Berapakah Kadar Gula Darah Normal bagi Lansia?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Menjaga kadar gula darah agar tetap berada dalam batas normal adalah hal yang penting. Terutama bagi para lansia yang berisiko dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya diabetes. Apalagi jika sudah memiliki penyakit ini, menjaga kadar gula darah tetap normal menjadi kunci dari pengobatan. Namun, berapakah kadar gula darah normal bagi lansia? Yuk, bahas secara mendalam mengenai hal ini pada ulasan berikut.

Apa itu kadar gula darah?

Gula darah dikenal juga dengan glukosa darah. Anda tidak memproduksi glukosa ini sendiri, namun mendapatkannya dari makanan atau minuman. Awalnya, glukosa dibuat oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Pada tumbuhan, glukosa lebih dikenal dengan sebutan gula alami.

Setelah dibuat, gula alami kemudian didistribusikan ke seluruh bagian. Mulai dari daun, batang, buah, hingga ke bagian akar.  Nah, gula yang ada pada bagian-bagian tersebutlah yang kemudian dimanfaatkan oleh Anda untuk dimakan. Contohnya, daun dan batang sayur bayam, daging buah apel, umbi dari ubi, dan masih banyak lagi.

Saat Anda mengonsumsi makanan, tubuh akan mencerna dan memecah gula alami menjadi gula yang lebih sederhana. Selanjutnya, gula sederhana akan dialirkan bersama darah ke seluruh jaringan tubuh sebagai energi. Gula sederhana yang berada dalam darah yang kemudian Anda kenal sebagai gula darah.

Kenapa lansia perlu menjaga kadar gula darahnya?

pola makan lansia

Terlepas dari berapa usia Anda, menjaga kadar gula darah tetap normal adalah hal yang penting, apalagi untuk lansia. Pasalnya, kadar gula darah dapat naik dan turun tanpa Anda sadari. Misalnya, ketika Anda baru saja makan atau merasa stres, kadar darah bisa melonjak tinggi. Namun, saat Anda melewatkan jam makan siang, kadar gula darah bisa merosot turun.

Saat kadar gula darah Anda tinggi, insulin —hormon yang mengatur glukosa darah— akan bekerja sangat keras untuk menstabilkannya. Jika kondisi ini berulang kali terjadi, insulin bisa kelelahan dan berfungsi tidak optimal. Hal ini menyebabkan penyakit diabetes. Diabetes dapat menyerang berbagai usia. Namun, umumnya terjadi pada orang dewasa dan lansia.

Ya, risiko diabetes akan meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola hidup yang tidak sehat. Contohnya, kurangnya aktivitas fisik sehingga massa otot menurun dan berat badan akan berlebihan. Karena risiko diabetes semakin besar, maka lansia sangat perlu menjaga glukosa darahnya tetep normal.

Jika lansia sudah memiliki diabetes, sangat penting untuk menjaga angka gula darah Anda dalam kisaran target normal. Hal ini dilakukan demi mencegah terjadinya perburukan kondisi dan mencegah munculnya berbagai komplikasi. Sifat penyakit diabetes yang progresif, yaitu cenderung memburuk tahun demi tahun, menjadi salah satu alasan mengapa kontrol diabetes perlu dilakukan.

Untuk itu, lansia harus rutin cek kadar gula darah

mulai cek gula darah

Pengecekan kadar gula darah normal tidak hanya dilakukan bagi lansia dengan penyakit diabetes saja. Lansia tanpa diabetes pun perlu rutin mengecek gula darahnya. Tujuannya, agar lansia bisa memantau kadar glukosa darahnya tetap dalam angka normal. Yang membedakan adalah lansia dengan diabetes harus lebih sering melakukan cek gula darah setiap harinya.

Ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam pengecekan glukosa darah, yaitu:

Gula darah puasa

Pengecekan gula darah puasa biasanya dilakukan setelah puasa selama 8 – 12 jam. Dalam pengecekan gula darah jenis ini, seseorang dikatakan memiliki kadar gula darah normal apabila berada kurang dari 100 mg/dl dengan kadar terendah berada di 60 – 70 mg/dl.

Anda dikatakan memiliki prediabetes apabila kadar gula darah Anda berada pada angka 100 -125 mg/dl. Di atas itu, Anda dinyatakan terkena diabetes. Angka ini berlaku bagi semua usia, termasuk lansia.

Gula darah sewaktu

Ketika didiagnosis diabetes, dokter Anda akan menganjurkan untuk melakukan cek gula darah secara mandiri dan berkala untuk memantau kadar gula darah dalam tubuh. American Diabetes Association menetapkan angka 80-130 mg/dl untuk kadar gula darah sebelum makan dan di bawah 180 mg/dl pada dua jam sesudah puasa.

Berapa kadar gula darah normal untuk lansia?

cek kadar gula darah

Batas kadar gula darah normal untuk lansia sama dengan kadar gula darah pada umumnya, yaitu kurang dari 100 mg/dl dengan kadar terendah berada di 60 – 70 mg/dl. Sementara, lansia yang memiliki diabetes tapi dengan kondisi gula darah yang terkontrol dengan baik dapat mengacu pada angka rujukan yang telah disebutkan di atas untuk menilai apakah kadar gula darah mereka dalam batas normal.

Namun, pada beberapa lansia yang menargetkan kadar gula darah normal mereka sampai dengan angka rujukan di atas dapat meningkatkan risiko terlalu rendahnya kadar gula darah alias hipoglikemia. Penggunaan insulin dan obat-obatan diabetes tertentu juga dapat meningkatkan kemungkinan Anda mengalami pusing dan kehilangan kesadaran ketika berusaha mencapai angka kadar gula darah normal sesuai dengan rujukan yang tertulis.

Sebaiknya, Anda berkonsultasi dengan dokter jika ada anggota keluarga yang telah memasuki usia lansia dan rutin melakukan kontrol gula darah. Mintalah saran dari dokter Anda mengenai angka rujukan yang dapat digunakan yang masih dalam batas aman, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit kronis, gangguan kognitif, dan mereka yang bergantung dengan bantuan orang lain sehari-hari.

Ternyata, mendeteksi diabetes pada lansia cukup sulit

klaim asuransi kesehatan periksa ke dokter sakit penyakit ciri gejala

Cara terbaik untuk mencegah munculnya berbagai macam komplikasi akibat diabetes adalah dengan mendeteksinya sedini mungkin. Gaya hidup tidak seimbang adalah salah satu faktor utama penyebab diabetes. Bahkan, menurut Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Ketua PB PERKENI yang ditemui dalam acara Cities Changing Diabetes di balai kota DKI Jakarta menuturkan bahwa diabetes tipe dua sudah dapat ditemui pada anak-anak usia 15 tahun.

Jika dugaan diabetes dapat dengan lebih mudah ditemui pada orang dewasa atau bahkan anak-anak dan remaja, diabetes pada lansia lebih sulit didiagnosis. Mereka mungkin mengalami inkontinensia urin, mulut kering, atau tanda-tanda samar lainnya.

Dengan adanya inkontinensia urin yang sering dialami lansia, deteksi diabetes melalui salah satu gejalanya, yaitu sering buang air kecil, menjadi sulit diidentifikasi. Banyak orang yang hidup dengan lansia yang memiliki diabetes bisa menyalahartikan tanda-tanda tersebut sebagai tanda penuaan biasa.

Untuk itu, penting bagi pendamping lansia untuk memperhatikan kondisi mereka dengan lebih ekstra. Pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu deteksi diabetes pada lansia. Pastikan pula agar lansia dengan diabetes mematuhi pengobatan, perencanaan makan, dan perubahan gaya hidup sehat.

Cara mencegah penyakit diabetes pada lansia

makanan untuk menjaga kadar gula darah normal

Meski risiko akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Penyakit diabetes tetap bisa dicegah dan diperlambat perkembangannya. Kuncinya dengan menerapkan gaya hidup sehat, yaitu meningkatkan asupan makanan bernutrisi, meningkatkan aktivitas fisik, dan mengendalikan berat badan. Ketiga hak tersebut menjadi

Berikut beberapa kiat untuk menjaga kadar gula darah normal sekaligus menurunkan risiko diabetes pada lansia, meliputi:

1. Batasi asupan karbohidrat

Gula bisa menjadi teman sekaligus musuh Anda. Kandungan pada makanan ini bisa menjadi sumber energi, namun jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan diabetes. Mengapa? Saat dikonsumsi sebagian gula yang tidak digunakan akan disimpan menjadi glikogen pada otot dan hati. Inilah yang menyebabkan berat badan jadi naik dan risiko diabetes akan meningkat.

Untuk itu, batasi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, makanan kemasan, atau mengandung garam tinggi. Perbanyak makan sayur, buah, kacang-kacangan yang mengandung lemak sehat dan protein. Selain itu, hindari makanan yang mengandung gula tambahan, terutama gula buatan. Gula ini dapat membuat kadar gula darah melonjak tinggi dan membuat insulin bekerja dengan sangat keras.

2. Atur kembali menu makanan yang dikonsumsi

Semakin tua, sistem kekebalan tubuh akan menjadi lemah. Itu artinya, lansia sangat mudah terkena penyakit. Untuk mencegah hal tersebut, asupan nutrisi lansia harus diperhatikan. Selain untuk meningkatkan kekebalan tubuh, pilihan makanan yang bergizi tentu melindungi tubuh dari peradangan —penyebab penyakit diabetes.

Jika Anda masih ragu memilih menu makanan yang tepat untuk lansia. Jangan sungkan untuk mengunjungi ahli gizi. Dengan begitu, pemilihan menu makanan akan disesuaikan dengan usia, berat badan, dan kondisi kesehatan lansia secara menyeluruh.

3. Terapkan kebiasaan makan yang sehat

Menjaga kadar gula darah lansia tetap normal tidak hanya sebatas memilih makanan dan porsinya saja, tapi juga meliputi kebiasaan makan. Jika kebiasaan makan masih saja buruk, kemungkinan risiko penyakit diabetes tetap bisa meningkat kapan saja. Beberapa kebiasaan makanan yang sebaiknya dihindari lansia, antara lain:

  • Melewatkan jam makan. Kebanyakan lansia sangat susah sekali makan sehingga sering kali melewatkan jam makan. Kebiasaan ini bisa membuat mengganggu kinerja insulin jika terus dibiarkan.
  • Makan makanan utama dan penutup sekaligus. Jika ingin makan dengan lengkap, maka kurangi porsinya. Jangan mengonsumsi kedua jenis makanan ini sekaligus dalam porsi yang besar. Akan lebih baik jika makan penutup dinikmati sebagai camilan.
  • Tidur setelah makan. Supaya kalori dari makanan tidak menjadi lemak tidak berguna di tubuh, sebaiknya hindari tidur setelah makan. Setidaknya, beri jeda 2 atau 3 jam setelah makan.

4. Tingkatkan aktivitas fisik

Meski tubuh tidak lagi bugar seperti waktu muda, ini bukan menjadi alasan lansia menjadi malas untuk bergerak. Lansia tetap bisa aktif dengan melakukan berbagai kegiatan, misalnya olahraga, berkebun, atau melakukan hobi yang disukai.

Untuk lansia yang memiliki masalah kesehatan lain, sebaiknya konsultasikan lebih dahulu dengan dokter jenis olahraga yang aman. Biasanya olahraga seperti jalan santai, jalan cepat, brisk walking, taichi, dan beberapa latihan yoga aman untuk lansia. Lakukan olahraga ini setidaknya 150 menit per minggu.

Tips hidup sehat bagi lansia dengan diabetes

lansia sehat

Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit diabetes. Sekali Anda memilikinya, maka penyakit ini akan terus Anda miliki. Untungnya, penyakit ini bisa dikelola sehingga gejalanya akan lebih ringan dan komplikasi dapat dihindari.

Perawatan diabetes untuk lansia tidak berbeda jauh dengan perawatan anak-anak atau orang dewasa dengan penyakit yang sama, yaitu menjaga kadar gula darah tetap normal. Berikut tips bagi lansia supaya tetap sehat meski punya penyakit diabetes.

1. Rutin cek ke dokter

Penyakit diabetes bukan penyakit yang bisa diobati sendiri. Lansia tetap membutuhkan bimbingan dokter, baik untuk pengarahan obat dan penggunaannya, perubahan gaya hidup, dan segala hal yang mempengaruhi penyakit diabetes.

2. Cek gula darah rutin

Naiknya gula darah bisa menyebabkan gejala diabetes kembali kambuh. Untuk memantau kadar gula darah tetap normal, lansia perlu melakukan cek gula darah. Pengecekan glukosa darah tidak hanya dilakukan di rumah sakit. Ini bisa dilakukan di rumah dengan alat pengecek gula darah. Konsultasikan pada dokter sebelum menggunakan alat tersebut.

3. Jaga pola makan tetap baik

Hindari makanan yang bisa memicu gula darah naik secara mendadak. Kemudian, kurangi asupan makanan mengandung karbohidrat supaya berat badan tetap terkendali. Tinggalkan kebiasaan makan yang buruk, seperti melewatkan sarapan atau jam makan Anda yang bisa menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah sangat rendah).

4. Rutin minum obat

Selain mengubah gaya hidup jadi lebih sehat, mengendalikan penyakit diabetes juga mengharuskan lansia minum obat yang telah diresepkan dokter. Jadi, jangan coba-coba melewatkan atau menghentikan penggunaan obat tanpa izin dokter.

Setiap obat memiliki efek samping. Jika obat untuk mengendalikan gula darah menimbulkan gejala tidak menyenangkan, segera beri tahu dokter. Kemungkinan besar dokter akan mengganti obat dengan khasiat yang sama namun rendah efek samping.

5. Hindari stres dan istirahat yang cukup

Stres memang bukan penyebab diabetes. Namun, hal ini bisa membuat lansia susah untuk mengendalikan gula darahnya tetap normal. Pasalnya, selama lansia merasa stres, cemas, kesepian, atau ketakutan, hormon kortisol bisa menaikkan kadar gula darah. Jika lansia kesulitan untuk mengendalikan stres, lakukan konsultasi ke dokter.

Lansia kerap keli mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau sleep apnea. Kondisi ini menyebabkan lansia tidak beristirahat dengan cukup. Jika dibiarkan, lansia akan sangat malas beraktivitas di siang hari dan memilih untuk tidur. Akibatnya, berat badan akan naik, stres sulit dikendalikan, dan gejala diabetes akan semakin memburuk. Selalu konsultasikan kondisi ini pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

6. Rutin melakukan olahraga

Olahraga membantu lansia tetap sehat. Baik itu mengurangi stres dan menjaga berat badan tetap ideal. Namun, olahraga bagi lansia dengan diabetes tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain:

  • Memilih jenis olahraga yang aman untuk kadar gula darah
  • Tidak boleh dilakukan berlebihan karena bisa memicu hipoglikemia
  • Selalu sedia camilan sebagai cadangan energi di kala berolahraga’
  • Siap selalu air putih untuk menghindari tubuh kekurangan cairan
  • Lakukan gerakan pemanasan, baik sebelum maupun sesudah olahraga supaya terhindari dari cedera

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca