Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Cacar Air Pada Anak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/04/2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Cacar air umumnya pertama kali menyerang anak-anak pada usia di bawah 10 tahun. Nah, anak yang terjangkit cacar air perlu beristirahat di rumah agar lebih cepat pulih dan tidak menularkan penyakitnya pada orang lain. Lantas, apa penyebab dan gejalanya, serta bagaimana cara mengatasi cacar air yang menjangkiti si kecil di rumah?

Apa ciri dan gejala cacar air pada anak?

Penyebab cacar air adalah paparan virus herpes varicella-zoster yang menular lewat droplet air dari mulut penderita saat batuk atau bersin. Virus juga berpindah dari penderita ke anak yang sehat ketika si anak menyentuh cairan dari lepuhan, atau menghirup udara di sekitar penderita setelah lepuhan baru pecah. Virus akan tetap menular sampai semua lepuhan pada kulit penderita mengering.

Nah, gejala cacar air biasanya baru akan muncul 4-5 hari setelah anak mengalami demam. Namun, ruam cacar dapat muncul dalam 10-21 hari setelah anak pertama kali anak terpapar virus sementara belum menunjukkan gejala berarti.

Beberapa ciri dan gejala cacar air pada anak  harus Anda perhatikan, yaitu:

  • Ruam kulit merah yang lama kelamaan akan berubah menjadi bintik-bintik kecil melepuh dan terisi cairan atau disebut juga lenting cacar.
  • Setelah 1-2 hari, lenting akan mengering, mengelupas, dan menjadi keropeng.
  • Kumpulan cacar baru akan muncul setelah 4-5 hari setelahnya.
  • Diameter lenting cacar tidak lebih dari 0.5 cm
  • Ruam kemerahan yang muncul biasanya dimulai dari area sekitar kepala dan punggung, kemudian menyebar ke seluruh tubuh setelah 1-2 hari
  • Demam. Semakin banyak lenting cacar yang mucul, semakin tinggi demam. Namun, anak Anda mungkin tidak akan mengalami demam pada hari pertama cacar atau jika lenting yang muncul tidak terlalu parah.
  • Ruam atau lenting cacar juga umum terjadi dalam mulut, kelopak mata, dan kelamin.

Lenting cacar akan menyebar lebih luas dan cepat pada anak dengan kondisi sistem imun yang lemah.

Demam yang mengikuti cacar biasanya akan memuncak (38,8º Celsius) pada hari ketiga atau keempat. Setelah lenting cacar perlahan mengering, demam akan mulai menurun.

Kapan harus membawa anak ke dokter?

Penyakit cacar air pada anak memang tidak memerlukan pengobatan medis secara khusus, tapi bisa penyakit ini membuat kondisi kesehatan anak jadi sangat menurun.

Beberapa kondisi lain yang mengharuskan Anda segera membawa si kecil untuk berkonsultasi dengan dokter adalah:

  • Anak mengalami demam tinggi lebih dari 4 hari.
  • Anak kesulitan bernapas dan batuk secara menerus.
  • Lenting menyebabkan bagian kulit yang terdampak menjadi bengkak, merah, hangat, dan terasa perih.
  • Lenting mengeluarkan nanah atau cairan kekuningan.
  • Anak mengalami sakit kepala yang parah dan leher terasa kaku.
  • Anak sangat gelisah dan kselitan untuk bangu tidur.
  • Anak kesulitan untuk melihat dalam ruangan terang.
  • Anak mengalami muntah-muntah.

Umumnya diagnosis cacar air terbilang mudah. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengidentifikasi gejala cacar air.

Selanjutnya, dokter akan memberikan obat cacar air yang membantu meringangkan gejala dan mempersingkat fase perkembangan penyakit.

Bagaimana cara mengatasi cacar air pada anak?

Untuk mengobati cacar air, Anda bisa memeriksakan si kecil ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis atau merawat anak cacar air di rumah sampai sistem imunnya kembali kuat melawan infeksi.

Dalam pengobatan medis, obat antivirus adalah pilihan pengobatan yang paling efektif dalam mengatasi cacar air pada anak. Pasalnya, cacar air disebabkan oleh infeksi virus varicella. Obat antivirus apa yang diresepkan dokter untuk mengatasi cacar air?

1. Pemberian obat acyclovir

Acyclovir adalah obat antivirus oral yang biasanya diberikan dalam waktu 24 jam setelah gejala pertama cacar air tampak.

Menurut penelitian dalam New England Journal of Medicine, acyclovir dapat mengurangi jumlah lenting cacar dan mempersingkat waktu sakit. Namun, tingkat komplikasi cacar air tidak dapat dikurangi.

Selain itu, Acyclovir harus digunakan rutin selama lima hari berturut-turut. Pun demikian, obat ini dilaporkan memiliki sedikit efek samping.

Acyclovir juga bisa digunakan pada anak-anak yang terjangkit cacar air namun juga memiliki defisiensi sistem imun, mengonsumsi steroid, memiliki penyakit kulit atau paru krondisi yang lemah. Beberapa dokter akan meresepkan acyclovir untuk orang dewasa, remaja, dan dewasa muda. Namun, kebanyakan dokter tidak akan menggunakan acyclovir pada anak yang sehat.

2. Berendam air dingin

Air dingin bertindak sebagai kompres yang meringankan rasa gatal dan kemerahan akibat cacar. Minta anak Anda untuk berendam air dingin setidaknya selama 10 menit setiap empat jam sekali pada beberapa hari pertama ia terkena cacar air.

Berendam aman dilakukan sebagai terapi rumahan karena cacar menular hanya melalui udara, bukan air.

Untuk melindungi lenting cacar agar tidak pecah, jangan gosok dengan handuk saat mengeringkan badan. Tepuk-tepuk perlahan tubuh sampai air menyerap kering.

Setelah mandi, Anda bisa aplikasikan bedak dingin (calamine) untuk meringankan gatal. Atau, kompres lenting cacar dengan es batu. Jika anak Anda mengeluhkan gatal yang amat sangat sehingga mengganggu tidur, berikan obat antihistamin yang dijual bebas di apotek.

3. Redakan demam

Berikan anak Anda acetaminophen untuk beberapa hari pertama jika ia menunjukkan gejala demam, namun jangan berikan ibuprofen. Ibuprofen ditakutkan menyebabkan risiko efek samping infeksi strep parah.

Jangan pula berikan aspirin pada balita dan anak kecil yang terjangkit cacar air, akibat efek samping sindrom Reye.

4. Berikan makanan dingin

Bentol cacar air pada anak juga bisa ditemukan dalam mulut dan tenggorokan. Rasa panas dan tidak nyaman yang ditimbulkan oleh ruam kemerahan akan menyebabkan anak Anda sulit makan.

Berikan pilihan makanan halus dan dingin (es krim, telur, puding, agar-agar, kentang tumbuk). Hindari memberikan makanan asin dan buah-buahan asam untuk sementara waktu.

4. Mengatasi nyeri pada kelamin

Nyeri akibat cacar air umum terjadi pada organ intim dan dapat sangat menyakitkan bagi anak Anda.

Jika anak Anda adalah perempuan mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan hingga menahan buang air kecil, Anda bisa melakukan anestesi lokal melalui salep yang mengandung xylocaine 2.5% yang dijual bebas di apotek.

Oleskan salep ini di vaginanya sesering mungkin, setiap 2-3 jam sekali, untuk meringankan rasa nyeri. Berendam air dingin juga akan sangat membantu.

5. Cegah anak agar tidak menggaruk

Lenting cacar air dapat menimbulkan rasa gatal, sehingga anak sering menggaruk bagian kulit yang terdampak. Padahal terdapat risiko komplikasi akibat terus-menerus menggaruk bagian kulit yang terkena cacar air, yaitu infeksi kulit oleh bakteri.

Untuk mencegahnya, gunting kuku anak Anda secara rutin. Jangan lupa pula untuk selalu cuci tangan dengan sabun antibakteri.

Jangan biarkan anak Anda menggaruk dan mengorek lenting cacar, terutama pada wajah. Untuk bayi yang belum bisa mengontrol diri, sebaiknya bungkus tangannya dengan sarung tangan bayi.

6. Mengkarantina anak di rumah

Anak yang terjangkit cacar dapat menularkan virusnya ke anak-anak lain di sekitarnya, terutama di hari-hari pertama mereka terkena cacar.

Untuk menghindari penularan, istirahatkan anak Anda di rumah setidaknya selama seminggu. Lebih dari itu, anak Anda sudah dapat kembali ke sekolah dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Tidak usah khawatir walaupun pengelupasan masih tampak di kulitnya, proses ini tidak menular dan akan berhenti dengan sendirinya dalam 2 minggu.

Bisakah mencegah cacar air pada anak?

Pencegahan cacar air pada anak dilakukan dengan pemberian vaksin cacar (imunisasi). Dokter merekomendasikan anak-anak segera memperoleh vaksin cacar air ketika:

  • Suntikan pertama pada umur 12-15 bulan.
  • Vaksin lanjutan ketika berumur 4-6 tahun.

Vaksin juga dapat diberikan untuk meringankan tingkat keparahan gejala cacar air pada anak, terutama saat gejala sampai mengganggu aktivitas si kecil.

Pastikan anak Anda mendapatkan vaksin selambat-lambatnya lima hari setelah kontak pertama dengan virus. Untuk mendapatkan vaksin, hubungi dokter anak Anda atau datang ke pusat layanan ke sehatan terdekat.

Selain melalui vaksin, pencegahan cacar air pada anak juga bisa dilakukan dengan menghindari orang yang mengalami cacar air.

Cacar air biasanya hanya terjadi sekali. Setelahnya, anak Anda akan membangun imunitas terhadap virus cacar yang akan tinggal di dalam tubuh seumur hidup. Sangat jarang kasus cacar air yang kambuh saat dewasa.

Bisakah lenting cacar hilang?

Cacar air tidak meninggalkan bekas permanen pada kulit. Kecuali jika anak terus menggaruk lentingnya sampai menimbulkan luka terbuka dan terinfeksi dengan bakteri penyebab impetigo.

Namun, menghilangkan bekas cacar membutuhkan waktu cukup lama, hingga setidaknya 6 – 12 bulan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Ajarkan Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak

Tips ini akan membantu Anda menerapkan kebiasaan kesehatan gigi dan mulut pada anak sejak dini. Yuk, cari tahu apa saja caranya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Parenting, Tips Parenting 16/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Bagaimana Cara Menghadapi Ledakan Amarah Anak yang Bikin Jengah?

Kemarahakn yang muncul dari anak tanpa diketahui alasannya kerap membuat Anda jengah. Begini cara menghadapi ledakan amarah anak dengan baik.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Parenting, Tips Parenting 06/06/2020 . Waktu baca 4 menit

Bukan Dimarahi, Ini 5 Cara Agar Anak Mau Mendengarkan Orangtua

Supaya anak mau mendengarkan kata-kata orangtua, Anda perlu siasat khusus. Jangan malah dimarahi atau dibentak. Yuk, simak tips-tipsnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Tips Parenting 30/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Hati-hati. Cacar air paling mudah menular pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin lewat program imunisasi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 24/05/2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab stunting

Benarkah Cacingan Bisa Menyebabkan Stunting pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 5 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit

Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
mengatasi ruam popok bayi

Si Kecil Mengalami Ruam? Berikut 8 Cara Mengobatinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 7 menit