Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Anak Tidak Mau Makan Nasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Anak Tidak Mau Makan Nasi? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Sebagai orangtua, pasti Anda ingin memberikan asupan gizi terbaik pada balita. Oleh karenanya, saat si kecil menolak makan nasi, ibu tentu khawatir dan merasa bingung. Sebenarnya, apa sih penyebab dan bagaimana cara mengatasi anak tidak mau atau susah makan nasi? Simak penjelasannya di bawah ini!

Mengapa anak tidak mau atau susah makan nasi?

Anak tidak mau makan nasi

Sama halnya seperti perkembangan bayi, ada nutrisi yang perlu diperhatikan orangtua ketika anak sudah memasuki tahap perkembangan balita. Salah satunya adalah asupan karbohidrat.

Nasi menjadi makanan pokok yang tak ketinggalan, mulai dari bayi saat mengonsumsi MPASI hingga orangtua.

Dikutip dari Kids Health, nasi merupakan salah satu sumber energi dan asupan karbohidrat penting untuk anak.

Setidaknya, kebutuhan kalori yang berasal dari karbohidrat untuk anak diatas 2 tahun adalah sekitar 50%-60%

Oleh karena itu, orangtua pasti khawatir apabila pada fase tumbuh kembang balita, anak menjadi susah atau tidak mau makan nasi.

Dikutip dari Healthy Children, pilih-pilih makan atau picky eater merupakan hal yang umum terjadi pada balita.

Oleh karena itu, salah satu penyebab utama anak tidak mau makan nasi karena sedang masuk di tahap memilih makanan.

Di usia balita anak sudah tahu mengenai makanan mana yang ia suka dan tidak. Selera ini sering kali berubah sesuai dengan keinginannya.

Hal ini membuat ia hanya suka makanan tertentu saja dan ingin terus memakannya sampai bosan tanpa mau ada menu lain.

Bahkan, selama berminggu-minggu mungkin si kecil hanya ingin makan satu jenis makanan saja.

Jadi, masalah utamanya bukan ada pada anak tidak mau atau susah makan nasi.

Akan tetapi, ia berada di dalam fase pilih-pilih makanan, bosan, dan ingin mencoba makanan lainnya.

Bagaimana cara mengatasi anak tidak mau makan nasi?

Saat anak mulai tidak mau makan nasi, sebaiknya ibu jangan terlalu cepat menarik kesimpulan bahwa ia tidak suka dengan nasi.

Perlu diingat bahwa mungkin susah makan nasi menjadi salah satu masalah makan pada balita.

Sebagai orangtua, Anda bisa mencoba variasi makanan lainnya sekaligus tidak memaksa anak untuk tetap mengonsumsinya.

Berikut adalah cara mengatasi anak yang susah makan nasi yang bisa dilakukan orangtua, seperti:

1. Jangan memaksa anak

Biasanya, orangtua terus mencoba memberikan nasi pada anak sampai ia akhirnya mau makan.

Sebaiknya, hindari hal ini karena bisa memicu anak menjadi frustasi, trauma, hingga malas makan.

Oleh karena itu, cara pertama yang perlu dilakukan saat anak tidak mau atau susah makan nasi adalah tidak memaksanya.

2. Sajikan dalam porsi kecil

Selain menghindari memaksa anak yang susah makan nasi, ibu juga bisa mencoba cara lainnya agar ia tetap mau makan.

Saat memberikan makanan, coba untuk menyajikan nasi dalam porsi lebih kecil dari biasanya terlebih dahulu. Ada kemungkinan anak akan ingin memakannya walaupun sedikit.

3. Berikan variasi lain dari nasi

Saat anak susah makan nasi, ibu bisa mencoba cara mengatasinya dengan memberikan variasi lainnya.

Sebagai contoh, mengkreasikan nasi putih menjadi nasi kuning atau nasi tim.

Selain itu, Anda juga bisa mengubahnya menjadi nasi kepal, bola-bola nasi, membentuknya menggunakan cetakan khusus, dan lain-lainnya.

Lalu, cara lain yang bisa ibu coba saat anak tidak mau makan nasi adalah dengan menambahkan bumbu atau rasa lainnya.

Bumbu ini misalnya menambahkan bawang putih, daun jeruk, hingga menambahkan air kaldu saat memasaknya.

Namun, jika cara ini juga tidak berhasil, coba berikan sumber karbohidrat lain pengganti nasi seperti kentang atau ubi.

4. Ajak anak makan bersama

Cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi anak tidak mau atau susah makan nasi adalah mengajaknya makan bersama alih-alih hanya ia sendiri.

Hal ini dilakukan agar anak melihat dan mencontoh kebiasaan orangtuanya saat makan.

Saat ia melihat semua anggota keluarga menyantap makanan yang sudah disediakan, lama-lama ia akan terbiasa untuk melakukan hal yang sama termasuk makan nasi.

5. Terus mencoba lagi dan lagi

Berikan jeda saat anak mulai menolak atau tidak mau makan nasi. Anda bisa mencoba beberapa hari atau beberapa minggu kemudian.

Sebaiknya, tetap tawarkan makanan baru serta makanan yang biasa ia tolak seperti nasi.

Biasanya, balita membutuhkan waktu 10 kali atau lebih untuk mengonsumsi kembali makanan yang ia hindari sebebelumnya.

Tetap perkenalkan anak dengan nasi agar si kecil pelan-pelan memahami kalau nasi adalah makanan yang penting untuknya.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Sebenarnya, ada beberapa jenis sumber karbohdirat lainnya yang bisa diberikan orangtua agar asupan nutrisi balita tetap terjaga.

Berbagai sumber ini seperti nasi merah, kentang, mie, oatmeal, sereal, roti, dan lain-lainnya.

Biasanya, susah makan nasi menjadi masalah sementara saja. Ada fase di mana anak sangat pilih-pilih makanan. Jadi, tidak perlu dibawa ke dokter untuk diperiksa.

Tenang, ibu tidak sendirian kok. Di luar sana banyak orangtua lain yang memiliki masalah sama saat memberikan makanan pada balita.

Akan tetapi, saat berat badan terus menurun dan anak juga tidak mau mengonsumsi makanan lainnya, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter anak kepercaan Anda.

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Children’s nutrition: 10 tips for picky eaters. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/childrens-health/art-20044948

10 Tips for Parents of Picky Eaters. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/toddler/nutrition/Pages/Picky-Eaters.aspx

Toddler not eating? Ideas and tips. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://raisingchildren.net.au/toddlers/nutrition-fitness/common-concerns/toddler-not-eating

Carbohydrates and Sugar (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/sugar.html

Rice and Nutrition: The Latest Research | NutritionFacts.org. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://nutritionfacts.org/topics/rice/

Why the Family Meal Is Important. (2021). Retrieved 15 February 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=why-the-family-meal-is-important-1-701

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 13/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x