Waspada TBC Mata, Ini Gejala dan Ciri yang Harus Anda Cermati

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit infeksi kronik yang paling sering menyerang paru-paru tapi dapat juga menyerang berbagai organ lainnya di dalam tubuh, salah satunya mata. TBC mata atau juga disebut dengan TB okular ini juga sama bahayanya seperti penyakit tuberkulosis yang menyerang paru. Lantas, seperti apa gejala TBC mata? Bagaimana pengobatan untuk tuberkulosis mata ini?

Apa saja gejala TBC mata?

TBC mata dapat menyerang berbagai macam bagian mata, mulai dari kelopak hingga retina, sehingga gejala yang timbul akan sangat bervariasi. Dua gejala yang paling sering dikeluhkan adalah penurunan penglihatan dan rasa silau berlebihan saat terkena cahaya. Gejala lainnya yang timbul sesuai dengan bagian mata yang terinfeksi, beberapa diantaranya adalah :

  • Muncul benjolan berwarna merah kecoklatan di kelopak mata (lupus vulgaris)
  • Mata merah
  • MUncul benjolan berwarna merah muda di tepi dari pupil (bagian hitam mata)
  • Kebocoran dari sklera (bagian putih mata)
  • Hilangnya penglihatan secara mendadak

Bagaimana cara memastikan seseorang terkena TBC mata?

Terdapat berbagai cara pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk memastikan Anda terkena TBC pada mata. Beberapa pemeriksaan bersifat sederhana tapi tidak sedikit yang rumit dan memerlukan biaya yang cukup besar. Pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pemeriksaan darah lengkap dan laju endap darah. Umumnya pada penderita TB akan ditemukan peningkatan dari leukosit dan juga laju endap darah sebagai tanda terjadinya infeksi.
  • Kultur jaringan mata. Kultur dilakukan dengan mengambil sebagian kecil jaringan atau cairan mata dan kemudian dikembangbiakkan. Metode ini membutuhkan waktu yang lama (kurang lebih sekitar 8 minggu).
  • Pemeriksaan bakteri tahan asam. Pemeriksaan ini memerlukan sampel berupa cairan dari mata. Sampel akan diwarnai sedemikian rupa dan kemudian hasilnya dibaca dibawah mikroskop untuk menemukan bakteri penyebab TB.
  • Polymerase chain reaction (PCR). Merupakan salah satu pemeriksaan terkini yang dapat dilakukan menggunakan cairan dari mata untuk mengetahui ada tidaknya DNA TB pada cairan tersebut.
  • Rontgen paru-paru. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari sumber dari TBC mata.
  • Merupakan pemeriksaan menggunakan zat kontras untuk mendeteksi adanya peradangan di bagian belakang mata (uveitis posterior).
  • Ultrasonography (USG) dapat dilakukan untuk menemukan tuberkel (fokus infeksi TB) dan membedakannya dengan massa akibat dari keganasan.

Apa saja pengobatan untuk mengatasi tuberkulosis mata?

Obat utama yang digunakan serupa dengan obat yang dipakai untuk mengobati TB paru, perbedaannya terletak pada lama pengobatan. Pengobatan tuberkulosis mata memerlukan waktu sekitar sembilan bulan.

Selama dua bulan pertama, obat yang digunakan adalah isoniazid, rifampisin, etambutol, dan pirazinamid. Tujuh bulan selanjutnya pengobatan dilakukan menggunakan isoniazid dan rifampisin. Pemberian kortikosteroid oral dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian obat anti tuberkulosis untuk mengurangi kerusakan yang dapat terjadi pada jaringan mata.

Mendeteksi tuberkulosis mata bukanlah suatu perkara yang mudah dilakukan karena penyakit ini tidak memiliki gejala yang khas. Pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis mata dan menggali riwayat penyakit yang pernah diderita oleh pasien merupakan cara efektif untuk menemukan penyakit ini pada stadium awal.

Baca Juga:

Sumber