8 Ciri dan Tanda Diare pada Bayi yang Harus Orangtua Waspadai

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 08/04/2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Diare adalah gangguan pencernaan yang umum. Meski begitu, diare pada bayi harus cepat dikenali dan ditangani dengan sigap. Masalah buang-buang air dapat menjadi bahaya karena bayi sangat rentan mengalami dehidrasi, yang dapat berakibat fatal baginya. Maka, orangtua perlu tahu berbagai tanda dan ciri bayi yang sedang diare agar cepat mendapatkan pengobatan.

Ciri diare yang umum ditunjukkan bayi

Setiap bayi mungkin menunjukkan tanda yang beragam ketika terkena diare. Mengetahui tanda-tandanya akan membantu Anda mengatasi gangguan pencernaan ini dengan lebih tepat.

Berikut ini adalah tanda dan ciri-ciri diare yang mungkin terjadi pada bayi:

1. Buang air lebih banyak dari biasanya

ruam popok pada bayi

Salah satu tanda paling khas dari diare pada bayi adalah BAB yang lebih sering dari biasanya.

Menurut Seattle’s Children Hospital, frekuensi BAB normal untuk bayi baru lahir yang menyusu ASI adalah sebanyak 6 kali dalam sehari. Sementara itu bayi baru lahir yang diberi susu formula akan buang air besar hingga 8 kali sehari pada minggu pertama.

Bayi yang baru lahir memang cenderung sering buang air. Namun jika Anda menyadari frekuensinya melewati batas normal yang disebutkan di atas, ini menunjukkan ciri diare pada bayi baru lahir.

Bagaimana dengan pola BAB bayi yang usianya sudah lebih besar? Memasuki usia 2 bulan, frekuensi buang air besar umumnya bayi akan berkurang. Bayi di usia 2 bulan ke atas yang menyusu ASI normalnya akan buang air sebanyak 3 kali sehari. Bayi yang diberi susu formula normalnya akan buang air 1-2 kali sehari.

Lagi-lagi, bila Anda mengamati kebiasaan BAB bayi jadi lebih sering daripada normalnya, kemungkinan besar ia sedang diare.

2. Feses berair dan berbau busuk

mengganti popok bayi

Selain BAB jadi lebih sering, ciri diare lain yang perlu orangtua perhatikan adalah bagaimana tampilan feses (pup) bayi.

Feses dari bayi yang sehat dan menyusu ASI tampak lunak dan berwarna kekuningan, sementara bentuk feses bayi yang minum susu formula lebih padat dan berwarna kecokelatan.

Apabila Anda memerhatikan baik bentuk dan warna feses bayi berubah drastis, ini bisa menjadi tanda bahwa ia kena diare.

Feses bayi yang diare umumnya akan lebih cair dengan bau busuk yang lebih menyengat. Kadang, diare juga bisa membuat bayi mengeluarkan feses berlendir.

3. Demam

persiapan terbang bersama bayi

Dikutip dari Kids Health, penyebab diare pada bayi yang berusia lebih besar biasanya adalah infeksi bakteri, virus, dan parasit.

Infeksi ini terjadi karena bayi cenderung memiliki kebiasaan untuk memasukkan tangan atau mainan yang kotor ke mulut. Setelah masuk ke mulut, kuman bisa menginfeksi saluran pencernaan.

Nah, demam adalah salah satu tanda yang ditunjukkan bayi bahwa sistem imun tubuhnya sedang melawan infeksi penyebab diare.

Tidak semua demam pada anak harus diturunkan. Namun, peningkatan suhu tubuh yang lebih tinggi daripada 38,9–40℃ dapat meningkatkan risiko anak mengalami dehidrasi.

4. Perut bayi berbunyi nyaring

bayi menangis tidak keluar air mata

Salah satu ciri diare pada bayi yang bisa Anda cepat kenali adalah bunyi perutnya. Pada kondisi normal, bayi yang sehat memang kadang mengeluarkan suara gemuruh dari perutnya. Bunyi perut bayi adalah reaksi normal yang berasal dari kontraksi usus saat mencerna makanan.

Namun, suara perut yang terdengar tidak teratur dan lebih kencang atau nyaring dari biasanya dapat menjadi tanda bayi sedang diare. Kondisi ini terjadi akibat usus bayi yang terinfeksi.

Masalah pencernaan lain yang dapat bayi alami adalah perutnya keras karena kembung, hingga mual muntah. Anda juga mungkin mendapati si kecil jadi tidak nafsu makan.

5. Rewel

masuk angin pada bayi

Bayi belum bisa berkomunikasi secara verbal dengan Anda. Ia hanya bisa menangis ketika merasa tidak nyaman. Begitu pun saat si kecil terkena diare.

