Diare Pada Bayi Bisa Berbahaya, Ini Ciri dan Tanda yang Harus Diwaspadai Ortu

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Diare adalah gangguan pencernaan yang umum terjadi pada bayi. Meski begitu, diare pada bayi tidak boleh dipandang sebelah mata karena bisa menjadi parah dan mungkin berakibat fatal, seperti kematian. Oleh karena itu, orangtua perlu tahu tanda dan ciri diare pada bayi agar ia bisa mendapatkan perawatan lebih cepat.

Memangnya, apa saja tanda dan ciri-ciri diare pada bayi? Yuk, cari tahu jawabannya berikut ini.

Tanda dan ciri diare pada bayi

Diare pada bayi harus ditangani dengan sigap. Alasannya, karena bayi sangat rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan dalam tubuh. Kondisi ini terjadi karena bayi tidak bisa memenuhi kebutuhan asupan cairannya sendiri. Mereka perlu bantuan orang dewasa untuk memperoleh cairan dari makanan atau minuman.

Guna mencegah dehidrasi dan komplikasi diare lainnya pada bayi, orangtua perlu meningkatkan pengetahuan seputar diare, salah satunya tahu tanda dan ciri-ciri diare yang ditunjukkan oleh bayi. Dengan begitu, si kecil akan lebih cepat mendapatkan perawatan yang tepat.

Berikut ini tanda dan ciri-ciri diare yang mungkin terjadi pada bayi, meliputi:

1. Buang air lebih banyak dari biasanya

ruam popok pada bayi

Tanda dan ciri diare yang khas pada bayi adalah ia sering buang air lebih dari biasanya. Menurut Seattle’s Children Hospital, bayi baru lahir yang diberi ASI, normalnya akan buang air besar sebanyak 6 kali dalam sehari.

Sementara, bayi baru lahir yang diberi susu formula akan buang air besar sebanyak 8 kali sehari pada minggu pertama.

Walaupun mereka sering buang air besar, jika tidak melewati batas normal yang disebutkan di atas, ini tidak menunjukkan ciri diare pada bayi baru lahir.

Seiring waktu —tepatnya memasuki usia 2 bulan— frekuensi buang air besar bayi akan berkurang. Bayi yang diberi ASI normalnya akan buang air sebanyak 3 kali sehari. Pada bayi yang diberi susu formula, normalnya ia akan buang air 1 hingga 2 kali sehari.

Bila Anda mengamati bayi buang air besar lebih dari batas normal tersebut, kemungkinan besar ini adalah ciri dari diare.

2. Feses berair dan berbau busuk

mengganti popok bayi

Selain frekuensi buang air besar yang lebih sering, ciri diare pada bayi yang perlu diwaspadai orangtua adalah tampilan feses yang berubah. Bayi sehat yang minum ASI, tampilan fesesnya adalah lunak dan kekuningan sedangkan bayi yang minum susu formula, feses bayi akan lebih padat dan kecokelatan.

Nah, bila tampilan feses jadi lebih cair atau bahkan berlendir, ini bisa menjadi tanda bahwa bayi sedang diare. Membedakan feses bayi yang minum ASI dengan saat ia diare, mungkin lebih sulit karena tekstur feses yang kadang lunak dan bisa juga berair.

Perlu dicatat bahwa, ciri bayi diare ini biasanya diikuti dengan bau feses yang lebih menyengat, kadang feses berlendir, dan tentunya frekuensi buang air besar yang lebih sering.

3. Demam

persiapan terbang bersama bayi

Penyebab diare pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Dikutip dari Kids Health, diare pada bayi biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan parasit.

Kuman tersebut masuk ke dalam tubuh bayi karena kebiasaannya yang sering memasukkan tangan atau mainan ke mulut. Keduanya menjadi perantara perpindahan kuman dari lingkungan.

Setelah masuk ke mulut, kuman bisa menginfeksi saluran pencernaan. Respons tubuh saat terinfeksi inilah yang menyebabkan bayi mengalami tanda dan ciri diare berupa kenaikan suhu tubuh di atas normal atau demam. Pada kondisi ini, sistem imun anak sedang beraksi melawan kuman penyebab diare.

4. Masalah pencernaan

bayi menangis tidak keluar air mata

Selain sering buang air, bayi juga mengalami masalah pencernaan lainnya saat diare. Masalah pencernaan yang muncul sebagai ciri diare pada bayi adalah perut kembung, mulas, mual, dan muntah.

Kondisi ini terjadi akibat usus bayi yang terinfeksi. Anda mungkin mendapati perutnya sering berbunyi dan si kecil jadi tidak nafsu makan.

5. Rewel

masuk angin pada bayi

Bayi yang tidak bisa berkomunikasi dengan Anda, hanya bisa menangis ketika ia merasakan gejala diare. Bila ia lebih rewel dari biasanya dan terlihat lemah, ini bisa menjadi tanda dan ciri-ciri bahwa bayi mengalami diare.

Menangis adalah satu-satunya cara bayi untuk berkomunikasi dengan orang di sekitarnya. Entah karena ia lapar, mengantuk, atau merasakan tidak nyaman dari gejala suatu penyakit, salah satunya diare.

Tanda dan ciri diare di atas umumnya dialami oleh bayi. Namun, tidak semua bayi akan mengalami gejala diare yang sama. Kemungkinan ada juga gejala lain yang tidak disebutkan di atas. Namun, yang perlu diutamakan adalah pertolongan pertama agar kondisi bayi tidak semakin memburuk.

Ciri bayi diare sebagai tanda peringatan bahaya

Selain ciri diare yang telah dipaparkan di atas, kondisi bayi yang semakin memburuk juga akan menimbulkan gejala tambahan. Munculnya ciri diare ini pada bayi menunjukkan bahwa bayi mengalami dehidrasi. Ini adalah peringatan bahwa si kecil perlu mendapat perawatan dokter atau rumah sakit yang lebih lengkap.

Berikut ini ciri diare pada bayi yang menandakan kondisi berbahaya, antara lain:

Urine berkurang dan berubah

Kekurangan cairan tubuh akibat diare membuat bayi memunculkan tanda dan ciri ini. Biasanya, urine bayi yang lebih mudah berwarna putih. Ini menandakan bahwa asupan cairannya tercukupi dengan baik.

Sebaliknya jika urine yang keluar hanya sedikit dan berwarna kuning pekat atau lebih gelap, tubuhnya mengalami dehidrasi.

Bibir dan mata kering

Dehidrasi juga membuat cairan tubuh berkurang sehingga membuat bibir jadi kering. Bahkan saat bayi menangis, tidak ada air mata yang keluar. Matanya terlihat kuyu dan mencekung kantung matanya.

Bayi terlihat lemah

Bayi yang biasanya ceria, mungkin akan menunjukkan ciri yang terlihat jelas ketika sedang diare, yakni mereka jadi pasif. Kebanyakan terus menangis sehingga membuat orangtua khawatir.

Selain itu, bila bagian ubun-ubunnya di sentuh, Anda akan merasakan permukaannya mencekung ke bawah.

Kapan harus ke dokter?

Munculnya ciri dehidrasi pada bayi akibat diare sebenarnya dapat dicegah, yakni dengan memastikan si kecil mendapat perawatan yang tepat. Pada bayi berusia di bawah 6 bulan, cara mengatasi diare sebaiknya diawasi oleh dokter.

Pasalnya, bayi yang masih muda ini punya sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna dan tidak dianjurkan minum air putih untuk memenuhi asupan cairan yang hilang. Pastikan Anda membawa bayi ke dokter, jika ia menunjukkan ciri-ciri diare seperti berikut:

  • Diare terjadi lebih dari tiga hari atau berulang kali buang air besar
  • Muntah berulang kali namun tidak mau atau tidak bisa minum cairan selain ASI
  • Feses yang keluar bercampur dengan darah

Meski bayi menunjukkan ciri diare, orangtua diharapkan tidak menghentikan pemberian ASI atau susu formula karena ini adalah satu-satunya makanan yang bisa ia cerna.

Sementara pada bayi yang lebih dewasa, ciri diare yang ditunjukkan bisa diringankan dengan memberikan larutan oralit. Selain itu, meningkatkan asupan cairan dengan minum air putih, minum susu formula atau ASI, dan makanan yang baik untuk sistem pencernaannya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 3, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 25, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca