Mengungkap Kebenaran Mitos-Mitos Seputar Obat Pencahar

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak anggapan keliru atau mitos yang berkembang di masyarakat seputar obat pencahar. Salah satunya menyebutkan bahwa obat pencahar adalah solusi singkat untuk menurunkan berat badan.

Faktanya, obat pencahar biasanya digunakan untuk memperlancar proses buang air besar (BAB) pada orang yang sembelit atau konstipasi. Obat pencahar dapat meningkatkan motilitas, pergerakan peristaltik usus, maupun melunakkan feses.

Agar obat pencahar dapat digunakan secara ideal dan semestinya, ketahui penjelasan sebenarnya mengenai berbagai mitos seputar obat pencahar berikut ini.

Mitos 1: obat pencahar dapat menurunkan berat badan

Ada anggapan yang muncul bahwa penggunaan obat pencahar bisa menurunkan berat badan. Sebenarnya, obat pencahar memang dapat mengurangi berat badan jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

Akan tetapi, penurunan berat badan tersebut bukan disebabkan hilangnya massa lemak, melainkan hilangnya air dalam tubuh. Penurunan berat badan ini pun sifatnya hanya sementara.

Banyak orang menyalahgunakan pencahar untuk menurunkan berat badan, dengan harapan makanan yang dikonsumsi tidak akan diserap tubuh jika cepat dikeluarkan melalui feses.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar zat makanan sudah diserap oleh usus halus, sedangkan obat pencahar bekerja—terutama—di usus besar. Pada usus besar yang tersisa hanyalah sisa-sisa pencernaan yang perlu dikeluarkan dan air yang akan diserap sesuai kebutuhan.

Sementara itu, pada orang sembelit, obat pencahar bekerja untuk menuntaskan masalah sulit BAB. Setelah meminumnya Anda mungkin akan merasa lega karena masalah susah BAB berhasil diatasi. Bisa juga Anda merasakan lingkar perut yang mengecil.

Rongga perut bersifat elastis, sehingga pada kondisi sembelit, perut dapat terasa lebih kembung, dan lingkar perut akan sedikit melebar. Jika sembelit berhasil diatasi, lingkar perut dapat sedikit mengecil. Hal ini lebih terlihat pada orang yang kurus.

Namun sayangnya, berkurangnya lingkar perut ini bukan disebabkan oleh hilangnya lemak, melainkan semata-mata hilangnya komponen feses yang menumpuk di dalam usus.

Mitos 2: obat pencahar dapat menyebabkan kanker

Masih perlu studi lebih lanjut untuk membuktikan hal ini. Memang ada beberapa studi yang menyebutkan bahwa penggunaan pencahar dalam jangka waktu lama bisa meningkatkan risiko kanker usus besar.

Namun, hubungan antara keduanya masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Hal ini disebabkan, mereka yang minum obat pencahar dalam waktu lama biasanya adalah pasien yang mengalami sembelit kronis.

Sembelit kronis sendiri diketahui sebagai salah satu faktor risiko kanker usus besar.

Mitos 3: berhenti minum obat pencahar membuat sembelit datang kembali

Biasanya, seseorang yang kembali sembelit setelah berhenti minum obat pencahar dikarenakan oleh faktor penyebab konstipasi yang dialaminya belum teratasi. Jadi, hal itu terjadi bukan karena efek ketergantungan penggunaan obat pencahar.

Hendaknya perlu diketahui hal-hal yang menjadi penyebab sembelit, misalnya kurang asupan serat, kurang aktivitas fisik, dehidrasi, atau pengaruh efek samping obat tertentu.

Obat pencahar hanya akan ketergantungan jika disalahgunakan dalam jangka waktu yang lama, misalnya orang yang menggunakan obat pencahar untuk menurunkan berat badan.

Dampak buruk minum obat pencahar sembarangan

Obat pencahar yang diminum sembarangan bisa berakibat buruk pada kesehatan. Apalagi jika diminum rutin dengan tujuan menurunkan berat badan.

Beberapa dampak kesehatan yang mungkin muncul jika Anda sembarangan minum obat pencahar, antara lain:

1. Tubuh jadi dehidrasi

Kehilangan cairan tubuh merupakan salah satu dampak buruk penyalahgunaan obat pencahar. Gejalanya dapat berupa rasa lemas, hilangnya kemampuan konsentrasi, rasa haus, mulut kering, kulit kering, sakit kepala, dan jumlah urine atau frekuensi buang air kecil yang berkurang.

2. Gangguan keseimbangan elektrolit

Selain air, penyalahgunaan obat pencahar juga dapat mengakibatkan hilangnya elektrolit penting dalam tubuh, seperti natrium, kalium, kalsium, klorida, dan magnesium.

Gejala yang timbul antara lain adalah rasa lemah, mual, dan sakit kepala. Dampak yang lebih berat, dapat mengakibatkan gangguan irama jantung, penurunan kesadaran, dan kejang.

3. Kerusakan mukosa

Penyalahgunaan obat pencahar juga mengakibatkan kerusakan mukosa atau selaput lendir pada usus halus dan besar. Kerusakan mukosa usus tersebut dapat menimbulkan diare kronik, bahkan perdarahan saluran cerna.

Penggunaan obat pencahar yang tepat

Setiap orang mempunyai pola frekuensi BAB yang berbeda-beda, ada yang tiga kali seminggu atau malah tiga kali sehari. Seseorang mungkin mengalami konstipasi alias sembelit jika frekuensi BAB-nya berkurang dari biasanya. Umumnya, orang yang mengalami konstipasi, disertai keluhan mengejan lebih kuat dari biasanya akibat feses yang keras.

Agar obat pencahar tepat guna, ada baiknya Anda memerhatikan terlebih dulu faktor pencetusnya sebelum meminumnya.

Sering kali konstipasi muncul karena kurang makan makanan berserat (seperti buah dan sayur), kurang minum, atau kurangnya aktivitas fisik.

Perubahan pola hidup biasanya akan membantu menghilangkan gejala konstipasi pada sebagian besar orang. Jika keluhan menetap, Anda boleh menggunakan obat pencahar untuk membantu mengurangi gejala.

Obat pencahar merangsang kontraksi usus sehingga feses dapat lebih mudah terdorong keluar. Anda bisa memilih obat pencahar atau laksatif stimulan (merangsang pergerakan usus) dengan kandungan bisacodyl untuk menyembuhkan sembelit.

Selain itu, gejala sembelit atau konstipasi juga dapat diatasi dengan obat pencahar non-stimulan, seperti yang mengandung laktulosa. Obat ini bekerja dengan cara melunakkan feses sehingga memudahkan BAB.

Jika sembelit masih menetap hingga satu minggu meski telah minum obat, segera konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penyebab sembelit.

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Artikel dari ahli dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD

Mengungkap Kebenaran Mitos-Mitos Seputar Obat Pencahar

Banyak anggapan keliru atau mitos-mitos seputar obat pencahar yang belum terbukti kebenarannya. Agar lebih paham, simak penjelasan dr. Jimmy berikut ini.

Ditulis oleh: dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD
mitos obat pencahar

Yang juga perlu Anda baca

4 Manfaat Vitamin E untuk Rambut

Anda khawatir dengan rambut yang kusam dan bercabang? Vitamin E memiliki manfaat untuk membuat rambut Anda tetap sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Hidup Sehat, Kecantikan 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Porsi Olahraga Setelah Sembuh dari COVID-19

Olahraga setelah sembuh dari COVID-19 memiliki potensi bahaya. Oleh karena itu harus porsi olahraga harus disesuaikan dengan kondisi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

10 Ide Resep Makan Siang Gluten Free

Baik karena Anda memiliki penyakit Celiac, atau hanya ingin mencoba diet baru, berikut ini 10 resep gluten free yang sehat dan mengenyangkan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Nutrisi, Hidup Sehat 24 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Resepsi Pernikahan di Masa Pandemi, Bagaimana Risiko Penularannya?

Mengadakan resepsi pernikahan di tengah pandemi tetap memiliki risiko penularan COVID-19. Lalu bagaimana cara untuk mengurangi risikonya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Coronavirus, COVID-19 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab kentut

6 Penyebab Tubuh Anda Mengeluarkan Kentut

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
vitamin C mencerahkan kulit

Benarkah Vitamin C Bisa Membuat Warna Kulit Lebih Cerah?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 4 menit