backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Ketahui Bagaimana Cara Kerja Alat Tes Gula Darah

Ditinjau secara medis oleh dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD · Penyakit Dalam · RS Siloam Karawaci (Siloam Hospital Lippo Village)


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 12/04/2022

Ketahui Bagaimana Cara Kerja Alat Tes Gula Darah

Salah satu jenis tes gula darah menggunakan alat glukometer. Penting bagi penyandang diabetes atau Anda yang ingin mengecek gula darah mengetahui cara kerja alat tes menghasilkan pengukuran yang akurat. 

Hasil pemeriksaan gula darah tersebut menjadi tolok ukur untuk mengontrol kadar gula darah. Bagaimana glukometer bisa mengukur kadar glukosa dalam sampe darah dan seberapa akurat hasilnya?

Bagaimana cara kerja alat tes gula darah?

Memonitor kadar gula darah penting untuk mengetahui apakah kadar gula darah Anda berada dalam rentang normal atau belum mencapai target yang dianjurkan dokter.

Glukometer memiliki cara kerja sistematik ketika memantau kadar gula darah.

Saat mengukur kadar glukosa darah, Anda perlu mengambil sampel darah dengan alat jarum suntik. 

Setelah itu, tempelkan sampel darah secukupnya pada strip tes gula darah yang terpasang pada glukometer. 

Ketika strip dimasukan dalam glukometer, glukosa dalam darah akan bereaksi dengan enzim yang terdapat pada strip.

Reaksi tersebut dapat menciptakan arus listrik yang terhubung ke glukometer. Intensitas arus listrik tersebut setara dengan kadar glukosa dalam darah sehingga hasilnya bisa diketahui.

Seberapa akurat hasil cara kerja alat tes gula darah?

Untuk mengetahui akurasi cara kerja alat tes gula darah, Anda bisa memilih alat yang bersertifikasi International Organization for Stantardization (ISO). 

Standar ISO penting untuk memastikan apakah alat monitor gula darah yang Anda pakai cukup akurat atau tidak.

Glukometer kini menggunakan sistem akurasi ISO: 15197:2013. Melalui standar ini, 95% hasil dari glukosa ini harus mencapai standar berikut.

  • Hasil tes glukometer mandiri: konsentrasi gula darah kurang dari 100 mg/dL, tingkat akurasinya bisa berbeda ± 15 mg/dL dari hasil laboratorium.
  • Hasil tes glukometer mandiri: di atas 100 mg/dL, tingkat akurasinya bisa berbeda ± 15% dari hasil laboratorium.

Namun, kesalahan yang tak disadari saat melakukan cek gula darah masih mungkin terjadi sehingga dapat memberikan hasil pengukuran yang keliru.

Penyebab kesalahan pembacaan hasil tes gula darah

cara kerja alat tes gula darah yang akurat

Cara kerja alat tes gula darah bisa menunjukkan hasil yang salah. Mengutip situs Diabetes Community, berikut adalah penyebab kesalahan hasil pengukuran. 

1. Strip tes yang sudah kedaluwarsa 

Pada strip pengukur biasanya tertera informasi tanggal kedaluwarsa. Ini merupakan hal yang harus diperhatikan sebelum membeli glukometer

Penggunaan strip tes yang sudah kedaluwarsa dapat membuat hasil tes darah tidak akurat.

Alat ini baik digunakan untuk 3–6 bulan setelah kemasan dibuka. Namun, selalu ikuti petunjuk yang ada pada kemasan. 

Jika Anda memiliki lebih dari satu strip, sebaiknya gunakan yang paling lama agar tidak kedaluwarsa.

2. Suhu dan kelembapan udara

Beberapa alat tes gula darah dan stripnya terkadang membutuhkan perawatan khusus saat terpapar dengan temperatur. 

Udara yang lembap dan suhu panas atau dingin yang ekstrem bisa saja merusak strip pengukur gula darah.

Jadi, ketika dimasukkan ke dalam glukometer dapat menampilkan angka yang salah atau tidak sesuai dengan kondisi Anda.

3. Kontaminasi kulit

Salah satu penyebab hasil cara kerja alat tes gula darah adalah tidak membersihkan tangan.

Ketika melakukan pengambilan sampel darah, bisa saja ada sisa makanan mengandung gula yang menempel di jari. 

Gula ini mungkin masuk ke sampel darah dan membuat hasil menjadi tidak akurat.

Sebelum mencuci tangan, pastikan Anda mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, lalu keringkan dengan tisu atau handuk bersih.

4. Meneteskan darah terlalu sedikit

Jika darah yang digunakan pada strip terlalu sedikit, hal ini membuat cara kerja alat tes gula darah tidak akurat. 

Glukometer tidak akan memunculkan hasil tes apabila hal ini terjadi.  Anda akan mendapatkan peringatan sederhana jika jumlah darah terlalu sedikit.

Menyimpan strip pengukur tes gula darah yang benar

Untuk menghindari kesalahan pengukuran kadar gula darah, berikut langkah-langkah yang dapat diterapkan.

  • Simpanlah strip pengukur di dalam wadah atau botolnya dan pada suhu ruangan.
  • Jangan menyimpan di dalam lemari es karena suhu ekstrem dapat merusak strip pengukur.
  • Hindari menyimpan di tempat yang terpapar sinar matahari langsung atau di tempat lembap, seperti di kamar mandi.
  • Selalu tutup kontainer strip jika tidak digunakan.
  • Jangan gunakan strip yang sudah terkena noda atau kotoran, remah-remah, makanan, atau cairan.
  • Jangan gunakan strip yang rusak.
  • Apakah strip pengukur bisa digunakan berkali-kali?

    diabetes di indonesia

    Sayangnya, tidak bisa. Strip pengukur atau alat tes gula darah ini bersifat sekali pakai. 

    Seperti yang dilaporkan oleh situs Diabetes Council, beberapa orang pernah mencoba melakukan pengukuran dengan menggunakan strip pengukur yang pernah digunakan.

    Hasilnya adalah glukometer tidak dapat membaca sampel darah yang berada dalam strip tes lama. 

    Hal ini disebabkan karena strip pengukur dirancang hanya cukup menampung enzim yang dapat dilakukan untuk satu kali tes.

    Tak hanya strip pengukur, jarum yang digunakan untuk menusukkan jari Anda saat hendak mengambil sampel darah juga bersifat sekali pakai. 

    Anda harus membuangnya setelah menggunakannya. Mengingat ini termasuk ke dalam sampah medis, sebaiknya Anda tidak membuangnya dengan sembarangan.

    Cara kerja alat tes gula darah berasal dari enzim khusus yang sudah terkandung di dalamnya. Alat ini cukup akurat untuk mengukur glukosa darah. 

    Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kesalahan hasil tes, mulai dari kualitas produk hingga cara penggunaannya. 

    Catatan

    Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD

    Penyakit Dalam · RS Siloam Karawaci (Siloam Hospital Lippo Village)


    Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 12/04/2022

    advertisement iconIklan

    Apakah artikel ini membantu?

    advertisement iconIklan
    advertisement iconIklan