7 Gejala Umum dari Nyeri Sendi, dan yang Muncul Khas Sesuai Penyakit Penyebab

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 18 April 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Ketika persendian Anda mengalami cedera atau kerusakan, gejala yang paling pertama muncul adalah nyeri sendi. Namun, keluhan yang muncul seringkali bukan semata berupa rasa sakit atau nyeri. Sebagian orang bahkan mungkin tidak menyadari apa yang mereka rasakan termasuk sebagai gejala nyeri sendi karena suatu penyakit tertentu. Agar tidak terlambat mengetahuinya, simak apa saja gejala nyeri sendi yang harus Anda ketahui.

Tanda–tanda dan gejala nyeri sendi yang umum

Dikutip dari Mayo Clinic, penyebab nyeri sendi bisa berasal dari masalah pada persendian itu sendiri, tulang rawan, ligamen, tendon, atau otot yang mengitarinya.

Berikut adalah gejala paling umum dari nyeri sendi, terlepas dari apa pun sumber penyebabnya:

1. Rasa nyeri atau sakit

Segala sesuatu yang membuat tubuh menjadi sakit tentu membuat Anda merasa terganggu dan tidak nyaman.

Rasa sakit muncul karena pelepasan bahan kimia seperti bradykinin dan histamin yang merangsang ujung saraf bereaksi memunculkan sensasi nyeri. Akan tetapi, tidak semua rasa sakit yang dialami menghasilkan sensasi yang sama.

Berawal dari rasa sakit yang ringan dan mudah hilang, nyeri sendi bisa bertambah parah dan terasa menyakitkan. Sensasi nyeri juga dapat berkisar dari sakit berdenyut ringan hingga sensasi berat, terbakar, kesemutan, mati rasa (kebas atau baal), atau seperti tusukan tajam pada satu atau beberapa sendi.

2. Kulit sekitar sendi hangat dan memerah

Kemerahan pada kulit di sekitar sendi yang bermasalah merupakan salah satu gejala yang pertama kali muncul menyertai nyeri. Kulit yang memerah juga dapat terasa hangat ketika disentuh.

Nyeri sendi umumnya disebabkan oleh peradangan dalam tubuh, entah itu yang langsung memengaruhi sendi terdampak atau pada organ tubuh lain yang berhubungan.

Proses peradangan memicu sistem imun sel darah putih yang kemudian meningkatkan aliran darah ke daerah sendi yang mengalami cedera atau infeksi. Akibatnya, area persendian tersebut akan terasa hangat dan terlihat kemerahan.

Gejala yang satu ini sering terjadi pada kasus nyeri sendi yang diakibatkan arthritis serta rheumatoid arthritis. Panas dan kemerahan juga bisa terjadi karena cedera pada sendi atau struktur di sekitarnya, misalnya akibat parah tulang, keseleo, atau terkilir.

Selain itu, rasa hangat juga merupakan bagian normal dari proses penyembuhan setelah prosedur penggantian sendi lewat operasi.

3. Area sekitar sendi membengkak

Selain terasa hangat dan memerah, area sekitar persendian yang terdampak dapat terlihat membesar atau membengkak.

Pembengkakan yang menjadi gejala nyeri sendi terjadi karena adanya proses inflamasi pada jaringan persendian atau struktur di sekitarnya yang mengalami kerusakan.

Selama proses peradangan, senyawa kimia yang dilepas sistem imun dapat mengakibatkan kebocoran cairan ke dalam jaringan sehingga area tersebut membengkak.

Proses pembengkakan ini juga dapat merangsang saraf dan menyebabkan rasa sakit.

4. Sendi kaku dan sulit digerakkan

Bagi kebanyakan orang, nyeri sendi dapat memunculkan gejala berupa kekakuan sehingga sulit digerakkan.

Kekakuan pada sendi dapat dipicu oleh beragam hal yang mungkin mendasarinya. Ambil contoh, peradangan kronis yang mengakibatkan cairan sendi dan tulang rawan pelindung ujung-ujung tulang aus sehingga akhirnya menipis.

Ketika hilang, tulang-tulang itu akan saling bergesekan dan kadang bisa menghasilkan potongan pecahan tulang yang berkumpul di area persendian. Hasilnya adalah persendian yang kaku, bengkak, mati rasa, dan nyeri.

Gejala yang satu ini juga bisa mengakibatkan persendian tubuh Anda kehilangan rentang geraknya. Ketika persendian kaki Anda bermasalah, gejala yang umum dirasakan adalah kesulitan berjalan dan mungkin sampai pincang. Pasalnya, Anda hanya akan berjalan menggunakan satu kaki karena kaki lainnya sulit untuk digerakkan.

Patah tulang, keseleo, cedera, serta arthritis merupakan penyebab paling umum terjadinya gejala ini.

5. Kekuatan otot berkurang

Nyeri sendi lama kelamaan bisa menyebabkan penurunan fungsi dan kekuatan otot penunjang di sekitarnya.

Penurunan kekuatan dan fungsi otot mengakibatkan Anda sulit untuk bergerak bebas, seperti berjalan, dan bahkan juga rentan kehilangan keseimbangan. Jika gejala nyeri sendi satu ini semakin parah, Anda diharuskan untuk segera pergi ke dokter.

Di luar dari lima gejala umum di atas, segera hubungi dokter jika Anda merasakan:

  • Area di sekitar sendi menjadi sensitif, merah, dan bengkak saat disentuh.
  • Rasa sakitnya bertahan selama tiga hari atau lebih.
  • Mengalami deman namun tidak ada tanda-tanda flu.
  • Pembengkakan terjadi secara tiba-tiba.
  • Area sendi benar-benar tidak bisa bergerak.
  • Mengalami rasa sakit atau nyeri yang parah.

Gejala nyeri sendi berdasarkan penyebabnya

Selain penyebab umum yang berupa cedera fisik, nyeri sendi juga kerap kali disebabkan oleh masalah peradangan kronis. Arthritis adalah istilah umum yang menggambarkan peradangan pada sendi. Beberapa jenis radang sendi yang paling umum terkait dengan peradangan adalah rematik (rheumatoid arthritis), dan osteoarthrtitis.

Berikut adalah rangkuman gejala dari masing-masing gangguan peradangan penyebab nyeri sendi tersebut:

1. Arthritis

Arthritis merupakan gangguan pada satu atau lebih dari dua sendi yang terjadi akibat peradangan.

Gejala nyeri sendi yang disebabkan arthritis adalah

  • Sendi bengkak dan kemerahan.
  • Sendi terasa kaku dan terkunci, menjadi lebih sensitif.
  • Hilangnya rentang gerak anggota badan.
  • Sendi berbunyi “krek-krek” ketika digerakkan, atau sensasi aneh saat Anda bergerak.

2. Rheumatoid arthritis (rematik)

Rematik (rheumatoid arthritis) adalah gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada lapisan sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan erosi tulang dan deformitas sendi.

Gejala nyeri sendi yang muncul khas pada penderita rematik adalah:

  • Sendi terasa hangat atau panas
  • Pembengkakan sendi; empuk dan lembut saat disentuh
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Nyeri dan kekakuan memburuk di pagi hari setelah bangun tidur, atau setelah lama tidak digerakkan.
  • Kekurangan darah atau anemia.

Bagian tubuh yang paling sering terkena yaitu jari tangan. Seiring berkembangnya penyakit, gejala dapat menyebar ke pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, pinggul, dan bahu.

3. Osteoarthritis

Osteoarthritis adalah penyakit yang terjadi saat tulang rawan pelindung ujung tulang rusak, sehingga mengakibatkan sendi terasa nyeri dan kaku ketika digerakkan.

