7 Prinsip Pencegahan Diare yang Harus Diterapkan Setiap Hari

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 April 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Diare umum terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Penyakit ini menimbulkan gejala mencret (feses berair) terus-menerus, perut mulas, hingga mual dan muntah yang bisa mengganggu aktivitas. Daripada mengobati, yuk, terapkan langkah pencegahan diare berikut ini!

Pencegahan diare dalam kehidupan sehari-hari

Jangan pernah sepelekan diare. Pada bayi dan anak-anak, lansia, dan orang yang daya tahan tubuhnya rendah, diare berhari-hari dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan komplikasi serius lainnya.

Oleh karena itulah tindakan pencegahan diare harus menjadi prioritas dalam hidup. Lebih baik mencegah ketimbang mengobati diare, bukan?

1. Rajin cuci tangan

Anak laki-laki cuci tangan pakai sabun

Cuci tangan adalah cara paling utama untuk mencegah penyebaran kuman penyebab diare. Mencuci tangan harus dilakukan sesering mungkin agar terhindar dari diare, tapi menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat paling diutamakan pada waktu berikut ini:

  • Sebelum, selama, dan setelah memasak atau menyiapkan makanan.
  • Sebelum makan.
  • Setelah dari kamar mandi, setelah menggunakan toilet untuk BAK/BAB.
  • Setelah membuang sampah.
  • Setelah mengganti popok anak.
  • Setelah bermain dengan binatang peliharaan, setelah membersihkan kandangnya, setelah memberi makan binatang.
  • Setelah batuk, bersin, atau membersihkan kotoran hidung.

Nah, cara Anda mencuci tangan juga harus benar sebab agar perlindungannya terhadap penyakit dapat bekerja maksimal.

Cuci tanganlah dengan sabun di bawah air mengalir selama 20 detik. Pastikan Anda menggosok setiap sela-sela jari dan celah di balik kuku, kemudian bilar dengan air mengalir hingga bersih. Keringkan tangan dengan tisu atau handuk bersih. Baca tautan berikut untuk tahu lebih dalam mengenai cara cuci tangan yang benar.

Selalu siap sedia hand sanitizer yang mengandung alkohol jika situasi dan kondisi tidak memungkinkan Anda untuk cuci tangan dengan air.

2. Jangan jajan sembarangan

jajan sembarangan diare
Sumber: Wikimedia

Hindari jajan sembarangan untuk mencegah Anda dan keluarga dari diare karena makanan yang dijual di di pinggir jalan tidak terjamin kebersihannya.

Makanan dan minuman yang diolah dan dijajakan di tempat terbuka rentan terkontaminasi dari kuman lingkungan. Beberapa di antaranya seperti E.coli, Salmonella, Listeria, Campylobacter, dan Clostridium perfringens tidak cuma menyebabkan diare, tapi juga bisa memicu keracunan makanan dan bahkan tipes. Itu kenapa sering jajan sembarangan bikin kita gampang sakit.

Jadi ketimbang jajan, membawa bekal atau makan di restoran yang terjamin pasti kebersihannya merupakan cara yang lebih baik untuk mencegah diare.

3. Masak makanan dengan benar

tips memasak daging mentah

Cara menyiapkan, mengolah, dan menyajikan makanan yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena bakteri bisa mengontaminasi bahan makanan Anda lewat berbagai cara.

Ambil contoh, sayuran atau buah yang setelah dipanen mungkin masih ditempeli oleh sisa-sisa tanah atau kotoran lain yang tercemar kuman, tempat penyimpanannya yang tidak bersih, proses produksi yang tidak terkontrol dengan baik, hingga penggunaan air yang terkontaminasi.

Bila makanan tersebut tidak dicuci dengan benar, bakteri tetap dapat menempel. Jadi, tindakan pencegahan diare yang tepat dalam hal ini adalah mencuci makanan dengan benar. Bila perlu kupas habis kulit sayuran atau buah yang terpapar tanah.

The University of Maine menjelaskan cara mencuci sayur dan buah dengan benar sebagai cara tepat mencegah diare. Ikuti langkah mencuci buah dan sayur sebagai tindakan pencegahan diare:

  • Pilih sayur atau buah yang kotor untuk dicuci lebih dahulu
  • Gunakan air mengalir untuk mencuci sayur dan buah
  • Gosok-gosok permukaan buah dan sayur hingga bersih, bila perlu gunakan sikat khusus
  • Untuk sayuran bercelah seperti kembang kol dan brokoli, rendam lebih dahulu selama 1 hingga 2 menit
  • Setelah dicuci, keringkan dan tempatkan pada wadah yang bersih

Tindakan pencegahan diare tidak hanya sebatas mencuci makanan hingga bersih, tapi juga melibatkan proses pengolahan. Pasalnya, ada beberapa orang yang mengalami diare karena makan makanan mentah.

Beberapa bakteri yang bandel kemungkinan masih dapat menempel pada bahan makanan Anda meski sudah dicuci sebelumnya. Maka, Anda perlu memasak daging ayam, sapi, atau telur hingga matang, sebagai tindakan pencegahan.

Jangan lupa untuk memastikan kebersihan peralatan memasak yang digunakan. Jika makanan sudah dicuci bersih tapi tidak dengan peralatannya, bakteri tetap bisa tercampur ke dalam makanan.

Jadi, terapkan cara mencegah paparan bakteri penyebab diare mulai dari pemilihan, pencucian, pengolahan, hingga penyajian makanan.

4. Jangan berenang saat tidak enak badan

anak berenang

Meski terdengar aneh, ternyata berenang bisa menyebabkan diare. Kondisi ini terjadi akibat Anda atau si kecil menelan air kolam yang terkontaminasi bakteri.

Bakteri penyebab diare bercampur dengan air kolam ketika orang yang terinfeksi tidak membersihkan dirinya dengan benar setelah buang air besar. CDC melaporkan bahwa bakteri penyebab diare, seperti Cryptosporidium sp. dan Giardia dapat bertahan selama 45 menit di air kolam yang sudah diberi klorin.

Bila air kolam ini terminum, bakteri bisa menginfeksi dan menyebabkan diare berminggu-minggu. Tindakan pencegahan diare yang tepat untuk hal ini adalah mengurungkan niat untuk renang bila tubuh sedang tidak sehat.

Keluhan tidak enak badan menandakan sistem imun yang sedang lemah. Jika Anda berenang di air yang terkontaminasi, risiko terjadi diare akan semakin besar. Cara mencegah diare lainnya adalah berenang dengan hati-hati supaya air tidak terminum.

5. Jaga pola makan

makanan tinggi serat untuk diabetes

Makanan tertentu, misalnya yang pedas, bersantan, atau berempah kuat dapat memicu diare pada sebagian orang. Sebagian lainnya mungkin lebih mudah kena diare jika terlalu banyak minum kopi, susu, jus buah, atau makanan yang mengandung pemanis buatan.

Beberapa orang yang memiliki alergi makanan, intoleransi makanan, atau gangguan pencernaan seperti penyakit Celiac dan penyakit Crohn juga mungkin lebih sensitif terhadap makanan-makanan tertentu yang dapat memicu mereka diare.

Maka itu, tindakan pencegahan diare yang tepat untuk orang-orang ini adalah menghindari makanan pemicunya agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di kemudian hari. Anda juga bisa membaca dulu komposisi makanan yang tertera di belakang kemasan untuk menghindari bahan makanan yang mungkin dapat memicu diare Anda.

Cara mencegah diare lainnya adalah menjaga asupan makanan berserat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi serat bisa membuat feses jadi lunak bahkan cair seperti saat diare. Jadi, perhatikan asupan serat Anda per harinya agar diare bisa dihindari.

Konsultasikan lebih lanjut pada dokter atau ahli gizi jika Anda memang punya masalah kesehatan tertentu.

6. Dapatkan vaksin

Efek samping vaksin difteri

Rotavirus adalah satu penyebab diare yang umum. Virus ini dapat bertahan dalam waktu tertentu di lingkungan, terutama saat musim hujan. Bayi dan anak-anak adalah kelompok yang rentan terinfeksi virus ini.

Menurut National Library of Medicine, cara mencegah penularan virus penyebab diare ini adalah mendapatkan suntikan vaksin. Tindakan pencegahan diare ini dilakukan sebelum bayi berusia 5 tahun dengan 2 hingga 3 kali penyuntikan.

Dosis pertama diberikan pada bayi usia 2 bulan, dosis kedua pada usia 4 bulan, dan usia 6 bulan untuk dosis ketiga. Tindakan pencegahan diare ini pertama kali dilakukan sebelum bayi berusia 15 minggu. Agar buah hati terhindar dari diare, konsultasikan cara pencegahan diare ini dengan dokter anak.

7. Makan makanan probiotik

jenis yogurt

Cara mencegah diare yang bisa Anda lakukan di rumah adalah mengonsumsi makanan mengandung probiotik. Tindakan pencegahan diare ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan bakteri baik di usus.

Makanan probiotik adalah makanan yang ditambahkan bakteri, seperti Lactobacillus acidophilus. Adanya bakteri baik membantu sistem pencernaan makanan jauh lebih baik. Bahkan bisa menjadi tindakan pencegahan diare terkait antibiotik.

Contoh makanan yang tepat untuk pencegahan diare ini adalah yogurt, tempe, atau kimchi—makanan khas Korea dari sawi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kupas Tuntas Gejala, Penyebab, dan Perawatan Diare Pada Ibu Menyusui

Diare bisa menyerang siapa saja, termasuk pada ibu menyusui. Lantas, apa penyebab, gejala, dan pengobatannya? Baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 10 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Apa Bedanya Diare Akut dan Diare Kronis?

Diare umumnya dibedakan menjadi akut dan kronis berdasarkan lama waktu sakitnya. Namn ternyata, jenis diare bukan cuma dua itu.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

4 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Menyusui Saat Bayi Diare

Saat bayi diare, sang ibu harus memperhatikan pilihan makanan. Berikut ini ada beragam makanan yang harus dihindari ibu menyusui saat bayi diare.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Panduan Pemberian Susu untuk Bayi dan Anak Kecil yang Sedang Diare

Diare yang menyerang bayi dan anak membuat orangtua khawatir, terutama untuk kebutuhan susu. Memangnya, sepeti apa susu terbaik untuk mereka?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Diare, Health Centers 9 April 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit
diare tanda hamil muda

Diare Jadi Tanda Anda Sedang Hamil Muda, Benar atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

Pilihan Obat yang Ampuh untuk Meredakan Gejala Muntaber

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 21 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit
bakteri penyebab diare

Kenali Berbagai Jenis Bakteri Penyebab Diare

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 12 April 2020 . Waktu baca 5 menit