Cacar Air Pada Anak, Ketahui Gejala dan Cara Mengatasinya

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Cacar air adalah penyakit menular yang umumnya terjadi pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun, namun tak jarang penyakit ini juga menyerang orang-orang yang memiliki ketahanan imun rendah, seperti ibu hamil dan orang tua. Cacar air pada anak memang bukanlah kondisi medis yang berbahaya, tapi anak yang terjangkit cacar perlu beristirahat di rumah agar lebih cepat pulih dan tidak menularkan virus cacar pada orang lain.

Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?

Gejala cacar air akan berbeda dari tahapan awal hingga fase akhir infeksi. Gejala yang kentara bisasanya baru akan muncul selama 4-5 hari setelah anak mengalami demam.

Sementara jika ditotal dengan masa inkubasi virus varicella, maka waktu kemunculan gejala bisa dalam 10-21 hari setelah pertama kali anak terpapar virus.

Beberapa ciri dan gejala cacar air pada anak  harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Ruam kulit merah yang lama kelamaan akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan atau disebut juga lenting cacar.
  • Setelah 1-2 hari, lenting akan mengering, mengelupas, dan menjadi keropeng.
  • Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya.
  • Diameter lenting cacar tidak lebih dari 0.5 cm
  • Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
  • Demam. Semakin banyak lenting cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika lenting yang muncul tidak terlalu parah.
  • Ruam atau lenting cacar juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin.

Lenting cacar akan menyebar lebih luas dan cepat pada anak dengan kondisi sistem imun yang lemah.

Demam yang mengikuti cacar biasanya akan berada di angka tertinggi (38.8 derajat Celsius) pada hari ketiga atau keempat. Setelah lenting cacar perlahan mengering,  demam akan mulai menurun.

Bisakah bekas cacar air  menghilang?

Cacar air sebenarnya tidak meninggalkan bekas pada kulit secara permanen, kecuali jika lenting cacar terinfeksi dengan impetigo atau anak terus menggaruk lenting cacar tersebut. Namun, menghilangkan bekas cacar membutuhkan waktu  yang cukup lama, yaitu setidaknya 6 – 12 bulan, sampai benar-benar hilang.

Cacar air biasanya hanya terjadi sekali. Setelahnya, anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan tinggal di dalam tubuh seumur hidup. Meski begitu, sangat jarang kasus cacar air yang kambuh saat dewasa.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Penyakit cacar air pada anak memang tidak memerlukan pengobatan medis secara khusus, tapi bisa penyakit ini membuat kondisi kesehatan anak jadi sangat menurun.

Beberapa kondisi lain yang mengharuskan Anda segera membawa si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter adalah:

  • Anak mengalami demam tinggi lebih dari 4 hari.
  • Anak kesulitan bernapas dan batuk secara menerus.
  • Lenting menyebabkan bagian kulit yang terdampak menjadi bengkak, merah, hangat, dan terasa perih.
  • Lenting mengeluarkan nanah atau cairan kekuningan.
  • Anak mengalami sakit kepala yang parah dan leher terasa kaku.
  • Anak sangat gelisah dan kselitan untuk bangu tidur.
  • Anak kesulitan untuk melihat dalam ruangan terang.
  • Anak mengalami muntah-muntah.

Umumnya diagnosis cacar air terbilang mudah. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala cacar air.

Selanjutnya, dokter akan memberikan obat cacar air yang membantu meringangkan gejala dan mempersingkat fase perkembangan penyakit.

Bagaimana cara mengatasi cacar air pada anak?

Untuk mengobati cacar air, Anda bisa memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis atau merawat anak cacar air di rumah sampai sistem imunnya kembali kuat melawan infeksi.

Dalam pengobatan medis, obat antivirus adalah pilihan pengobatan yang paling efektif dalam mengatasi cacar air pada anak. Pasalnya, cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella. Obat antivirus apa yang diresepkan dokter untuk mengatasi cacar air?

Acyclovir

Acyclovir adalah obat antivirus oral yang biasanya diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak.

Menurut penelitian dalam New England Journal of Medicine, acyclovir dapat mengurangi jumlah lenting cacar dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi.

Selain itu, Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Pun demikian, obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.

Acyclovir juga bisa digunakan pada anak-anak yang terjangkit cacar air namun juga memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, memiliki penyakit kulit atau paru krondisi yang lemah. Beberapa dokter akan meresepkan acyclovir untuk orang dewasa, remaja, dan dewasa muda. Namun, kebanyakan dokter tidak akan menggunakan acyclovir pada anak yang sehat.

Sementara itu, terdapat tips lain untuk mengatasi cacar air pada anak dan mengurangi rasa gatal yang Anda bisa lakukan di rumah, yaitu:

1. Berendam air dingin

Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Minta anak Anda untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air.

Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.

Untuk melindungi lenting cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal. Atau, kompres lenting cacar dengan es batu. Jika anak Anda mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

2. Redakan demam

Berikan anak Anda acetaminophen untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam, namun jangan berikan ibuprofen. Ibuprofen ditakutkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah.

Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air, akibat efek samping sindrom Reye.

3. Makanan dingin

Bentol cacar air pada anak juga bisa ditemukan dalam mulut dan tenggorokan. Rasa panas dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan akan menyebabkan anak Anda sulit makan.

Berikan pilihan makanan halus dan dingin (es krim, telur, puding, agar-agar, kentang tumbuk). Hindari memberikan makanan asin dan buah-buahan asam untuk sementara waktu.

4. Mengatasi nyeri pada kelamin

Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda.

Jika anak Anda adalah perempuan mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, Anda bisa melakukan anestesi lokal melalui salep yang mengandung xylocaine 2.5% yang dijual bebas di apotek.

Oleskan salep ini di vaginanya sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

5. Cegah anak agar tidak menggaruk

Lenting cacar air dapat menimbulkan rasa gatal, sehingga anak sering menggaruk bagian kulit yang terdampak. Padahal terdapat risiko komplikasi akibat terus-menerus menggaruk bagian kulit yang terkena cacar air, yaitu infeksi kulit oleh bakteri.

Untuk mencegahnya, gunting kuku anak Anda secara rutin. Jangan lupa pula untuk selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri.

Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek lenting cacar, terutama pada wajah. Untuk bayi yang belum bisa mengontrol diri, sebaiknya bungkus tangannya dengan sarung tangan bayi.

6. Mengkarantina anak di rumah

Anak yang terjangkit cacar dapat menularkan virusnya ke anak-anak lain di sekitarnya, terutama di hari-hari pertama mereka terkena cacar.

Untuk menghindari penularan, istirahatkan anak Anda di rumah setidaknya selama seminggu. Lebih dari itu, anak Anda sudah dapat kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Tidak usah khawatir walaupun pengelupasan masih tampak di kulitnya, proses ini tidak menular dan akan berhenti dengan sendirinya dalam 2 minggu.

Bisakah mencegah cacar air pada anak?

Pencegahan cacar air pada anak dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (imunisasi). Dokter merekomendasikan anak-anak segera memperoleh vaksin cacar air ketika:

  • Suntikan pertama pada umur 12-15 bulan.
  • Vaksin lanjutan ketika berumur 4-6 tahun.

Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan gejala cacar air pada anak, terutama saat gejala sampai mengganggu aktivitas si kecil.

Pastikan anak Anda mendapatkan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus. Untuk mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda atau datang ke pusat layanan ke sehatan terdekat.

Selain melalui vaksin, pencegahan cacar air pada anak juga bisa dilakukan dengan menghindari orang yang mengalami cacar air.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 8, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 10, 2020

Sumber
Yang juga perlu Anda baca