Gejala osteoarthritis dapat merusak bagian persendian manapun. Namun, kondisi ini paling sering menyerang persendian tangan, lutut, pinggul, dan juga tulang belakang.

Gejala nyeri sendi yang disebabkan osteoarthritis:

  • Rasa nyeri yang muncul perlahan, dan hilang-timbul.
  • Sendi sakit ketika digerakkan; terdengar bunyi gemeretak saat sendi digerakan.
  • Sendi terasa kaku.
  • Menjadi sensitif saat adanya tekanan di area tertentu.
  • Terdapat benjolan keras di bagian sendi yang terdampak.
  • Fleksibilitas gerak sendi terbatas.

3. Bursitis

Bursitis adalah peradangan yang memengaruhi bantalan pelindung sendi (bursae) serta cairan sinovial yang melumasi sendi. Penyebab bursitis adalah gerakan berulang, trauma, dan kondisi rheumatoid.

Gejela nyeri sendi yang disebabkan bursitis meliputi:

  • Rasa sakit atau nyeri di sekitar tulang atau tendon; biasanya akan lebih parah apabila Anda bergerak.
  • Nyeri dan kaku pada persendian.

Bursitis bisa terjadi di seluruh bagian tubuh. Namun, bursitis cenderung terjadi pada sendi anggota gerak, seperti siku, lutut, bahu, dan pinggul.

4. Tendinitis

Tendinitis adalah peradangan atau iritasi yang memengaruhi tendon. Tendon merupakan tali tebal yang menyatukan otot-otot Anda ke tulang.

Hal ini menyebabkan nyeri akut yang membuat Anda jadi sulit menggerakkan sendi. Biasanya, tendinitis terjadi di area persedian bahu, lutut, siku, tumit, serta pergelangan tangan.

Gejala nyeri sendi yang disebabkan tendinitis:

  • Rasa sakit atau nyeri di sekitar area tubuh.
  • Apabila disentuh akan terasa sensitif dan peningkatan rasa sakit.
  • Terjadi pembengkakan.

5. Diskolasi

Dislokasi adalah cedera pada persendian yang menyebabkan ujung tulang keluar dari posisi normalnya. Hal ini bisa membuat sendi menjadi terasa nyeri, rusak, dan juga lumpuh. Kondisi ini paling sering terjadi pada bahu, siku, lutut, pinggul, dan juga jari.

Gejala nyeri sendi yang disebabkan oleh dislokasi:

  • Sendi dan tulang tidak berada di tempat seharusnya.
  • Bengkak dan berubah warna.
  • Lengan, kaki, atau bagian tubuh lain di sekitar sendi sulit digerakkan

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Jangan Salah, Kenali Perbedaan antara Rematik dan Asam Urat

Rematik dan asam urat adalah dua penyakit beda, yang sama-sama bikin nyeri sendi. Apa saja perbedaan asam urat dan rematik?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Gejala Rematik atau Rheumatoid Arthritis pada Orang Dewasa dan Anak

Gejala rematik atau rheumatoid arthritis bisa terjadi pada siapapun. Kenali gejala dan ciri-ciri rematik (rheumatoid arthritis), pada orang dewasa dan anak.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Rheumatoid Arthritis (RA)

Rematik atau rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan menimbulkan nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Berikut informasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

7 Jenis Obat Tradisional (Herbal) untuk Nyeri Radang Sendi

Nyeri di persendian akibat radang sendi bisa diatasi dengan cara alami, seperti obat tradisional atau herbal. Berikut daftar obat tradisional tersebut.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Arthritis (Radang Sendi), Kesehatan Muskuloskeletal 6 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fibromyalgia

Fibromyalgia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 19 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
hemokromatosis

Hemokromatosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Oktober 2020 . Waktu baca 9 menit
psoriasis arthritis

Psoriasis Arthritis

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit
asam urat atau gout

Penyakit Asam Urat (Gout)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit