Pilihan Obat Herpes yang Biasa Diresepkan Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 3 November 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Herpes adalah penyakit infeksi yang menyerang kulit, kelamin, dan mulut. Rasa gatal, demam, dan timbulnya lenting berisi air, menjadi berbagai gejala yang bisa muncul akibat herpes. Jika dibiarkan hal ini tentu sangat mengganggu. Oleh karena itu, mencari cara mengobati herpes menjadi prioritas utama yang tak boleh disepelekan. Lantas, apa saja obat yang ampuh melawan virus herpes?

Beragam pilihan obat untuk penyakit herpes kulit 

obat penghilang rasa sakit

Meminum obat yang tepat biasanya menjadi cara paling efektif yang dipilih untuk mengobati herpes kulit. Dokter akan memberikan obat-obatan yang membantu mencegah virus terus berkembang biak sekaligus mengendalikan gejala herpes.

Selain itu, obat juga membantu memperkecil risiko Anda untuk menularkan penyakit ini pada orang lain.

Biasanya obat untuk herpes kulit yang diberikan tersedia dalam bentuk pil dan juga salep. Namun, untuk kasus yang cukup parah dokter mungkin perlu memberikannya melalui suntikan.

Berikut tiga pilihan obat antivirus utama yang digunakan sebagai cara efektif mengobati herpes:

1. Acyclovir

Acyclovir termasuk obat herpes kulit yang pertama kali diproduksi dalam bentuk salep dan saat ini lebih banyak yang berbentuk pil. Obat antivirus ini sudah digunakan sejak tahun 1982. 

Obat herpes jenis ini tergolong aman dan bisa dikonsumsi sehari-hari sesuai kebutuhan. Dikutip dari American Sexual Health Association acyclovir telah terbukti aman digunakan setiap hari selama 10 tahun.

Obat ini bekerja dengan mengurangi tingkat keparahan dan jangka waktu kemunculan penyakit. Dengan begitu, luka lebih cepat sembuh dan mengurangi risiko terbentuknya luka baru.

Obat ini juga bisa membantu mengurangi rasa sakit setelah luka sembuh dan membaik. Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, obat herpes ini bisa mengurangi risiko penyebaran virus ke bagian tubuh yang lain.

Untuk acyclovir oles, efek samping yang biasa dirasakan yaitu rasa terbakar saat memakainya. Jika berbagai efek samping ini berlanjut, beritahukan dokter yang menangani Anda.

Ingat, selalu konsumsi obat sesuai dengan petunjuk yang diberikan dokter dan jangan asal-asalan.

2. Valacyclovir

Obat herpes yang satu ini merupakan terobosan yang lebih baru. Valacyclovir sebenarnya menggunakan acyclovir sebagai bahan aktifnya.

Namun, obat ini menjadikan acyclovir lebih efisien sehingga tubuh bisa jadi menyerap sebagian besar kandungan obat. Salah satu keunggulannya dibanding acyclovir adalah obat ini bisa diminum siang hari tanpa menyebabkan sakit kepala atau keliyengan.

Sama seperti acyclovir, obat ini membantu meringankan keparahan dan lamanya wabah. Selain itu, valacyclovir juga membuat luka menjadi lebih cepat sembuh sehingga risiko munculnya luka baru pun berkurang. Obat ini juga dapat membantu mengurangi lamanya rasa sakit yang tersisa setelah luka sembuh.

Mual, sakit perut, sakit kepala, dan pusing bisa muncul sebagai efek samping obat. Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.

3. Famciclovir

Famciclovir menggunakan penciclovir sebagai bahan aktifnya. Seperti valacyclovir, obat  herpes ini juga bertahan lebih lama jika sudah berada di dalam tubuh. Oleh karenanya, obat ini hanya dikonsumsi dalam waktu tertentu dan tidak boleh sering-sering.

Obat herpes yang satu ini membantu mencegah HSV bereplikasi menjadi semakin banyak. Selain itu, famciclovir juga bisa membantu mengurangi keparahan dan meredakan gejala.

Pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, famciclovir dapat mengurangi risiko penyebaran virus. Baik itu ke bagian tubuh yang lain atau ke orang lain.

Sakit kepala, mual, dan diare adalah efek samping paling sering muncul setelah minum famciclovir. Namun, gejalanya biasanya ringan sehingga tak sampai mengganggu aktvitas.

Obat tambahan untuk herpes zoster

Selain ketiga obat utama tersebut, ada obat-obatan lain yang biasanya diberikan untuk penyakit herpes kulit lain seperti cacar air dan herpes zoster. Berikut ini berbagai obat tambahan yang diresepkan sebagai salah satu cara efektif mengobati herpes:

1. Obat antiradang

Antiradang termasuk obat tambahan yang diresepkan sebagai salah satu cara untuk mengobati herpes zoster. Ibuprofen atau obat-obatan NSAID lainnya mampu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Biasanya dokter meminta pasien untuk meminumnya setiap 6 hingga 8 jam sekali.

2. Analgesik (obat pereda nyeri)

Obat-obatan ini membantu mengurangi rasa sakit atau demam yang dirasakan sebagai gejala awal saat terinfeksi virus cacar air. Terkadang untuk kasus yang parah dokter juga meresepkan obat analgesik dari golongan narkotika. Pastikan untuk mematuhi aturan minum yang diberikan dokter agar pengobatan berjalan efektif.

3. Antikonvulsan atau antidepresan trisiklik

Obat-obatan ini umumnya diresepkan untuk mengobati rasa sakit yang berkepanjangan. Dokter akan meresepkannya untuk diminum 1 sampai 2 kali sehari. Namun, hal ini juga tergantung pada jenis dan dosis obat yang diberikan.

4. Antihistamin

Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) sering kali ikut diresepkan untuk mengatasi rasa gatal. Ini karena rasa gatal akibat herpes zoster biasanya tak tertahankan.

Menggaruk ruam dan luka bisa membuat penyakit menyebar luas. Untuk itu, antihistamin menjadi salah satu cara efektif untuk mengobati rasa gatal akibat herpes zoster.

5. Krim, gel, atau patch mati rasa

Krim, salep, atau patch mati rasa untuk seperti lidocaine terkadang diberikan untuk membantu mengatasi rasa sakit akibat infeksi herpes. Namun obat-obatan ini biasanya hanya dipakai saat diperlukan saja karena bukan pengobatan utama.

6. Capsaicin (Zostrix)

Capsaicin merupakan obat yang ditujukan untuk mengurangi risiko nyeri saraf pasca pulih dari herpes zoster. Kondisi ini biasanya sangat menyiksa karena menyerang serabut saraf dan kulit. Kulit akan terasa seperti terbakar dalam waktu yang cukup lama.

Pengobatan lain untuk untuk herpes

obat incidal adalah

Obat herpes golongan antivirus umumnya diresepkan untuk pasien yang mengalami episode pertama herpes simplex. Untuk episode berulang, biasanya dokter akan merekomendasikan terapi episodik dan terapi supresif yang juga menggunakan obat antivirus.

Terapi episodik

Jika Anda mengalami enam kali kekambuhan dalam kurun waktu satu tahun maka dokter akan merekomendasikan terapi episodik.

Dalam terapi episodik, Anda akan diminta untuk terus mengonsumsi obat herpes golongan antivirus selama beberapa hari sejak tanda pertama infeksi terlihat. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penyembuhan bahkan mencegah infeksi terjadi.

Terapi ini biasanya membantu mempersingkat gejala herpes yang biasanya terjadi dalam jangka panjang. Setiap obat dari golongan antivirus ini memiliki kecepatan penyerapan dan efektivitas yang berbeda. Maka dosisnya juga bervariasi. Umumnya Anda akan diresepkan 1 hingga 5 pil setiap hari selama 3 hingga 5 hari setelah infeksi menyerang.

Terapi supresif

Sementara itu, terapi supresif biasanya digunakan untuk orang-orang yang mengalami kekambuhan sebanyak lebih dari enam kali dalam setahun. Terapi ini dapat mengurangi gejala setidaknya hingga 75 persen saat Anda meminum obat antivirus.

Biasanya, obat herpes ini dikonsumsi untuk menghilangkan dan menekan gejala. Terapi ini dianggap cukup aman dan efektif. Umumnya, dosis yang diberikan pun bervariasi sesuai kondisi dari mulai 1 hingga 2 pil per hari.

Apakah obat herpes harus diminum seumur hidup?

obat nyangkut di tenggorokan

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention, infeksi virus herpes simpleks tidak bisa disembuhkan. Begitu terinfeksi, Anda akan memiliki virus ini selamanya alias virus ini tidak bisa dihilangkan dari tubuh.

Obat-obatan antivirus untuk herpes hanya bisa membantu melemahkan virusnya. Maka, sangat mungkin penyakit herpes genital dan oral ini akan kambuh lagi dalam beberapa waktu setelah pengobatan.

Karena itulah dokter kemungkinan besar akan menganjurkan Anda untuk tetap minum obat herpes setelah serangan yang pertama.

Dalam kasus yang cukup parah, dokter akan meminta pasien untuk minum obatnya setiap hari, seumur hidup. Selain untuk menekan risiko gejalanya kambuh, minum obat herpes seumur hidup penting dilakukan untuk mencegah penularan herpes pada pasangan atau orang-orang di sekitar pasien.

Jangan sungkan untuk mengatakan pada dokter mengenai perkembangan kondisi. Jika kombinasi obat yang diberikan dirasa tidak berefek apa pun atau menimbulkan efek samping yang parah segera konsultasikan kembali.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ciri-Ciri Cacar Api yang Wajib Dikenali, Jika Anda Sudah Pernah Kena Cacar Air

Ciri-ciri herpes zoster (cacar api) memiliki pola penyebaran lenting yang berbeda dengan cacar air. Gejala herpes zoster juga disertai nyeri pada kulit.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dermatologi, Health Centers 18 Mei 2020 . Waktu baca 7 menit

Herpes

Herpes adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Cari tahu gejala, penyebab, cara mengobati, hingga cara mencegahnya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 6 Mei 2019 . Waktu baca 11 menit

Kenapa Perempuan Perlu Vaksin TORCH Sebelum Menikah dan Hamil

TORCH adalah sekumpulan penyakit yang dapat membahayakan ibu dan janin. Itu kenapa vaksin TORCH wajib Anda dapatkan apabila sedang berniat hamil.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dermatologi, Health Centers 9 Januari 2019 . Waktu baca 6 menit

Cara Menghilangkan Bekas Cacar Air Secara Alami dan Prosedur Medis

Lenting cacar air bisa meninggalkan bekas luka yang sulit hilang ketika sudah pecah. Berbagai cara menghilangkan bekas cacar air ini bisa jadi solusinya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dermatologi, Health Centers 14 Desember 2018 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bisul atau abses

Bisul

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 9 November 2020 . Waktu baca 10 menit
dermatitis kontak

Dermatitis Kontak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 10 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit
kenapa penis ereksi di pagi hari

Ketahui Berbagai Kemungkinan Penyebab Benjolan di Penis

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 12 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
makanan untuk herpes oral

Makanan yang Baik Dikonsumsi untuk Pasien Herpes Oral

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 26 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit