Membedakan Gejala Perut Mulas Akibat Asam Lambung Naik dan Gejala GERD

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 September 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Hampir semua yang berhubungan dengan perasaan sakit perut, nyeri di perut, dan kembung sering diartikan sebagai naiknya asam lambung. Tapi, sebenarnya tidak semua rasa sakit di perut ini benar-benar disebabkan oleh refluks asam lambung, bisa juga karena GERD. Itu sebabnya banyak orang yang mungkin mengira bahwa refluks asam lambung dan GERD adalah sama. Padahal, keduanya memang berhubungan tapi sebenarnya dua hal yang berbeda. Apa bedanya refluks asam lambung dan GERD?

Apa itu refluks asam lambung?

Lambung merupakan salah satu bagian dari sistem pencernaan yang bertugas memecah makanan yang masuk agar dapat diserap tubuh. Untuk memudahkan tugasnya ini, lambung memproduksi asam dan enzim. Jadi, asam memang sengaja dihasilkan oleh lambung. Tapi, jika jumlah asam yang dihasilkan terlalu banyak maka ini dapat menyebabkan masalah lambung, seperti refluks asam lambung.

Refluks asam lambung atau juga dikenal sebagai refluks gastroesofagus adalah aliran balik asam lambung  atau naiknya asam lambung ke kerongkongan. Pada tingkat rendah, refluks asam lambung merupakan bagian normal dari pencernaan dan pergerakan dalam sistem pencernaan. Sehingga, refluks asam lambung tidak dikatakan sebagai penyakit.

Dilansir dari Mayo Clinic, selama asam lambung naik Anda mungkin akan merasa makanan naik ke kerongkongan (tanpa disertai rasa mual atau ingin muntah), atau terasa asam di bagian belakang mulut. Anda mungkin juga merasakan sensasi terbakar di bagian dada atau dikenal sebagai heartburn. Untuk menghindarinya, sebaiknya Anda tidak mengonsumsi makanan yang memicu asam lambung naik, seperti makanan berlemak, kopi, dan cokelat.

Apa itu GERD?

GERD (gastroesophageal reflux disease) atau penyakit refluks gastroesofagus merupakan kelanjutan dari refluks asam lambung. Jika refluks asam lambung sering terjadi, setidaknya lebih dari dua kali per minggu, maka refluks asam lambung mungkin sudah berkembang menjadi GERD.

GERD juga biasanya menunjukkan gejala, seperti:

  • Heartburn¬†yaitu rasa panas seperti terbakar di ulu hati
  • Makanan terasa naik ke kerongkongan
  • Asam pada bagian belakang mulut
  • Mual
  • Muntah
  • Perut kembung
  • Kesulitan menelan
  • Batuk
  • Suara serak
  • Mengi
  • Nyeri dada, terutama saat berbaring di malam hari

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa refluks asam lambung merupakan bagian dari GERD yang merupakan suatu penyakit.

Bagaimana cara mencegah refluks asam lambung dan GERD?

Refluks asam lambung dan GERD keduanya bisa dicegah dengan cara mengubah gaya hidup. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah refluks asam lambung dan GERD adalah:

  • Menurunkan berat badan jika berat badan Anda berlebih
  • Menerapkan prinsip makan sedikit tapi sering
  • Usahakan agar kepala Anda lebih tinggi (setidaknya 10-15 cm) dari badan saat tidur
  • Hindari tidur setelah makan. Beri jeda waktu 2-3 jam antara makan dan tidur.
  • Hindari memakai baju atau ikat pinggang ketat
  • Hindari atau batasi konsumsi makanan atau minuman yang memicu asam lambung naik, seperti minuman soda, kopi, teh, jeruk, tomat, cokelat, makanan pedas dan berlemak
  • Berhenti merokok dan minum minuman beralkohol

Jika perubahan gaya hidup ini belum berhasil menyingkirkan refluks asam lambung, Anda mungkin perlu menggunakan obat, seperti antasida (terutama yang mengandung magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida), penghambat reseptor H2 (seperti cimetidine atau famotidine), dan penghambat pompa proton (seperti omeprazole).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Bahan Kimia pada Alat Masak Antilengket Tingkatkan Risiko Penyakit Celiac

Penyebab penyakit celiac belum diketahui. Namun, menurut studi terbaru, bahan kimia pada alat masak antilengket bisa meningkatkan risiko penyakit celiac.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Gangguan Pencernaan, Health Centers 25 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Merasa Bahagia Melalui Hormon Ternyata Bisa Mencegah Masalah Pencernaan

Penelitian terbaru menunjukkan adanya hormon yang dihasilkan saat seseorang merasa bahagia dapat membantu mencegah masalah pada pencernaan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Gangguan Pencernaan, Health Centers 21 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 20 Juni 2020 . Waktu baca 6 menit

Manfaat Bahan-bahan Herbal untuk Pengobatan Gangguan Lambung

Tak jarang orang memilih obat alami untuk bantu atasi maag. Apakah sajakah obat herbal yang bisa membantu atasi sakit maag? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Gastritis, Health Centers 18 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

perut panas setelah makan; perut perih setelah makan; perut mulas

Perut Panas dan Ulu Hati Sakit Setelah Makan? Begini Mengatasinya

Ditulis oleh: Priscila Stevanni
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
makan kekenyangan

Perut Begah Akibat Makan Kekenyangan? Ini Cara Cepat Mengatasinya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 2 September 2020 . Waktu baca 3 menit
makan tidak teratur

6 Dampak Buruk Akibat Makan Tidak Teratur

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 3 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
tanda cacingan

Perlu Tahu! Segudang Tanda Cacingan yang Sering Diabaikan

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 10 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit