Apa Beda Sakit Maag, Dispepsia, dan GERD?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Memiliki gejala yang kurang lebih sama, terkadang membuat orang menyamaratakan sakit lambung. Padahal ada beberapa tipe gangguan lambung dan masing-masingnya punya gejala tertentu. Yuk, ketahui apa saja perbedaan maag, dispepsia, dan GERD.

Apa perbedaan maag dan dispepsia?

perbedaan maag dan gerd

Sakit maag merupakan istilah umum yang menggambarkan rasa tidak nyaman karena adanya gangguan pencernaan. Sebetulnya, maag dikenal dengan istilah medis dispepsia.

Sakit maag atau dispepsia ditandai dengan rasa tidak nyaman pada area perut bagian atas dan bisa dialami siapa saja dalam rentang usia berapa pun. Saat orang mengalami maag atau dispepsia, sakitnya bisa datang dan pergi secara menetap. 

Gejala sakit maag ditandai dengan:

  • Perut terasa penuh saat makan, sebelum menghabiskan makanan.
  • Perut kenyang dan terasa tidak nyaman setelah makan dalam jangka waktu yang lama
  • Nyeri perut bagian atas atau ulu hati, terutama antara area tulang rusuk dan pusar
  • Kembung pada bagian atas perut, seperti sesak karena penuh gas
  • Buang angin dan bersendawa
  • Mual dan terkadang muntah

Deretan gejala di atas secara umum bisa dialami orang yang mengalami sakit maag atau dispepsia. Setiap orang mungkin saja mengalami gejala yang berjalan.

Dispepsia disebabkan oleh iritasi dinding lambung. Kondisi seperti kenaikan asam lambung atau tukak lambung (luka pada lambung) juga bisa memicu terjadinya dispepsia dan diikuti dengan beberapa gejala di atas.

Dispepsia merupakan kondisi sekumpulan gangguan pencernaan. Bila dibiarkan, tentu mengganggu keseharian Anda. Apalagi jika ada banyak pekerjaan yang perlu diselesaikan. Biasanya dispepsia atau sakit maag bisa disembuhkan dengan obat.

Sekarang Anda sudah tahu bahwa sakit maag dan dispepsia merupakan kondisi yang sama. Lalu, seperti apa perbedaan sakit maag dan GERD?

Mengetahui perbedaan antara sakit maag dan GERD

obat asam lambung, asam lambung naik, sakit asam lambung, makanan untuk asam lambung, mengatasi asam lambung

GERD dan sakit maag memiliki perbedaan. GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi ketika cairan asam lambung naik ke esofagus (kerongkongan) hingga mulut. Sebagian orang dengan sakit maag mungkin saja mengembangkan gejala GERD.

Namun, perbedaan antara GERD dan maag adalah timbul heartburn atau sensasi terbakar di dada, disertai gejala yang lebih berat. Kenaikan asam lambung ini bisa mengiritasi dinding esofagus dan menimbulkan rasa panas pada dada hingga kerongkongan.

Gejala umum yang ditimbulkan GERD agak lebih berat dibandingkan maag, seperti:

  • Heartburn setelah makan dan bisa lebih parah pada malam hari
  • Sakit pada dada
  • Kesulitan menelan
  • Naiknya cairan asam dari lambung atau makanan ke atas kerongkongan
  • Rasa mengganjal pada tenggorokan

Sementara itu, pada malam hari GERD juga menimbulkan beberapa gejala berikut pada beberapa orang.

  • Batuk kronik
  • Laringitis (pita suara bengkak, sehingga pasien bersuara serak)
  • Timbul asma, gejala lebih berat pada orang yang sudah memiliki asma
  • Gangguan tidur

Bila didiamkan, GERD bisa menimbulkan sesak napas atau sakit di sekitar rahang dan tangan. Gejala tersebut seakan mirip dengan serangan jantung. Ketika Anda merasakan rentetan gejala tersebut, lebih baik segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

GERD biasanya disebabkan oleh asam lambung yang sering naik. Ini terjadi karena cincin esofagus mulai mengendur dan tidak mampu menahan makanan untuk kembali ke kerongkongan dan cairan dari lambung. 

Dengan begitu, ini bisa memudahkan makanan atau cairan asam lambung naik ke atas dan menyebabkan heartburn. Inilah yang menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan juga kerongkongan Anda. Gejala heartburn biasanya menjadi pertanda utama yang merujuk seseorang mengalami GERD.

Sekarang Anda sudah mengetahui perbedaan antara maag dan GERD. Keduanya memiliki gejala yang berbeda dan perlu cepat diobati agar tidak menimbulkan dampak yang lebih buruk.

Cara tepat mengatasi sakit maag dan GERD

obat maag alami herbal asam lambung

Meskipun ada perbedaan sakit maag dan GERD, Anda masih bisa melakukan pertolongan pertama melalui konsumsi obat herbal. Anda bisa memilih obat herbal dengan kandungan kunyit, jahe merah, ananas, madu, akar manis, adas, dan daun mint untuk mengatasi gangguan lambung.

Kandungan alami dalam obat herbal tersebut dapat membantu meredakan mual dan muntah, perih ulu hati, ataupun kembung yang disebabkan maag ataupun GERD. Jangan lupa untuk membaca aturan pakai untuk mendapatkan efek yang optimal dalam meredakan gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Begini Cara Akar Manis Membantu Melindungi Lambung

Akar manis berguna untuk lambung dalam banyak cara. Yuk, luangkan waktu membaca penyebab lambung bermasalah dan manfaat licorice bagi lambung.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
gambar akar manis alias licorice yang bermanfaat untuk lambung
Gangguan Pencernaan, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Sindrom Usus Bocor, Masalah Pencernaan yang Misterius dan Memicu Banyak Penyakit

Sindrom usus bocor adalah kondisi saat bakteri dari saluran cerna memasuki darah lewat celah dinding usus. Uniknya, kondisi ini belum diakui dunia medis.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Pencernaan, Health Centers 13 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Panduan Berpuasa Bagi Penderita Maag

Makan sekaligus dalam porsi besar baik saat berbuka maupun sahur, justru bisa memicu serangan maag kambuh. Simak berbagai tips berpuasa untuk penderita maag.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Hari Raya, Ramadan 30 April 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
bahan kimia alat masak celiac

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit