Perut Kembung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 2 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit
Bagikan sekarang

Cek Arti Warna Feses Bayi

Kebanyakan orangtua baru mungkin akan bingung apakah feses bayi mereka normal atau tidak. Wajar, sebab terdapat beragam warna dan tekstur yang mungkin belum pernah dilihat sebelumya.

Cari Tahu di Sini!
parenting

Definisi

Apa itu perut kembung?

Perut kembung adalah salah satu gejala gangguan pencernaan yang bisa terjadi pada siapa saja. Biasanya, orang yang mengalami keluhan ini akan merasakan perut yang begah disertai sesak karena perut terasa sangat penuh.

Perut yang tampak membesar karena kembung dan begah sebenarnya normal, sebab ini merupakan proses biologis yang memang bisa dialami setiap orang. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan gas dalam saluran pencernaan.

Akan tetapi, keluhan ini juga dapat menjadi gejala dari gangguan pencernaan tertentu. Oleh sebab itu, perut kembung yang berlangsung lama atau disertai gejala lain perlu diperiksa lebih lanjut untuk diketahui penyebabnya.

Gejala

Apa tanda dan gejala dari perut kembung?

Selain membuat perut terasa sakit, penuh, dan begah, penumpukan gas yang menjadi penyebab perut kembung juga dapat ditandai dengan kondisi berikut.

1. Bersendawa

Sendawa adalah salah satu ciri khas perut yang sedang kembung. Ini adalah proses normal ketika tubuh mengeluarkan udara yang menumpuk di dalam perut. Beberapa orang bahkan bisa sendawa hingga 20 kali sehari ketika perutnya dipenuhi gas.

2. Perut membesar

Sensasi penuh dan padat dari dalam dapat membuat perut tampak buncit membesar dan terasa keras. Hal ini disebabkan karena gas dan sisa makanan memberi tekanan berlebih pada perut Anda.

3. Kentut

Perut yang begah karena terisi gas juga dapat membuat Anda buang angin alias kentut. Seperti sendawa, kentut merupakan cara tubuh untuk mengeluarkan gas dari dalam perut lewat anus atau dubur.

4. Sakit dan kram perut

Tekanan gas yang menumpuk pada bagian kanan atas usus besar bisa menyebabkan rasa nyeri atau kram. Sementara apabila gas menumpuk pada bagian kiri atas usus besar, rasa sakit atau kramnya dapat menjalar ke dada.

Kapan Anda perlu pergi ke dokter?

Rasa kembung dan begah pada perut umumnya tidak berbahaya. Kondisi ini akan berangsur membaik begitu kelebihan gas keluar dari saluran pencernaan Anda. Meski begitu, ada pula rasa kembung yang menandakan gangguan pencernaan serius.

Berikut sejumlah kondisi yang tidak boleh Anda abaikan.

1. Berat badan turun drastis

Jika Anda mengalami kembung dan penurunan berat badan yang cukup drastis, hal ini bisa menandakan penyakit celiac. Penurunan berat badan kemungkinan disebabkan karena tubuh tidak mampu menyerap zat gizi dengan baik.

2. Kram perut yang sangat parah

Kembung disertai kram yang parah pada bagian kiri bawah perut bisa menjadi tanda dari divertikulitis. Divertikulitis adalah peradangan pada kantong-kantong kecil yang terbentuk pada lapisan dalam usus besar.

3. Buang air besar berdarah

Perut kembung disertai BAB berdarah umumnya menandakan peradangan pada usus akibat penyakit Crohn atau kolitis ulseratif. Dokter mungkin akan menyarankan tes lebih lanjut berupa endoskopi, tes feses, atau biopsi jika diperlukan.

Penyebab

Penumpukan gas dapat terjadi dalam dua cara. Keduanya dapat terjadi sendiri-sendiri maupun bersamaan. Berikut mekanismenya.

1. Masuknya udara dari luar

Setiap kali Anda makan, minum, berbicara, atau menelan air liur, Anda tanpa sadar ikut memasukkan udara dari luar. Udara kemudian masuk ke dalam kerongkongan dan berubah bentuk menjadi gas di dalam lambung.

Jika jumlah gas dalam saluran cerna masih terbilang normal, Anda tentu tidak akan mengalami keluhan. Namun, udara terkadang masuk dalam jumlah banyak sehingga menumpuk dalam sistem pencernaan. Inilah yang disebut sebagai faktor luar atau eksogen.

2. Peningkatan produksi gas dalam usus

Beberapa orang memiliki sistem pencernaan yang tidak mampu mencerna makanan tertentu, misalnya serat dari biji-bijian. Dalam kondisi seperti ini, biasanya tubuh akan melepaskan sejumlah gas dalam bentuk hidrogen, metana, atau karbon dioksida.

Tubuh sebenarnya dapat mengeluarkan gas lewat sendawa atau kentut. Namun, bila pembentukan gas berlangsung terlalu cepat, gas akan menumpuk pada saluran cerna sehingga membuat perut kembung, mual, begah, dan tampak lebih besar.

Kondisi Penyebab Perut Kembung

Secara garis besar, penumpukan gas yang menyebabkan perut kembung bisa berawal dari berbagai faktor berikut ini.

1. Asupan makanan dan minuman

Ada beberapa jenis makanan yang cenderung lebih sulit dicerna oleh tubuh ketimbang bahan lainnya. Jenis makanan seperti ini biasanya membutuhkan waktu ekstra untuk dicerna atau bahkan dapat mengakibatkan perut begah setelah makanan.

Berikut contoh makanan dan minuman yang sering menyebabkan perut kembung.

Kacang-kacangan

Kacang-kacangan mengandung karbohidrat kompleks berjenis polisakarida yang sulit dicerna oleh lambung. Setelah kacang-kacangan diproses dan mencapai usus bagian bawah, makanan ini akan dipecah oleh bakteri.

Bakteri lalu memproses kacang-kacangan yang sebelumnya telah dihaluskan dalam lambung, Proses ini menghasilkan banyak gas. Jika Anda terlalu banyak makan kacang, gas yang dihasilkan pun semakin banyak sehingga menyebabkan kembung.

Makanan berlemak

Ketimbang zat gizi lainnya, lemak pada makanan bermanfaat baik karena memberikan rasa kenyang lebih lama. Namun, asupan lemak yang berlebihan bisa memperlambat proses pencernaan makanan dan pengosongan lambung.

Hal inilah yang nantinya menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut karena kembung dan begah. Supaya tetap mendapatkan manfaatnya tanpa menimbulkan efek samping bagi tubuh, sebaiknya makan makanan berlemak secukupnya saja.

Buah dan sayur

Beberapa jenis buah dan sayur turut andil menyebabkan kembung dan begah. Buah dan sayur yang dimaksud antara lain kol, brokoli, wortel, apel, dan sejenisnya. Bahan makanan ini tinggi akan gula, pati, dan serat yang memicu produksi gas berlebih.

Selain itu, buah dan sayur tersebut juga mengandung gula alami berupa sorbitol yang sulit dicerna oleh tubuh. Konsumsi gula alami dan serat yang terlalu banyak tersebut dapat merangsang bakteri pada pencernaan untuk menghasilkan gas.

Biji-bijian utuh

Kandungan serat biji-bijian cukup tinggi sehingga cenderung sulit dicerna oleh tubuh. Itulah mengapa bakteri di dalam sistem pencernaan akan mengeluarkan sejumlah gas selama mencerna biji-bijian, terutama ketika jumlahnya berlebih.

Pemanis buatan

Pemanis buatan yang ada di dalam makanan dan minuman, seperti sorbitol dan gula alami fruktosa, biasanya sulit dicerna oleh tubuh. Inilah yang lantas mengakibatkan penumpukan gas pada pencernaan sehingga menjadi penyebab perut kembung.

Susu dan produk olahannya

Susu sapi dan produk olahannya mengandung laktosa. Bagi orang dengan intoleransi laktosa, konsumsi produk-produk tersebut justru dapat meningkatkan produksi gas sehingga perut menjadi kembung dan begah.

Minuman bersoda dan berkarbonasi

Soda dan minuman berkarbonasi lainnya dapat menyebabkan penumpukan sejumlah gas dalam sistem pencernaan. Itu sebabnya setelah minum soda, Anda akan lebih sering bersendawa dan merasa kembung.

2. Kebiasaan makan

Di samping makanan yang Anda konsumsi, kebiasaan makan setiap harinya ternyata juga berpengaruh sebagai penyebab perut kembung.

Berikut contohnya.

Makan dan minum terlalu cepat

Makan dan minum dengan tergesa-gesa dapat menyebabkan perut terasa kembung dan begah. Pasalnya, kebiasaan yang satu ini membuat lebih banyak udara masuk ke dalam sistem pencernaan Anda.

Porsi makan terlalu banyak

Makan dalam porsi banyak memang praktis, tapi hal ini juga dapat berdampak buruk bagi Anda yang rentan mengalami begah dan kembung. Sebagai gantinya, cobalah alternatif dengan mengurangi porsi makan tapi dengan frekuensi yang lebih sering.

Banyak bicara saat makan

Terlalu banyak bicara saat makan juga bisa memicu masuknya sejumlah udara ke dalam sistem pencernaan. Secara tidak langsung, hal ini dapat menjadi penyebab perut kembung.

3. Kondisi medis tertentu

Dalam beberapa kasus, rasa kembung, begah, dan mual pada perut disebabkan oleh sejumlah gangguan pencernaan. Berikut adalah penyebab yang paling umum.

Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kesulitan tubuh dalam mencerna laktosa pada susu dan produk olahannya. Seseorang bisa mengalami intoleransi laktosa karena tubuhnya tidak menghasilkan enzim laktase yang dibutuhkan untuk proses pencernaan.

Tanpa adanya enzim pencernaan tersebut, laktosa akan sulit dicerna sehingga malah menyebabkan gangguan pencernaan. Masalah ini biasanya ditandai dengan perut kembung yang berlebihan, diare, hingga sakit perut setelah minum produk susu.

Penyakit celiac

Penyakit celiac adalah kondisi ketika tubuh seseorang menganggap gluten sebagai suatu ancaman. Gluten adalah protein yang ditemukan pada biji-bijian jenis gandum hitam, atau yang terkandung dalam tepung.

Bila penderita penyakit celiac mengonsumsi gluten, sistem imunnya akan menjadi sangat aktif hingga bisa menyerang jaringan usus yang sehat. Kondisi ini lambat laun dapat menyebabkan kerusakan lapisan usus dan menghambat penyerapan zat gizi.

Beberapa gejala penyakit celiac di antaranya perut kembung, diare, penurunan berat badan, sakit perut, muncul ruam kulit, dan gatal-gatal. Salah satu pengobatan yang disarankan adalah dengan menerapkan pola makan bebas gluten.

Irritable bowel syndrome (IBS)

Irritable bowel syndrome adalah gangguan pencernaan yang memengaruhi kerja usus besar. Otot usus besar biasanya berkontraksi untuk mendorong kotoran keluar. Pada kasus IBS, kontraksi otot ini biasanya tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Kontraksi yang terlalu kuat dapat mengakibatkan diare, sedangkan jika terlalu lemah bisa menyebabkan sembelit. Gejala yang biasa timbul adalah kram, sakit perut, perut kembung, sering kentut, konstipasi atau diare, mual, lemas dan lain sebagainya.

Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Gastroesophageal reflux disease adalah kondisi ketika asam lambung mengalir naik menuju kerongkongan. Hal ini menyebabkan munculnya sensasi terbakar pada dada (heartburn) serta sekumpulan gejala pada perut termasuk kembung.

Sembelit

Sembelit adalah kondisi ketika Anda sulit buang air besar secara teratur. Akibatnya, feses pun menumpuk dalam rektum. Feses yang menumpuk lama-kelamaan dapat membuat perut terasa penuh dan begah.

Penyakit Crohn

Penyakit Crohn adalah gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada bagian dalam saluran cerna. Meskipun bisa menyerang seluruh saluran pencernaan, bagian yang paling sering mengalaminya adalah usus halus dan usus besar.

4. Penyebab lainnya

Selain berbagai penyebab yang telah disebutkan sebelumnya, kebiasaan harian Anda juga bisa menjadi penyebab perut kembung. Ternyata, keluhan ini juga dapat dipicu oleh stres, kecemasan, serta kebiasaan merokok.

Diagnosis

Bagaimana cara mendiagnosis perut kembung?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan mendiagnosis penyebab perut begah Anda. Dokter biasanya akan lebih dulu menanyakan riwayat kesehatan Anda serta makanan dan minuman yang Anda makan baru-baru ini, lalu dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

Selama pemeriksaan fisik, dokter mungkin menekan pelan perut untuk menentukan apakah ada yang terasa abnormal. Dokter juga dapat mendengarkan suara perut Anda dengan stetoskop untuk mengecek seberapa baik fungsi saluran pencernaan Anda.

Tergantung hasil pemeriksaannya, dokter akan lanjut memeriksa tanda dan gejala lain seperti penurunan berat badan atau ada tidaknya darah dalam feses. Dokter kemudian dapat menyarankan beberapa tes tambahan lain untuk memastikan kondisi Anda.

Obat & Pengobatan

Apa pilihan obat dan pengobatan untuk perut kembung?

Perut kembung sebenarnya dapat membaik dengan perawatan rumahan. Namun, rasa kembung parah yang disebabkan oleh gangguan pencernaan mungkin perlu ditangani dengan obat-obatan di bawah ini.

  • Obat antispasmodik seperti dicyclomine dan hyoscyamine. Obat ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot usus dan saluran pencernaan.
  • Antibiotik seperti rifaximin. Obat ini diresepkan apabila rasa begah disebabkan oleh pertumbuhan bakteri berlebih dalam usus.
  • Obat prokinetik. Ini adalah obat pereda kembung resep yang bekerja dengan mempercepat gerak makanan di sepanjang saluran pencernaan.

Pencegahan

Apa saja perawatan rumahan untuk mengatasi kembung?

Berulang kali mengalami perut begah tentu merepotkan. Untuk mencegah kondisi ini terulang lagi di kemudian hari, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut.

1. Beraktivitas ringan

Aktivitas ringan seperti 30 menit jalan santai pada pagi atau sore hari dapat membantu melancarkan gerak usus. Bila usus berfungsi lancar untuk memindahkan makanan, gas yang terperangkap di dalam perut akan lebih teratur keluar melalui kentut.

2. Minum teh peppermint

Teh peppermint hangat diyakini dapat mengatasi perut begah dan kembung. Minuman ini bekerja dengan mengendurkan otot-otot usus sehingga melancarkan pengeluaran gas dan feses dari rektum.

3. Makan makanan berserat

Perut begah dan kembung sering kali disebabkan karena kekurangan asupan makan makanan berserat. Padahal, serat dapat melancarkan kerja sistem pencernaan saat mengolah makanan dan melunakkan feses agar tidak sulit dikeluarkan.

4. Berendam air hangat

Berendam dalam air hangat dapat melegakan perut yang terasa kencang. Ini karena berendam membantu mengurangi stres. Saat stres, saluran pencernaan Anda tidak berfungsi dengan baik sehingga proses pengeluaran gas menjadi terganggu.

Perut kembung adalah salah satu keluhan pencernaan yang sangat umum. Kondisi ini sebenarnya tidak serius dan bisa segera diatasi sendiri. Namun, bila keluhan ini tidak kunjung membaik dan disertai dengan gejala lainnya, segera konsultasikan kepada dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Jenis Makanan yang Bikin Kita Sering Kentut

Bila dalam satu hari rasa ingin buang angin datang terlalu sering, lama-lama Anda tentu kewalahan. Apa saja makanan pemicu sering kentut?

Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Hidup Sehat, Fakta Unik 21 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

Mencium Bau Kentut Ternyata Berpotensi Baik untuk Kesehatan

Meski baunya tak sedap dan kerap dihindari, ternyata mencium bau kentut juga dapat berdampak baik untuk kesehatan Anda, lho.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Fakta Unik 3 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Benarkah Cuka Apel Bisa Membantu Mengatasi Perut Kembung?

Bagi beberapa orang, cuka apel bisa digunakan untuk mengatasi perut kembung. Apakah sari cuka apel ini benar bisa mengobati kondisi tersebut?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Hidup Sehat, Tips Sehat 8 Januari 2020 . Waktu baca 4 menit

4 Manfaat Kentut Bagi Kesehatan Tubuh

Manfaat kentut begitu banyak bagi tubuh kita. Mulai dari kesehatan pencernaan hingga alergi bisa dideteksi lewat kentut. Bagaimana penjelasannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Hidup Sehat, Fakta Unik 31 Desember 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya gurita bayi

Bayi Ternyata Tak Boleh Pakai Gurita. Apa Bahayanya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 5 menit
perut kembung pada anak

Mengapa Perut Kembung Sering Terjadi pada Anak? Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 11 November 2020 . Waktu baca 5 menit
perut kosong hindari makan pedas dan asam

Kenapa Makanan Pedas Tidak Boleh Dimakan Saat Perut Kosong?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 30 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit