Tidak Merokok, Tapi Ikut Menghirup Asap Rokok dari Sekitar? Ini Bahayanya Jadi Perokok Pasif

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Rasanya hampir setiap orang tahu bahayanya merokok. Anda pasti familiar dengan slogan peringatan bahaya merokok yang berbunyi “merokok dapat menyebabkan kanker,serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan serta janin”. Namun tahukah Anda bahaya rokok tidak hanya menghantui para perokok saja, tapi juga orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok karena ikut menghirup asap rokok. Ini dia bahaya asap rokok bagi perokok pasif.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif

Banyak orang yang berpendapat bahwa menjadi perokok pasif aman-aman saja. Anggapan ini salah. Meskipun tidak merokok, berada di lingkungan yang penuh asap rokok masih dapat menimbulkan efek negatif pada tubuh Anda yang sama seperti perokok itu sendiri.

Bahaya asap rokok bagi perokok pasif diakibatkan oleh nikotin dan racun lainnya yang terkandung dalam asap rokok. Walaupun tidak selalu terlihat, tapi asap yang dihembuskan setelah merokok memiliki efek yang lebih berbahaya dari asap yang dihirup perokok. Asap ini terbentuk oleh partikel yang sangat kecil sehingga lebih mudah terhirup oleh orang lain di sekitarnya.

Perokok pasif juga memiliki potensi terkena kanker seperti perokok aktif. Selain kanker paru-paru, perokok pasif juga rentan terkena penyakit kanker lain seperti:

  • Kanker laring
  • Kanker tenggorokan
  • Kanker hidung (sinus nasal)
  • Kanker otak
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker rektum
  • Kanker lambung
  • Kanker payudara

Asap rokok telah dipastikan sebagai penyebab kanker pada manusia. Asap rokok yang dihirup perokok pasif adalah penyebab utama kanker paru-paru pada orang-orang yang bukan perokok. Risiko kanker paru meningkat hingga 20-30% pada orang-orang yang tidak merokok tapi selalu dikelilingi oleh asap rokok, dibanding non-perokok yang tidak terkena paparan asap.

Bukti menunjukkan bahwa asap rokok dapat menjadi penyebab kanker nasal sinus dan kanker payudara pada wanita yang belum menopause, namun masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk mendukung hal ini.

Selain kanker, perokok pasif juga sama berisikonya untuk terkena penyakit jantung seperti perokok aktif. Meski tidak pernah merokok sebelumnya, perokok pasif bisa mengalami peningkatan risiko penyakit jantung hingga sekitar 25-30% dibanding dengan non-perokok yang tidak pernah terkena paparan asap rokok.

Asap kepulan rokok yang terhirup akan masuk ke dalam darah dan memengaruhi lapisan dinding pembuluh darah sehingga darah mengental dan lebih mudah membeku. Akibatnya, aliran darah jadi terhambat. Karbon monoksida dari asap rokok kemudian mengikat oksigen dalam darah, mengurangi aliran oksigen pada jantung dan otot. Dengan berkurangnya oksigen, kerusakan jangka pendek atau permanen pada jantung dan jaringannya bisa lebih mudah terjadi.

Dalam beberapa tahun, perokok pasif akan memiliki penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah yang akhirnya mengeras menjadi plak. Penyempitan pembuluh darah alias aterosklerosis dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Bahaya asap rokok bagi anak-anak dan wanita hamil

Asap rokok sangat berbahaya bagi anak-anak dan wanita hamil, karena dapat membahayakan bayi di dalam rahim.

Anak-anak yang terpapar asap rokok rentan terkena:

  • Infeksi pernapasan (bronkitis, pneumonia, dan infeksi saluran paru-paru).
  • Serangan asma mendadak.
  • Infeksi telinga.
  • Batuk kronis.
  • Limfoma.
  • Kanker darah.
  • Tumor otak.
  • Daya tahan tubuh melemah.

Menghirup asap rokok pada masa kehamilan dapat menyebabkan:

  • Bayi lahir prematur.
  • Berat bayi saat lahir rendah.
  • Bayi meninggal mendadak.
  • Cacat mental.
  • Ketidakmampuan dalam belajar.
  • ADHD (attention deficit hyperactivity syndrome).

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah bahaya asap rokok bagi perokok pasif?

Semakin Anda sering terekspos dengan asap rokok, semakin tinggi risiko penyakitnya. 

Satu-satunya yang dapat dilakukan adalah menjauhkan diri Anda dan keluarga dari asap rokok sebisa mungkin. Jika ada orang terdekat Anda yang merokok, mintalah agar ia tidak merokok di sekitar orang lain.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca