Sering Cuci Muka, Mengusir Atau Justru Bikin Jerawatan? Ini Faktanya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Salah satu kunci untuk memiliki kulit yang bebas dari jerawat adalah dengan menjaga kebersihan muka. Karena itu selama ini Anda mungkin menjaga kebersihan dengan sering-sering cuci muka. Namun, apa benar sering cuci muka bisa mengusir jerawat lebih cepat dan efektif? Eits, nanti dulu.

Jerawat adalah hasil produksi kelenjar minyak yang berlebih dan menyumbat pori-pori. Jerawat merupakan kondisi peradangan yang kronis, dan bisa diakibatkan oleh berbagai macam faktor. Mulai dari faktor psikologis, hormon tidak seimbang, penggunaan obat-obatan atau produk kecantikan, kebersihan, sampai faktor keturunan.

Terlalu sering cuci muka justru memicu jerawat

Mencuci muka memang memiliki peranan penting dalam mencegah munculnya jerawat. Namun, mencuci kulit wajah maupun badan cukup dilakukan dua kali sehari. Mengapa? Pembersih wajah seperti sabun berguna untuk menghilangkan minyak-minyak.

Memang, jerawat disebabkan oleh produksi minyak berlebih. Namun, kulit wajah sebenarnya tetap membutuhkan minyak untuk menjaga kulit agar tetap lembab. Mencuci muka berkali-kali dengan sabun justru menyebabkan kulit menjadi kering dan dapat memicu timbulnya jerawat.

Selain itu, mencuci muka berkali-kali dengan sabun dapat menyebabkan acne detergicans, yaitu kondisi di mana jerawat timbul akibat reaksi terhadap zat yang terkandung dalam sabun atau pembersih.

Bahan kimia yang ada di cairan pembersih wajah juga bisa membunuh bakteri-bakteri baik yang secara alamiah melindungi kulit wajah dari bakteri jahat. Ini karena cairan pembersih atau sabun muka tertentu tidak bisa membedakan mana bakteri baik dan bakteri jahat.

Karena itu, keliru kalau Anda selama ini terlalu sering cuci muka untuk membersihkan jerawat. Bila sedang ada jerawat, cuci muka Anda dua kali sehari seperti biasa.

Mengapa cuci muka harus pakai pembersih wajah?

Banyak produk kosmetik maupun kotoran-kotoran yang tidak larut dengan air. Jadi kalau mencuci muka hanya dengan air, tidak akan membantu mengangkat kotoran. Maka dari itu, dibutuhkan pembersih wajah yang kandungannya berfungsi untuk mengubah kotoran-kotoran yang bersifat tidak larut air (biasanya bersifat larut lemak) tersebut menjadi larut air.

Pembersih wajah yang ideal bisa mengangkat kotoran, minyak, keringat, kuman, dan sel-sel kulit mati. Namun, di lain sisi juga harus tetap mempertahankan kelembaban kulit dan tidak menyebabkan iritasi. Pembersih wajah yang cocok untuk kulit berjerawat adalah yang tidak menyumbat pori, tidak menyebabkan jerawat, tidak mengiritasi, dan tidak menyebabkan alergi.

Bagaimana cara cuci muka yang benar?

Cuci muka cukup dengan lembut saja dan menggunakan pembersih wajah yang mengandung pelembab. Mencuci muka dengan cara menggosok dan dengan tenaga yang berlebihan, seperti telah dijelaskan di atas, justru malah membuat jerawat semakin parah.

Setelah itu, keringkan dengan cara menepuk-nepuk pelan wajah dengan handuk lembut. Jangan digosok karena bisa memperparah peradangan.

Sebagai tambahan, baik pada kulit berjerawat ataupun tidak, sebaiknya pemakaian produk-produk seperti toner, scrub, atau exfoliator dikurangi. Ini karena semakin sedikit kulit tersentuh bahan kimia yang tidak berguna, semakin sehat pula kulit wajah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengenal Perawatan Paliatif Sebagai Pengobatan Penyakit Kanker

Perawatan paliatif adalah perawatan suportif yang umumnya dijalani pasien kanker. Namun, seperti apa sih perawatan ini? Pelajari selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kanker 18 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Berbagai Cara untuk Mengurangi Mata Minus (Rabun Jauh)

Bagi Anda yang memiliki mata minus, pasti ingin lepas dari ketergantunga kacamata atau lensa. Lalu apakah mungkin mengurangi mata minus? Bagaimana caranya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 17 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Mengapa Ada Orang yang Nyetrum Ketika Disentuh?

Pernah merasa seperti tersengat listrik saat bersentuhan dengan orang lain? Ini dia penjelasan kenapa orang tertentu nyetrum ketika disentuh.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Anda Sering Jatuh? Ini Kondisi Medis yang Bisa Jadi Penyebabnya

Jika Anda sering jatuh dan merasa keseimbangan tubuh kurang baik, maka hal ini menandakan Anda mengalami kondisi medis tertentu. Apa saja?

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 15 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mencium spidol

Meski “Wangi”, Hobi Menghirup Aroma Spidol Bisa Membahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 September 2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab penyakit kulit

Penyebab Penyakit Kulit Beserta Faktor yang Meningkatkan Risikonya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 11 menit
multivitamin gummy dewasa

Multivitamin Gummy untuk Dewasa, Benarkah Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 4 menit
yang harus diketahui sebelum melakukan pemeriksaan MRI

Yang Harus Anda Tahu Sebelum Menjalani Pemeriksaan MRI

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 September 2020 . Waktu baca 3 menit