalsium dapat meningkatkan kekuatan kontraksi di jantung dan pembuluh darah.

Contoh obat CCB adalah amlodipine, clevidipine, diltiazem, felodipine, dan isradipine. Obat hipertensi atau darah tinggi jenis ini mempunyai efek samping seperti:

  • Kulit merah, ruam, melepuh
  • Bengkak di tangan atau kaki
  • Kesulitan bernapas
  • Detak jantung lambat
  • Pusing, pingsan, detak jantung cepat atau berdebar

4. Efek samping obat hipertensi beta blocker

Obat ini bekerja dengan cara menghalangi efek dari hormon epinefrin (hormon adrenalin). Hal ini membuat jantung bekerja lebih lambat, detak jantung dan kekuatan pompa jantung menurun. Sehingga, volume darah yang mengalir di pembuluh darah menurun dan tekanan darah menurun.

Contoh obat beta blocker yang umum diresepkan sebagai obat darah tinggi atenolol, propranolol dan  metoprolol. Tentunya, terdapat pula beberapa efek samping dari ketiga obat hipertensi tersebut. Berikut merupakan efek samping dari obat hipertensi beta blocker:

  • Nyeri di dada, detak jantung berdebar atau terasa cepat di dada
  • Kepala pusing
  • Muncuk sesak napas di aktivitas ringan
  • Pembengkakan tangan atau kaki
  • Sensitif terhadap sinar matahari
  • Mual, nyeri perut bagian atas, gatal-gatal, kehilangan nafsu makan, urin gelap, tinja berwarna tanah liat, sakit kuning (menguningnya kulit atau mata)

5.  Efek samping obat hipertensi angiotensin II receptor blocker (ARB)

Obat ini juga bekerja dengan cara menghalangi angiotensin dalam tubuh. Namun, bedanya obat ini menghalangi kerja angiotensin dalam tubuh bukan menghalangi produksi angiotensin. Obat ini mencegah angiotensin berikatan dengan reseptor pada pembuluh darah, sehingga dapat membantu menurunkan tekanan darah.

Contoh obat ARB azilsartan, candesartan, dan irbesartan. Obat darah tinggi berikut punya efek samping seperti:

  • Perasaan ringan pada kepala, seperti mau pingsan
  • Nyeri dada
  • Buang air kecil hanya sedikit atau tidak sama sekali
  • Pembengkakan, kenaikan berat badan yang cepat
  • Kalium tinggi (detak jantung yang lambat, denyut nadi yang lemah, otot yang lemah, dan kesemutan)

Lalu, bagaimana cara mengatasi efek samping obat hipertensi?

Setelah mengetahui apa saja efek samping dari mengonsumsi obat hipertensi atau darah tinggi, mungkin Anda merasa khawatir apakah efek samping tersebut dapat diatasi.

Penting untuk Anda ketahui bahwa ketika Anda merasakan beberapa efek yang telah disebutkan di atas, pastikan Anda tidak mencoba mengurangi atau mengatur dosis sesuai dengan keinginan Anda sendiri. Mengatur dosis obat hipertensi sendiri berisiko menimbulkan terjadinya efek samping berupa hipertensi resisten, bahkan komplikasi.

Dosis yang telah diberikan tentunya sudah diperkirakan secara seksama oleh dokter dan tim medis. Selain itu, dosis tersebut telah disesuaikan dengan kondisi darah tinggi yang Anda derita.

Selain itu, jangan pernah berhenti atau tidak menghabiskan obat-obatan yang sudah diresepkan oleh dokter. Jika Anda memang merasakan efek-efek samping obat hipertensi yang cukup mengganggu, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai bagaimana cara menanggulangi efek tersebut.

Dalam kebanyakan kasus kemunculan efek samping, dokter biasanya akan mengurangi atau menyusun ulang kombinasi obat-obatan darah tinggi yang telah diberikan pada Anda. Namun, Anda juga dapat mencoba langkah-langkah di bawah ini di rumah jika efek samping obat-obatan hipertensi atau darah tinggi mulai menyerang:

  • Sakit kepala

Kebanyakan obat antihipertensi akan menimbulkan efek samping berupa sakit kepala. Untuk mengatasi hal tersebut, Dilansir dari situs Health Communities, Anda dapat mencoba mandi dengan air hangat, mengompres kepala yang sakit dengan air dingin, berolahraga secara rutin, dan melakukan teknik pernapasan dalam.

  • Sensitif terhadap sinar matahari

Obat-obatan seperti beta blocker terkadang menyebabkan Anda lebih sensitif dengan sinar matahari. Jika efek samping obat darah tinggi tersebut mengganggu Anda, usahakan kurangi aktivitas di bawah sinar matahari langsung, terutama pada pukul 10 pagi hingga 3 sore.

Anda juga dapat mengenakan pakaian berlengan panjang, memakai topi, serta mengoleskan sunscreen sebelum beraktivitas. Dengan demikian, efek samping obat hipertensi dapat dikurangi.

  • Sering buang air kecil di malam hari

Buang air kecil terlalu sering, terutama di malam hari, adalah efek samping lain yang mungkin timbul setelah minum obat darah tinggi. Untuk mengatasi hal tersebut, Anda dapat bertanya terlebih dahulu ke dokter apakah obat dapat diminum di pagi hari setelah sarapan, atau tidak lebih dari jam 6 sore.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 9, 2017 | Terakhir Diedit: Desember 19, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca