Diet Seimbang untuk Diabetes Tipe 1

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 04/03/2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Karbohidrat mampu meningkatkan kadar gula darah paling tinggi dibandingkan protein dan lemak. Pada diabetes tipe 1, tubuh tidak bisa mengolah kandungan gula di dalam darah serta yang ada di seluruh tubuh. Hal inilah yang menyebabkan kadar gula darah naik. Jika tidak diobati, kadar gula darah akan semakin tinggi apabila terus mengonsumsi karbohidrat.

Penderita diabetes tipe 1 harus diobati dengan insulin setiap harinya, yakni hormon yang membantu mengatur kadar gula darah. Salah satu tujuan utama dari pengobatan diabetes adalah menjaga kadar gula darah tetap dalam keadaan senormal mungkin. Bagaimana hal ini dilakukan? Dengan menghitung secara hati-hati jumlah karbohidrat yang Anda konsumsi.

Untuk menghitung karbohidrat, Anda perlu mengetahui dua hal: jumlah karbohidrat per porsi dalam makanan yang Anda makan, dan jumlah insulin yang diperlukan untuk “menangani” sejumlah karbohidrat yang masuk ke tubuh.

Label “Nutrition Facts” merupakan alat Anda untuk mengetahui kandungan karbohidrat dalam makanan. Banyak buku tentang gizi yang dapat menyediakan informasi bagi Anda seputar karbohidrat dalam buah-buahan, sayuran, dan makanan lain yang tidak berlabel. Dokter ataupun pakar diabetes akan mengidentifikasi jumlah insulin yang tepat dan membantu Anda memahami cara menyeimbangkannya dengan karbohidrat.

Makanan yang harus disertakan ke dalam pola makan

Meskipun penghitungan karbohidrat cukup fleksibel, Anda tetap harus mengikuti diet sehat secara keseluruhan. Selain kebutuhan untuk tetap menjaga keseimbangan asupan karbohidrat, penderita diabetes tipe 1 tetap harus menjaga pola makan yang sehat seperti orang pada umumnya — konsumsi berbagai jenis makanan setiap harinya, pilih makanan yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral serta rendah lemak, dan juga natrium.

Banyak penderita diabetes keliru dan malah menghindari buah-buahan karena menganggap kandungan gulanya tinggi. Meski begitu, buah-buahan kaya akan nutrisi, serat, rendah lemak, sodium, dan kalori. Hanya saja Anda perlu memastikan porsinya dan tetap berhati-hati terhadap karbohidrat dalam buah yang dipilih ketika Anda membuat perencanaan pola makan setiap harinya.

Makanan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam pola makan

Makanan olahan seperti makanan beku, makanan siap saji, mie instan, serta sup kaleng telah mengalami perubahan dari keadaan semula untuk alasan kenyamanan konsumen. Makanan-makanan ini cenderung mengandung sodium, gula, dan lemak yang lebih tinggi (atau bahkan ketiganya) serta kandungan serat, vitamin, dan mineral yang lebih rendah dari makanan aslinya.

Meskipun mengikuti aturan pola makan yang sehat tampak sedikit repot, setidaknya di awal, hal ini sebenarnya tidak sulit. Kebanyakan orang cenderung mengonsumsi makanan yang sama dari waktu ke waktu. Dalam waktu singkat, Anda akan hapal kandungan karbohidrat dalam makanan kesukaan Anda dan mulai menyeimbangkan porsi makan, insulin, serta gula darah dengan cara yang paling sesuai bagi Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"

    Yang juga perlu Anda baca

    10 Makanan Terbaik untuk Anda yang Cepat Lapar

    Anda sering merasa lapar atau ingin mengunyah sesuatu meski sudah makan? Sudah saatnya mencoba menu makanan berikut ini agar Anda tidak cepat lapar.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 21/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    9 Makanan yang Ampuh Mengusir Perut Kembung

    Perut kembung atau begah pasti sangat mengganggu. Untuk segera meredakan rasa tidak nyaman, siapkan berbagai makanan berikut untuk mengusir perut kembung.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Tips Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

    Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Yang Perlu Anda Tahu Seputar Pangan Rekayasa Genetika

    Sudah saatnya kita meluruskan isu-isu seputar pangan rekayasa genetika (PRG) atau genetically modified foods yang penuh kontroversi ini.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Nutrisi, Hidup Sehat 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    diet eliminasi

    Mengenal Diet Eliminasi (Elimination Diet) untuk Tahu Intoleransi Makanan

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Dipublikasikan tanggal: 05/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    kacang almond

    Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

    Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    apa itu kolesterol

    7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit