Tes A1C untuk Memantau Kadar Hemoglobin Orang Diabetes

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Selain rutin cek gula darah harian, dokter mungkin menyarankan agar Anda yang punya diabetes menjalani tes diabetes lainnya untuk memantau kondisi kesehatan, salah satunya tes hemoglobin A1C. Tes apakah itu?

Tes hemoglobin A1C harus dilakukan tiap beberapa bulan

Setiap 3 sampai 6 bulan sekali, dokter umumnya akan meminta Anda melakukan tes gula darah yang disebut hemoglobin A1C test, atau dikenal sebagai HbA1C, glycohemoglobin, hemoglobin glikosilasi, atau tes hemoglobin terglikasi.

Tes ini berguna untuk menunjukkan seberapa baik Anda telah mengelola gula darah Anda selama 6-12 minggu sebelum tes.

Setelahnya, Anda tetap melakukan cek gula darah di rumah seperti biasa. Tes hemoglobin ini dijalani untuk membantu menunjukkan pada dokter apakah rencana perawatan diabetes yang selama ini Anda lakukan efektif atau apa perlu mengatur ulang perawatan diabetes Anda.

Apa itu hemoglobin?

Hemoglobin adalah zat dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Jika kondisi diabetes Anda tidak dikontrol dengan baik, kelebihan gula akan meningkatkan hemoglobin dari waktu ke waktu. Hemoglobin yang terikat dengan gula darah disebut hemoglobin “terglikasi”.

Sebuah tes hemoglobin A1C akan mengukur berapa banyak hemoglobin terglikasi dalam darah Anda. Semakin terglikasi hemoglobin dalam darah Anda, semakin diabetes Anda tidak terkendali dalam beberapa pekan terakhir dan semakin susah untuk dikendalikan oleh Anda. Semakin tinggi tingkat A1C, semakin tinggi risiko terkena komplikasi diabetes.

Kenapa harus tes A1C?

ciri-ciri diabetes

Dokter Anda akan menggunakan tes hemoglobin A1C untuk membuat diagnosis diabetes awal, menetapkan batas tingkat A1C dasar untuk ke depannya, serta menggunakan hasilnya untuk memantau diabetes Anda dan melihat bagaimana rencana pengobatan Anda bekerja.

Bagi mereka yang telah menderita diabetes selama beberapa tahun, pertimbangkan tes hemoglobin A1C sebagai tes untuk memelihara kondisi diabetes tetap terjaga.

Seberapa sering saya harus melakukan tes ini?

Ini tergantung pada jenis diabetes yang Anda miliki, rencana pengobatan Anda, dan seberapa baik berhasil Anda dalam mengontrol kadar gula darah sebelumnya.

  • Jika Anda memiliki diabetes tipe 1, Anda mungkin akan melakukan tes lebih sering, mungkin sebanyak empat kali atau lebih dalam setahun.
  • Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, tidak menggunakan insulin, dan memiliki riwayat menjaga tingkat gula darah yang sehat, maka  dokter Anda hanya dapat meminta untuk menguji darah Anda dua kali dalam setahun.
  • Lalu, jika Anda memiliki diabetes tipe 2, menggunakan insulin, dan memiliki kesulitan dalam menjaga tingkat gula darah Anda dalam kisaran yang sehat, dokter Anda mungkin meminta untuk tes hemoglobin Anda empat kali  atau lebih dalam setahun.

Apa hasil yang mungkin Anda terima?

komponen darah tes darah

Tujuan melakukan tes hemoglobin ini berbeda tiap orang, dapat ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan saran dokter. Secara umum, semakin tinggi A1C, semakin besar risiko mengalami komplikasi yang berkaitan dengan diabetes.

  • Bagi orang yang tidak memiliki diabetes, batas atas normal untuk HbA1c adalah 5,6%.
  • Jika Anda melakukan tes hemoglobin A1C untuk mendiagnosis diabetes dan dua bacaan tes A1C berturut-turut lebih dari 6,5%, berarti ada indikasi diabetes.
  • Jika bacaan tes A1C antara 5,7-6,4% maka mengindikasikan prediabetes. Ini berarti Anda berada pada risiko mengalami diabetes jika Anda tidak mengambil langkah-langkah untuk mencegahnya.

Mungkinkah tes A1C gagal?

Efektivitas tes hemoglobin A1C mungkin terbatas pada kasus-kasus tertentu. Berikut adalah beberapa kasus tersebut:

  • Jika Anda mengalami anemia atau memiliki tingkat zat besi rendah dalam darah Anda, tes A1C Anda dapat menunjukan persentase tinggi yang tidak sebenarnya.
  • Jika Anda mengalami perdarahan berat atau kronis (mungkin dari siklus menstruasi Anda), Anda mungkin memiliki jumlah hemoglobin sangat rendah. Ini kemungkinan akan menunjukkan hasil yang salah pada tingkat yang rendah untuk tes A1C Anda.
  • Jika hemoglobin Anda memiliki varian, berarti Anda memiliki bentuk hemoglobin yang jarang ada, hasil tes A1C Anda mungkin salah. Sebuah varian hemoglobin dapat dikonfirmasi dengan tes laboratorium, tapi tes A1C untuk Anda berikutnya perlu diuji oleh laboratorium khusus yang dilengkapi peralatan untuk menguji varian hemoglobin khusus.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

    Berbagai penyakit kulit ini bisa menjadi salah satu komplikasi yang muncul saat seseorang memiliki keadaan diabetes yang tidak terkontrol.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Diabetes, Health Centers 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit

    Benarkah Gerimis Lebih Bikin Sakit Daripada Hujan?

    Waktu kecil Anda mungkin sering diingatkan bahwa gerimis bikin sakit. Namun, benarkah lebih aman main hujan-hujanan daripada kena gerimis? Cek di sini, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 31/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

    Stres dan depresi tidak sama, keduanya memiliki perbedaan mendasar. Maka jika penanganannya keliru, depresi bisa berakibat fatal. Cari tahu, yuk!

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Psikologi 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit

    Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

    Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    arti kedutan

    Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    minyak esensial

    6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    sindrom pura-pura sakit

    Pura-pura Sakit? Bisa Jadi Anda Mengidap Sindrom Munchausen

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 5 menit