4 Penyebab yang Membuat Anda Sering Kalap Makan Berlebihan

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Segala sesuatu yang berlebihan dari seharusnya akan memberikan dampak negatif, termasuk saat makan. Makan berlebihan bisa membahayakan bagi kesehatan tubuh, dari memicu terjadinya obesitas, meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronik, bahkan bisa menyebabkan masalah mental, lho! Oleh karena itu, mengatur seberapa banyak makanan yang masuk ke dalam tubuh itu sangat penting. Tahukah Anda apa saja penyebab makan berlebihan yang sering terjadi? Dan bagaimana solusinya?

Ini beberapa penyebab orang makan berlebihan

1. Kelelahan

Kelelahan adalah salah satu penyebab makan berlebihan yang tidak Anda sadari. Kelelahan akibat kurang tidur mengurangi kemampuan orang untuk mengendalikan nafsu makan tanpa disadari.

Penelitian dari Preceedings of the National Academy of Sciences menemukan bahwa orang yang kurang tidur bisa makan hingga 5% lebih banyak kalorinya per hari dibandingkan dengan orang yang cukup istirahatnya. Seringnya dikarenakan lebih banyak makan saat di malam hari.

Kelelahan pada akhirnya juga bisa meningkatkan risiko terjadinya stres. Stres selanjutnya juga bisa memengaruhi keinginan makan seseorang. Ada beberapa orang yang melampiaskan stres nya pada makanan sehingga Ia cenderung makan lebih banyak.

2. Terlalu lapar

Terlalu lapar karena meninggalkan satu waktu makan juga bisa jadi penyebab makan berlebihan. Melewati waktu makan dengan sengaja biasanya dilakukan untuk menurunkan berat badan. Tapi nyatanya, ini justru menimbulkan efek sebaliknya.

Saat tubuh melewati satu waktu makan yang seharusnya, tubuh justru akan merasa sangat lapar. Saat tubuh terlalu lapar, tubuh merasa membutuhkan energi sangat banyak dari makanan untuk bertahan hidup. Ini mengapa orang akan cenderung makan lebih banyak alias “balas dendam”.

Penelitian yang dilakukan di Cornell University juga menemukan bahwa orang yang melewatkan waktu makan dan membuat tubuhnya kelaparan malah akan mengambil 31% lebih banyak junk food dibandingkan dengan orang yang makan camilan sebagai pengganjal sebelumnya ketika memilih makanan.

Nah, bagaimana jadinya jika Anda makan junk food hingga kalap? Makanan yang kaya lemak dan gula garam ini justru membuat masalah baru yaitu tumpukan lemak yang semakin banyak di dalam tubuh.

3. Tidak fokus saat makan

Seberapa sering Anda makan sambil main smartphone, menonton TV, atau memainkan laptop? Atau bahkan pernah makan sambil bekerja di depan komputer? Nah, tahukah Anda justru menjadi multitasking saat makan mengurangi kemampuan tubuh untuk merasakan jumlah makanan yang Anda makan. Dengan begini, seberapa penuh makanan yang masuk ibaratnya tidak terasa dan ini yang bisa jadi penyebab makan berlebihan.

Penelitian menunjukan bahwa makan sambil nonton membuat Anda mengonsumsi makanan lebih banyak dan mengurangi kemampuan mengingat berapa banyak makanan yang sudah dimakan. Padahal ilmuwan mengatakan bahwa mengingat seberapa banyak makanan yang sudah dimakan dapat meningkatkan kesadaran tentang betapa mengenyangkan makanan itu, sehingga ini akan berdampak pada jumlah makanan yang dikonsumsi selanjutnya.

4. Kebanyakan gula

Selain meningkatkan risiko mengalami obesitas dan diabetes melitus tipe 2, terlalu banyak mengonsumsi gula juga bisa membuat Anda makan berlebihan hingga kalap.

Kelebihan gula mengganggu fungsi sistem pengendali nafsu makan di tubuh Anda. Pada kondisi normal ketika kita makan, tubuh akan menurunkan hormon ghrelin (hormon kelaparan), sehingga kita tidak lagi merasa kelaparan, dan mengeluarkan hormon leptin (hormon keyang) supaya kita merasa kenyang dan berhenti makan.

Namun, ketika Anda mengonsumsi terlalu banyak gula, tubuh gagal menekan hormon ghrelin (hormon kelaparan) dan kurang efektif mengeluarkan hormon leptin (hormon kenyang). Hal inilah yang bisa membuat seseorang selalu lapar dan makan banyak.

Lalu bagaimana solusinya agar tidak kalap dan makan berlebihan?

Agar tidak kalap dan makan berlebihan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

1. Ngemil sehat sebelum makan besar

Sebelum makan besar, ngemil snack sehat yang tinggi serat dan protein seperti SOYJOY Crispy bisa membantu Anda mengendalikan nafsu makan sehingga tidak kalap saat waktu makan besar tiba. SOYJOY Crispy adalah snack sehat yang hadir dalam butiran soypuff yang renyah dengan rasa vanila yang enak.

Snack ini terbuat dari 100% kedelai utuh yang dipanggang. Kandungan kedelai yang tinggi serat dan protein akan dicerna perlahan oleh tubuh sehingga membuat kita kenyang lebih lama dan membantu menjaga gula darah. Oleh karena itu, SOYJOY Crispy juga aman untuk penderita diabetes.

Makan sebungkus SOYJOY Crispy sebelum makan besar bisa bantu Anda mengendalikan rasa lapar saat waktu makan tiba, sehingga Anda tidak akan makan berlebih.

2. Jangan makan terburu-buru

Makan perlahan, fokus pada makanan di mulut dan rasakan teksturnya, ingat seberapa banyak yang Anda kunyah. Berikan jeda di antara suapan pertama dan berikutnya. Nikmati prosesnya agar Anda tidak lupa diri dan mengambil makanan lebih banyak lagi. Ingat juga, jangan makan sambil menonton atau mengerjakan hal lain yang bisa membuat Anda lupa pada apa dan seberapa banyak yang Anda makan.

3. Cukup istirahat

Tidur 7-9 jam untuk menghindari kelelahan berat juga bisa membantu Anda menjaga pola makan dan bisa membatasi makan berlebihan, terutama makan di malam hari.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apakah Neuropati pada Diabetesi Bisa Disembuhkan?

Meski belum ada pengobatan untuk menyembuhkan neuropati diabetik, pengidap diabetes dapat meringankan gejala dan menghambatnya menjadi lebih parah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
neuropati diabetik
Diabetes, Health Centers 20/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Demam berdarah sering menyebabkan hilang nafsu makan. Coba lakukan beberapa tips untuk menambah nafsu makan ini agar proses pemulihan tetap lancar.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
cara menambah nafsu makan
Nutrisi, Hidup Sehat 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
mengembalikan nafsu makan anak

Tips Jitu Mengembalikan Nafsu Makan Anak Setelah Sakit

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 03/06/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit