Penderita Diabetes Sebaiknya Makan Nasi Sisa Kemarin

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: Hello Sehat Medical Review Team

Mungkin Anda sering mendengar bahwa makan nasi kemarin disarankan untuk orang yang menderita kencing manis atau diabetes mellitus tipe 2. Katanya, makan nasi baru yang sedang hangat-hangatnya dapat dengan cepat meningkatkan gula darah Anda. Tapi, apakah hal ini benar?

Nasi dingin mempunyai indeks glikemik yang lebih rendah

Nasi menjadi makanan utama orang Indonesia. Bahkan, banyak orang Indonesia yang merasa belum makan jika belum makan nasi. Tentu, menghindari atau mengurangi nasi bisa menjadi mimpi buruk bagi banyak orang. Namun, punya penyakit diabetes bukan berarti Anda harus menghindari nasi. Masih boleh makan nasi, tapi dengan beberapa aturan. Salah satu yang disarankan adalah dengan makan nasi kemarin atau nasi yang sudah dingin. Tapi, apa sih yang membuat makan nasi kemarin berbeda dengan nasi yang baru dimasak?

Nasi kemarin atau nasi yang sudah dingin memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan nasi yang baru dimasak. Tentu, ini menguntungkan bagi orang yang memiliki diabetes. Makanan dengan indeks glikemik rendah baik untuk orang diabetes karena makanan ini tidak langsung dapat menaikkan kadar gula darah. Berbeda dengan makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi yang dapat membuat kadar gula darah melonjak tinggi.

Cara memasak nasi yang sehat untuk penderita diabetes

Penelitian dari Sri Lanka telah membuktikan bahwa makan nasi dingin dapat mengurangi kalori yang masuk ke tubuh Anda, sehingga hal ini dapat mencegah diabetes tipe 2. Para peneliti mengembangkan metode memasak yang bisa membuat kalori (gula) dalam nasi diserap lebih sedikit oleh tubuh.

Tim peneliti menambahkan satu sendok teh minyak kelapa pada air mendidih yang akan digunakan untuk memasak beras selama 40 menit. Setelah nasi matang, nasi kemudian didinginkan dan disimpan dalam lemari es selama 12 jam. Metode ini dapat meningkatkan pati resisten sebesar 10 kali lipat. Ingat, sebaiknya disimpan dalam lemari es, bukan dibiarkan begitu saja di suhu ruang. Membiarkan nasi begitu saja memungkinkan bakteri untuk berkembang dalam nasi dan bisa jadi membahayakan kesehatan.

Pati resisten mirip dengan serat yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, sehingga dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan mencegah penyakit diabetes. Saat nasi dimasak dan kemudian didinginkan selama beberapa jam, ini dapat mengubah bentuk dan struktur di dalam nasi. Pendinginan merupakan proses yang penting karena menyebabkan pembentukan pati resisten.

Pati dalam nasi yang bisa dicerna menjadi tidak dapat dicerna, sehingga juga menurunkan kalori yang dapat diserap oleh tubuh sampai 60%. Nasi yang sudah dingin ini tidak masalah jika Anda ingin menghangatkannya lagi. Ini tidak akan memengaruhi kadar pati resisten yang sudah terbentuk di dalamnya.

Perbandingan makanan sumber karbohidrat hangat dan dingin

Penelitian lain juga telah menguji dampak makanan sumber karbohohidrat lain (selain nasi) terhadap kadar gula darah. Penelitian ini membagi pasta (salah satu sumber karbohidrat) ke dalam tiga metode penyajian yang berbeda, yaitu:

  • Pasta yang baru saja dimasak (masih hangat)
  • Pasta yang sudah didinginkan selama semalam
  • Pasta yang sudah didinginkan semalam dan dihangatkan lagi

Partisipan dalam penelitian ini kemudian memakan pasta tersebut, setelah itu diukur kadar gula darahnya setiap 15 menit selama 2 jam. Hasilnya adalah pasta dingin yang dihangatkan lagi dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang paling rendah. Pasta hangat dapat menyebabkan kenaikan gula darah yang paling tinggi. Sedangkan, pasta dingin menyebabkan kenaikan gula darah yang cukup rendah.

Hal ini terjadi karena pasta dingin mempunyai struktur yang telah berubah sehingga pencernaan Anda tidak dapat memecahnya dengan mudah. Pasta dingin membentuk pati resisten yang lebih banyak, sehingga tidak dicerna oleh tubuh dan tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah yang tinggi (sama seperti nasi dingin). Pasta dingin yang dihangatkan lagi mungkin akan membentuk pati resisten lebih banyak sehingga dapat menciptakan kenaikan gula darah yang paling rendah, peneliti menduga.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca