Anggota Keluarga Kena Cacar Air, Bagaimana Supaya Anda Tidak Tertular?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cacar air adalah penyakit menular yang bisa menyebar dengan mudah dan cepat. Meski pada umumnya cacar lebih banyak menyerang anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun, tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa terkena cacar air. Nah, agar Anda tidak tertular ataupun menularkan cacar air, Anda harus mengetahui cara mencegah penyakit ini. Lantas, bagaimana cara mencegah cacar air ketika orang di sekitar Anda ada yang sedang kena cacar? Simak tips-tipsnya di bawah ini.

Pahami dulu, apa itu cacar air?

Cacar air, atau dalam bahasa medisnya disebut dengan varicella adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster. Penyakit ini akan menyebabkan bentol-bentol berisi cairan (lenting) yang gatal dan umumnya menyebar ke seluruh tubuh.

Cacar air adalah penyakit menular yang bisa menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin. Terkadang, cacar juga bisa ditularkan dari cairan cacar itu sendiri. Itu sebabnya, orang yang terkena cacar harus diisolasi sampai sembuh agar tidak menularkan penyakitnya ke orang lain.

Penyakit yang satu ini juga termasuk penyakit umum yang bisa terjadi di semua kalangan usia. Namun, orang-orang dengan sistem imun yang lemah lebih berisko seperti bayi, ibu hamil, dan lansia. Penyakit ini juga bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat dibandingkan anak-anak.

Mencegah cacar air

Sejauh ini cara mencegah cacar air yang paling efektif adalah dengan melakukan imunisasi. Para ahli dari CDC menyatakan jika imunisasi cacar air sangat aman dan ampuh dalam memberikan perlindungan lengkap dari virus penyebab cacar air. Sejumlah 90 persen orang yang sudah mendapatkan vaksin tidak akan terkena cacar air. Namun, jika ternyata imunisasi tidak memberikan perlindungan secara lengkap, maka setidaknya vaksin cacar bisa mengurangi gejala atau keparahan penyakit cacar.

Imunisasi cacar dianjurkan untuk semua anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun dan belum pernah terkena sakit cacar. Selain anak-anak, vaksin cacar juga direkomendasikan untuk orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin cacar atau belum pernah kena penyakit cacar. Jika Anda sudah pernah kena cacar, maka tidak perlu lagi imunisasi cacar.

Anak-anak dan orang dewasa akan diberikan dua dosis imunisasi secara terpisah. Untuk anak-anak, dosis pertama diberikan saat anak berusia sekitar 12 sampai 18 bulan. Dosis kedua diberikan saat anak sudah berusia 4 sampai 6 tahun.

Sedangkan untuk orang dewasa, dosis kedua bisa diberikan dalam jangka waktu 4 sampai 8 minggu setelah dosis pertama diberikan.

Di Indonesia, imunisasi cacar tidak termasuk dalam daftar imunisasi wajib untuk anak. Meski begitu, Anda tetap dianjurkan untuk melakukan imunisasi cacar air untuk mencegah penularan atau menularkan penyakit tersebut. Vaksin cacar biasanya digabungkan dengan vaksin untuk penyakit lain, seperti imunisasi MMRV. Vaksin MMRV dilakukan untuk mencegah penyakit campak, gondok, alergi pernapasan, dan cacar.

Mencegah penularan bila orang terdekat sedang kena cacar

Penularan cacar air sangat mudah dan cepat. Nah, selain imunisasi, ada beragam hal lainnya yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah cacar air. Jika ada salah satu keluarga di rumah terkena cacar, Anda bisa mencegah penularannya dengan:

  • Selalu menggunakan masker ketika melakukan interaksi dengan anggota keluarga yang kena cacar.
  • Rajin cuci tangan, terutama setelah kontak dengan orang yang sedang cacar.
  • Untuk sementara tidak berbagi barang pribadi (handuk, pakaian, atau sisir) dan tidur sekamar dengan orang yang sedang cacar.
  • Pisahkan baju atau seprai orang yang sedang kena cacar saat dicuci.
  • Segera menyeka benda atau permukaan yang terkena kontak langsung orang yang sedang cacar dengan menggunakan cairan antiseptik.

Sedangkan jika Anda yang kena cacar air, Anda bisa melakukan beberapa cara sederhana ini agar Anda tidak menularkan penyakit cacar pada orang lain:

  • Tidak pergi ke tempat-tempat umum seperti sekolah, kantor, atau pusat perbelanjaan sebelum Anda benar-benar sembuh.
  • Jangan menggaruk kulit yang gatal supaya tidak meninggalkan bekas luka. Luka ini kemudian dapat menyebabkan infeksi oleh bakteri yang masuk ke kulit. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 12, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca