7 Tanda Diabetes Anda Tidak Terkontrol (dan Cara Mencegahnya)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 16/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Diabetes merupakan penyakit seumur hidup, sehingga Anda harus mengontrolnya agar diabetes tidak bertambah buruk dan menyebabkan berbagai komplikasi. Jika Anda sudah terdiagnosis menderita diabetes, sebaiknya kadar gula tetap dikontrol dengan mengubah pola hidup yang lebih sehat dan selalu perhatikan apa yang Anda konsumsi. Jika tidak, ini bisa menyebabkan diabetes Anda jadi tak terkontrol. Apa tanda-tanda diabetes tidak terkontrol?

Tanda-tanda diabetes tidak terkontrol

Diabetes yang tidak terkontrol dapat berdampak buruk pada saraf, pembuluh darah, dan organ tubuh Anda. Hal ini dapat menyebabkan komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, kerusakan saraf, kerusakan ginjal, dan masih banyak lagi.

Jika Anda mengalami tanda-tanda diabetes tidak terkontrol seperti di bawah ini, sebaiknya cepat-cepat cari cara untuk mengontrol kadar gula Anda agar tidak makin memburuk. Tanda-tanda diabetes yang tidak terkontrol adalah:

  • Sering merasa haus dan sering buang air kecil. Kadar gula darah yang sangat tinggi membuat ginjal bekerja keras untuk membuang gula berlebih dalam tubuh dengan cara mengeluarkan urin lebih banyak, sehingga Anda akan lebih sering buang air kecil. Hal ini kemudian membuat Anda gampang merasa haus.
  • Sering merasa lapar, tapi berat badan tidak naik. Diabetes yang tidak terkontrol sering menyebabkan Anda merasa lapar terus. Bahkan, mereka yang sudah makan pun mungkin akan mengalami kehilangan berat badan tanpa alasan yang jelas, jika kadar gula darah terlalu tinggi. Hal ini karena tubuh Anda kurang mampu menggunakan glukosa (gula) sebagai energi. Akhirnya, tubuh menghancurkan otot dan lemak untuk menjadi energi. Berat badan Anda akan menurun dan otot menjadi lemah.
  • Kelelahan. Hal ini karena tubuh Anda tidak mengubah gula menjadi energi dengan baik, sehingga kadar gula darah Anda tinggi dan tubuh tidak mendapatkan energi yang cukup.
  • Kesemutan atau mati rasa. Gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf, sehingga Anda sering merasakan kesemutan atau bahkan mati rasa di tangan dan kaki.
  • Penglihatan kurang jelas. Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata menjadi bengkak berisi air. Hal ini mengubah bentuk lensa, sehingga membuat Anda kurang fokus dalam melihat.
  • Luka lama sembuh. Diabetes tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan saraf dan memengaruhi sirkulasi darah, terutama di kaki bagian bawah dan telapak kaki, sehingga bisa memperlambat penyembuhan luka karena aliran darah tidak cukup sampai ke daerah tersebut.
  • Perubahan pada kulit. Daging tumbuh bisa muncul di lipatan kulit, terutama jika Anda kelebihan berat badan. Warna kulit juga bisa menjadi lebih gelap di bagian leher, tangan, ketiak, wajah, atau daerah lain. Komplikasi diabetes ini disebut acanthosis nigricans.

Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa diabetes mereka tidak terkontrol. Hal ini karena setiap orang tidak memiliki tanda dan gejala yang sama. Bahkan beberapa orang mungkin tidak menunjukkan gejala sama sekali sampai muncul komplikasi diabetesnya. Maka, penting untuk selalu mengontrol kadar gula darah Anda demi menghindari diabetes bertambah buruk.

Bagaimana caranya mengontrol diabetes?

Diabetes yang terkontrol dapat membuat Anda merasa lebih sehat dan menjauhkan Anda dari berbagai komplikasi diabetes. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga diabetes Anda tetap terkontrol adalah:

  • Selalu cek kadar gula darah Anda. Cek gula darah penting dilakukan agar Anda bisa menentukan tindakan apa yang harus Anda lakukan dan hindari selanjutnya. Sebisa mungkin Anda harus menjaga agar kadar gula darah Anda selalu mendekati normal.
  • Jaga asupan makan Anda, terutama karbohidrat. Asupan karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah Anda. Sehingga, Anda harus memerhatikan berapa banyak dan apa saja jenis karbohidrat yang sudah Anda konsumsi setiap hari. Pilihlah karbohidrat kompleks yang tinggi serat untuk membantu menjaga kadar gula darah Anda.
  • Lakukan olahraga teratur. Olahraga sangat penting dilakukan bagi penderita diabetes sebagai upaya untuk menurunkan kadar gula darah. Olahraga juga dapat membantu tubuh dalam menghasilkan endorfin, senyawa yang dapat meningkatkan rasa senang dan mengurangi stres. Anda perlu melakukan olahraga secara teratur setidaknya 150 menit per minggu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Mencegah Keluar Air Mani Saat Puasa

Bagi beberapa pria, air mani bisa bocor bahkan saat sedang tidak dirangsang. Ada beberapa cara mudah untuk mencegah air mani keluar saat puasa.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 17/05/2020 . 5 menit baca

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Risiko penyakit dan kanker hati meningkat beberapa kali lipat pada penderita diabetes. Ini yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Kanker Hati, Health Centers 16/05/2020 . 4 menit baca

5 Tips Aman Tetap Jogging Saat Puasa

Jika Anda berencana untuk tetap jogging saat puasa, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan guna menghindari risiko cedera. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Hari Raya, Ramadan 13/05/2020 . 3 menit baca

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Diabetesi termasuk golongan yang rentan terjangkit virus COVID-19. Selain lakukan upaya pencegahan, jaga juga kadar gula darah di rumah dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Coronavirus, COVID-19 30/04/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 4 menit baca
penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . 5 menit baca
perbedaan stres dan depresi, gangguan kecemasan

Cara Membedakan Stres, Depresi, dan Gangguan Kecemasan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 6 menit baca
mulut terasa pahit saat puasa

5 Penyebab Mulut Anda Terasa Pahit Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 19/05/2020 . 3 menit baca