Namun, dengarkan dengan seksama seperti apa pola tangisannya. Suara bayi yang menangis karena lapar atau mengantuk akan sangat berbeda dengan tangisan bayi karena kesakitan.

Bayi mungkin merasa kesakitan jika ia tiba-tiba menangis dengan kuat. Di sisi lain, bayi yang sedang sakit mungkin juga menangis lirih dengan suara lemah karena tidak bertenaga.

Secara umum jika bayi Anda terlihat lemah dan sangat atau lebih rewel dari biasanya, ini bisa menjadi tanda ia sedang mengalami diare.

Nah, itulah lima ciri umum yang ditunjukkan bayi saat terkena diare. Namun, tidak semua bayi yang kena diare akan menunjukkan tanda yang sama. Kemungkinan ada juga gejala lain yang tidak disebutkan di atas.  Jika Anda merasa tidak yakin, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Tanda bayi mengalami dehidrasi saat diare

Terlepas dari apa tanda diare yang ditunjukkan, orangtua harus cepat memberikan pertolongan pertama saat anak diare agar kondisinya tidak semakin memburuk.

Diare yang terus dibiarkan tanpa perawatan dapat mengakibatkan bayi mengalami dehidrasi. Jangan sepelekan dehidrasi pada bayi karena kondisi ini dapat berakibat fatal baginya.

Waspadai beberapa tanda dehidrasi pada bayi yang sedang diare berikut ini:

Urine berkurang dan berubah

Ketika bayi yang diare sudah sampai mengalami dehidrasi, tanda bahaya pertama yang bisa Anda lihat adalah penampakan urine-nya.

Dehidrasi akan membuat urine yang keluar hanya sedikit dan berwarna kuning pekat atau lebih gelap. Perubahan urine ini terjadi karena bolak-balik BAB dan demam akibat diare membuat bayi cenderung kehilangan banyak cairan tubuh.

Bibir kering dan mata cekung

Dehidrasi membuat cairan tubuh berkurang sehingga kulit bayi akan terlihat lebih kering. Anda dapat memastikan kondisi kulitnya dengan cara mencubit lebar kulit perut anak dan tahan 30 detik. Cubit pelan saja.

Perhatikan waktunya saat Anda melepas cubitan tersebut. Kulit bayi yang sehat seharusnya terasa kenyal dan dapat membal kembali setelah dicubit dalam waktu kurang dari 1 detik. Bila kulit baru kembali ke kondisi normal dalam 5-10 detik atau bahkan lebih 10 detik, artinya bayi mengalami dehidrasi cukup berat.

Anda juga bisa mengeceknya dengan menyentuh ubun-ubun kepala bayi. Jika setelah disentuh permukaan kulit mencekung ke bawah dan kembalinya lama, ini tanda turgor kulit bayi buruk akibat dehidrasi.

Selain membuat kulit bayi kering, dehidrasi juga membuat bibirnya tampak kering dan pecah-pecah. Dehidrasi taraf sedang hingga berat juga membuat mata bayi tampak kuyu dan cekung (celong).

Bayi terlihat lemah

Tanda diare belum sampai tahap dehidrasi jika bayi masih terlihat aktif dan ceria meski terus bolak-balik BAB. Si kecil juga tidak mengalami dehidrasi apabila ia masih minta minum putih seperti biasa, dan matanya tidak cekung (celong).

Namun ketika bayi menjadi lebih pasif dan terus menangis, ini mungkin menunjukkan ia sedang kena diare.

Ciri diare pada bayi yang harus segera diperiksakan ke dokter

Diare pada bayi harus segera ditangani dengan tepat agar kondisinya tidak semakin memburuk. Terlebih,  sistem imun tubuh bayi belum sematang orang dewasa sehingga lebih rentan jatuh sakit dengan gejala yang lebih parah.

Segera bawa bayi ke dokter jika ia menunjukkan ciri diare seperti berikut:

  • Diare terjadi lebih dari tiga hari atau berulang kali buang air besar
  • Muntah berulang kali namun tidak mau atau tidak bisa minum cairan selain ASI
  • Feses yang keluar bercampur dengan darah

Meski bayi menunjukkan ciri diare, orangtua diharapkan tidak menghentikan pemberian ASI atau susu formula karena ini adalah satu-satunya makanan yang bisa ia cerna.

Sementara pada bayi yang lebih dewasa, diare bisa diringankan dengan memberikan lebih banyak air putih yang diselingi dengan larutan oralit guna mencegah dehidrasi dan komplikasi diare lainnya

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . Waktu baca 6 menit

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 09/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21/05/2020 . Waktu baca 6 menit
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12/04/2020 . Waktu baca 5 menit