backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 07/03/2024

Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?

Dengan begitu banyaknya penelitian seputar diabetes dan kecanggihan pengobatan diabetes di zaman sekarang ini, rasanya wajar untuk bertanya-tanya apakah sudah ada obat mujarab yang membuat diabetes bisa sembuh untuk selamanya. Jadi, apakah diabetes bisa sembuh total dan tak kambuh lagi?

Apakah diabetes bisa sembuh total?

cek gula darah

Anda mungkin sudah lama didiagnosis diabetes dan mulai lelah akan penyakit ini. Sayangnya, diabetes tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, kadar gula darah Anda mungkin saja turun hingga taraf normal.

Diabetes adalah kondisi tingginya kadar glukosa dalam darah. Hal ini disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mengolah glukosa menjadi energi dengan baik. Terdapat 2 jenis diabetes, yaitu:

  • diabetes tipe 1, di mana tidak ada produksi insulin oleh tubuh, dan
  • diabetes tipe 2, bentuk umum dari diabetes di mana tubuh gagal memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif.

Data dari Kemenkes tahun 2019, 90 persen diabetesi merupakan diabetes tipe 2, yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat.

Insulin adalah hormon penting yang membantu dalam mengantarkan glukosa ke dalam sel tubuh, sehingga memberikan kita energi setiap hari.

Ketika tidak ada atau tidak cukup produksi insulin, glukosa akan menumpuk terlalu banyak dalam darah. Penumpukan glukosa berlebih dalam darah adalah penyebab utama diabetes.

Pada diabetes tipe 1, diabetesi (sebutan untuk orang dengan diabetes) kadang mengalami apa yang disebut dengan “masa bulan madu” tak lama setelah menjalani diagnosis diabetes.

Selama masa bulan madu, tanda dan gejala diabetes bisa sembuh dan hilang untuk sementara, seperti beberapa bulan pertama hingga setahun. Lagi-lagi, sayangnya ini hanya untuk sementara.

Beberapa orang mungkin menunjukkan kadar gula darah normal pada hasil tesnya sehingga hanya menggunakan dosis kecil dalam terapi insulin atau justru tidak sama sekali.

Hal ini bisa saja terjadi, terutama ketika diabetesi mulai aktif bergerak dan menjalani diet sehat dengan disertai dengan konsumsi nutrisi khusus diabetes.

Mereka akan mengalami penurunan berat badan drastis dan mencapai tingkat glukosa darah yang stabil.

Namun, gula darah bisa kembali naik jika Anda memutuskan untuk tak lagi menjalani gaya hidup sehat.

Apakah kadar gula darah stabil berarti saya sudah sembuh?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, stabilnya gula darah ketika Anda didiagnosis diabetes bukan berarti telah sembuh. Pasalnya, diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi secara bertahap.

Jika diabetesi tak menjaga berat badan ideal atau kembali bermalas-malasan, kadar gula darah tinggi akan kembali menghampiri.

Sama halnya ketika diabetesi mulai tidak memperhatikan makan dan makan makanan pantangan diabetes seperti junk food.

Selain itu, stres juga dapat memengaruhi penurunan produksi insulin dan kepekaan (sensitivitas) insulin yang menyebabkan kondisi diabetes memburuk.

Jadi, apakah diabetes dapat disembuhkan? Diabetes tipe 1 atau tipe 2 adalah kondisi seumur hidup yang tidak bisa hilang sepenuhnya.

Bagaimana dengan pengobatan alternatif, bisakah diabetes disembuhkan dari konsumsi obat herbal atau terapi tradisional?

Pengobatan alami diabetes dapat membantu mengatasi berbagai gejala diabetes. Namun, belum ada bukti klinis yang menyatakan diabetes bisa disembuhkan secara total melalui obat-obatan alami.

Diabetes tidak bisa sembuh, tapi bisa Anda kelola

Gaya hidup sehat untuk diabetes

Kabar baiknya, diabetes bisa Anda kelola dengan baik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

Ada sejumlah perawatan, termasuk hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan setiap hari, yang bisa membuat perbedaan besar.

Hingga saat ini, memang belum ada obat mujarab agar diabetes bisa sembuh total. Namun, diabetes tersebut dapat dikelola dengan melakukan pengaturan diabetes yang tepat, biasa disebut dengan 5 pilar diabetes, seperti:

  • konsumsi asupan nutrisi diabetes yang tepat, 
  • olahraga secara rutin, 
  • konsultasi dokter, 
  • mengikuti edukasi diabetes, dan 
  • konsumsi obat jika dibutuhkan.

Dengan melakukan 5 pilar tersebut, diabetesi dapat mengontrol kadar gula darahnya. 

Menurut WHO, perubahan gaya hidup jadi lebih sehat untuk diabetes seperti konsumsi asupan nutrisi diabetes yang tepat, menjaga berat badan ideal dan aktif bergerak berkontribusi dalam mengontrol kadar gula darah tetap stabil normal.

Pengobatan yang dibarengi juga dengan pola hidup diabetes yang sehat juga mampu menekan risiko terhadap komplikasi diabetes, seperti penyakit jantung dan gagal ginjal.

Seperti yang dijelaskan American Diabetes Association, menurunkan 5-10% dari berat badan Anda saat ini dan rutin berolahraga hingga 150 menit dalam seminggu dapat membantu mengendalikan diabetes tipe 2.

Cara menjaga kadar gula darah

Adapun cara menjaga kadar gula darah agar tetap stabil dapat dilakukan dengan mudah. Berikut ini cara menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang.

Rutin berolahraga dan aktif bergerak 

Pasien diabetes sebaiknya melakukan aktivitas fisik atau olahraga karena hal tersebut dapat bermanfaat untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Selain itu, olahraga juga membantu tubuh menjaga tekanan darah sehingga mencegah komplikasi diabetes. 

Olahraga juga bisa membantu menurunkan berat badan berlebih yang harus dihindari penderita diabetes 

Minum obat sesuai anjuran dokter

Jika kadar gula darah sering tinggi, dokter mungkin mengubah dosis atau berapa banyak takaran obat yang harus diminum. Beberapa obat diabetes umumnya akan berfungsi untuk:

  • membantu pankreas melepaskan lebih banyak insulin, 
  • mencegah produksi dan pelepasan glukosa dari hati, 
  • memblokir enzim lambung atau usus yang memecah karbohidrat, atau juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap insulin.

Memilih asupan nutrisi diabetes yang tepat

Diabetasol

Menghitung karbohidrat dalam makanan dan minuman adalah merupakan hal penting untuk mengelola kadar gula darah. 

Nutrisi untuk diabetesi sebaiknya disarankan mengandung karbohidrat baik dan tinggi serat, seperti isomaltulosa yang merupakan karbohidrat lepas lambat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah setelah konsumsi. 

Diabetesi juga sebaiknya mengganti pemanis dengan yang 0 kalorinya dan mengandung pemanis alami. Selain itu, konsumsilah camilan atau kudapan yang mengandung tinggi serat dan tidak mengandung gula.

Nah, nutrisi dengan kandungan karbohidrat baik dan tinggi serat, dengan pemanis 0 kalori bisa ditemukan dalam rangkaian produk Diabetasol.

Lengkapi nutrisi diabetes Anda bersama Diabetasol, agar gula darah tetap terkontrol. Diabetasol menyediakan nutrisi lengkap untuk diabetesi, terdiri dari:

  •  Susu Diabetasol, sebagai pengganti makan diabetesi mengandung vitadigest, terdiri dari isomaltulosa yang merupakan karbohidrat baik dan tinggi serat serta mengandung tinggi kalsium, vitamin D, tinggi vitamin C, E & sumber Zinc.
  •  Diabetasol Sweetener, sebagai pengganti gula yang mengandung 0 kalori dan pemanis alami.
  •  Diabetasol Wafer, sebagai snack diabetesi yang mengandung tinggi serat & tidak mengandung gula serta terbuat dari coklat asli.

Selain nutrisi diabetes, Diabetasol juga menyediakan layanan konsultasi pola makan sehat diabetesi bersama Ahli Gizi melalui layanan WA 08111819148 (bebas biaya). Kontrol Gula Darah Anda Bersama Diabetasol.

Mengelola diabetes adalah komitmen seumur hidup. Meskipun gula darah sudah turun, tak berarti Anda terbebas dari diabetes serta kemungkinan komplikasinya.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Dengan perubahan gaya hidup sehat juga dapat membantu Anda mencegah mengalami peningkatan kadar gula darah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adelia Dwitasari · Tanggal diperbarui 07/03/2024

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan