Mengenal TBC Tulang: Saat Bakteri Tuberkulosis Sudah Menyebar ke Tulang

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Definisi

Apa itu TBC tulang?

Selama ini yang sering kali kita dengar adalah mengenai TBC atau tuberkulosis paru. Tapi, ternyata TBC tidak hanya menyerang paru-paru Anda saja, tetapi juga dapat menyebar dan menyerang tulang, dikenal dengan nama TBC tulang. Jika tidak diobati, TBC dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh Anda melalui aliran darah, termasuk tulang.

TBC tulang terjadi ketika tubuh Anda terjangkit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis, kemudian bakteri tersebut menyebar ke luar paru-paru. Umumnya, tuberkulosis dapat ditularkan dari seseorang ke orang lain melalui udara.

Ketika Anda telah terpapar bakteri tuberkulosis, bakteri tersebut dapat berpindah melalui aliran darah Anda dari paru-paru atau kelenjar getah bening menuju tulang, tulang belakang, atau sendi.

Bakteri tuberkulosis umumnya menyerang tulang-tulang dengan suplai darah yang tinggi, seperti tulang-tulang panjang dan tulang belakang. Salah satu jenis TB tulang yang cukup banyak ditemukan adalah tuberkulosis pada tulang belakang, yang disebut juga dengan penyakit Pott atau tuberkulosis spondilitis. Pada kondisi ini, infeksi bakteri terjadi pada tulang belakang bagian tengah dan bawah (toraks dan lumbal).

Seberapa umumkah TBC tulang terjadi?

Tuberkulosis adalah salah satu penyakit infeksi yang sangat umum terjadi. Penyakit ini termasuk dalam 10 penyebab kematian tertinggi di dunia. Kasus kejadiannya lebih banyak ditemukan di negara-negara berkembang.

Sementara itu, TBC tulang sendiri adalah salah satu jenis TBC yang cukup jarang terjadi. Menurut European Spine Journal, penyakit ini lebih banyak ditemukan pada pasien berusia 55-60 tahun ke atas, terutama pada pasien yang juga mengidap HIV/AIDS.

TB tulang dapat diatasi dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala TBC tulang?

TBC tulang biasanya diderita oleh orang dewasa muda atau anak di atas usia 6 tahun, meskipun anak-anak berusia satu tahun dan orang yang lebih tua juga dapat terinfeksi.

Orang dengan TB tulang akan mengeluh bahwa satu atau lebih persendiannya terasa menyakitkan dan kaku selama beberapa minggu. Ini merupakan gejala awal yang paling umum dari penyakit ini. Penderita juga bisa merasa tulangnya lemah.

Rasa sakit yang dialami berkisar antara ringan sampai sedang. Jenis rasa sakit yang dialami penderita pun tergantung dari lokasi tepatnya TBC menyerang. TBC spinalis yang menyerang tulang belakang, atau juga biasa disebut penyakit Pott biasanya memengaruhi bagian toraks (dada belakang), sehingga menyebabkan nyeri punggung dan bentuk tulang punggung yang aneh seperti bungkuk.

Sedangkan TBC yang menyerang persendian dapat menyebabkan rasa sakit dan kaku yang menyakitkan pada tulang yang sekitar sendi. Sendi yang terinfeksi terisi dengan cairan dan otot-otot di sekitarnya dapat mengelupas.

Gejala umum lainnya yang bisa muncul atau mungkin tidak muncul akibat dari TBC tulang, yaitu:

  • Demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Kehilangan nafsu makan dan berat badan
  • Kelelahan

TBC tulang yang menyerang tulang belakang biasanya mengalami gejala umum seperti di atas. Namun, penderita TBC tulang yang menyerang persendian biasanya tidak mengalami gejala umum tersebut.

Kapan saya harus ke dokter?

Anda perlu waspada apabila terdapat tanda-tanda dan gejala berikut:

  • Komplikasi sistem saraf
  • Paraplegia atau lumpuh di salah satu atau beberapa bagian tubuh
  • Bagian kaki atau tangan memendek, biasanya pada anak
  • Cacat tulang

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Agar mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab TBC tulang?

TBC atau tuberkulosis disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang melalui udara. Seseorang yang terinfeksi TBC (paru-parunya terinfeksi bakteri penyebab TBC) dapat batuk, bersin, bahkan berbicara dengan melepaskan bakteri tersebut ke udara, sehingga bisa menularkan ke orang sekitarnya.

Hal ini lebih mungkin terjadi jika Anda tinggal di tempat yang padat penduduk di mana banyak penderita TBC atau jika Anda dekat dengan penderita TBC di mana ruangan tersebut tidak memiliki ventilasi yang baik. Bakteri yang masuk ke dalam tubuh Anda ini kemudian dapat tinggal di paru-paru. Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah dapat dengan mudah terinfeksi dan memunculkan gejala TBC aktif.

TB paru yang tidak diobati kemudian dapat menyebar bagian tubuh lainnya di luar paru melalui aliran darah. Salah satunya adalah menyebar ke tulang, membuat tulang menjadi sakit dan menyebabkan TB tulang. Hampir semua tulang dapat terkena, namun tulang yang paling sering diserang adalah tulang belakang dan persendian, seperti pinggul, lutut, kaki, siku, pergelangan tangan, dan bahu.

Meskipun sekitar setengah dari semua penderita TB tulang juga pernah terinfeksi TB paru, namun biasanya saat mengalami tuberkulosis tulang, penyakit TBC paru sudah tidak aktif lagi. Sehingga, kebanyakan penderita tuberkulosis tulang tidak mengalami gejala batuk dan tidak menduga bahwa mereka menderita TBC. Karena kebanyakan penderita tuberkulosis tulang tidak mengalami batuk yang dapat menyebarkan partikel virus aktif, sehingga tuberkulosis tulang umumnya tidak menular.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya terkena TBC tulang?

TBC tulang adalah penyakit yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari berapa usia dan apa kelompok ras penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita kondisi ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit. Faktor risiko hanya merupakan kondisi yang dapat memperbesar peluang Anda mengidap suatu penyakit.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu seseorang terkena TB tulang:

  • Bayi dan anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum sempurna
  • Tinggal bersama seseorang yang menderita TBC
  • Tinggal atau mengunjungi negara dengan kasus kejadian TBC yang tinggi, seperti negara-negara di Asia dan Afrika
  • Menderita HIV/AIDS
  • Pernah menjalani prosedur transplantasi organ
  • Menderita penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit ginjal
  • Menderita kanker dan sedang menjalani kemoterapi
  • Menderita penyakit yang mengakibatkan gangguan autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit Crohn

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh TBC tulang?

Apabila TBC tulang tidak segera diatasi dengan tepat, beberapa masalah kesehatan mungkin dapat muncul, di antaranya:

1. Komplikasi neurologis

Sekitar 10-27% kasus TB tulang belakang disertai dengan gejala-gejala paraplegia atau kelumpuhan, terutama di bagian tulang belakang atas (servikal) dan tengah (toraks).

Kelumpuhan umumnya disebabkan oleh adanya jaringan yang terluka di tulang belakang, terjadi pembengkakan disertai dengan nanah, atau penumpukan cairan (edema) pada kasus yang lebih jarang terjadi.

2. Cacat tulang

Cacat tulang, khususnya pembengkokan tulang belakang (kifosis), juga ditemukan pada pasien penderita TB tulang. Menurut sebuah penelitian dari University of Delhi, India, kifosis bahkan berpotensi memburuk meskipun pasien telah menjalani pengobatan untuk mengatasi tuberkulosis.

3. Infeksi menyebar ke bagian tubuh lain

Sama seperti TB biasa, TB tulang yang tidak segera ditangani berpotensi memengaruhi organ tubuh lainnya, seperti:

  • Jaringan selaput yang membungkus otak, menimbulkan terjadinya meningitis
  • Kerusakan sendi
  • Kerusakan hati dan ginjal

Diagnosis dan pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana TBC tulang didiagnosis?

TBC tulang umumnya cukup sulit untuk didiagnosis. Hal ini dikarenakan penyakit ini memiliki ciri-ciri yang menyerupai kondisi kesehatan lain, seperti tumor tulang belakang, arthritis septis, multiple myeloma, atau abses tulang belakang.

Namun, sama halnya dengan TBC biasa, TB tulang dapat dideteksi melalui tes kulit atau tes darah. Tes kulit dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan tuberkulin pada lengan Anda. Kemudian, Anda akan diminta kembali dalam waktu 48-72 jam setelah disuntik.

Ketika muncul benjolan atau penebalan kulit, ada kemungkinan Anda telah terpapar bakteri M. tuberculosis. Namun, tes ini tidak dapat mendeteksi apakah bakteri telah berkembang menjadi TBC aktif atau laten.

Sementara itu, tes darah dilakukan untuk mengetahui bagaimana sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi terhadap bakteri TBC. Akan tetapi, sama seperti tes kulit, hasil tes darah belum dapat menunjukkan apakah Anda telah menderita TB tulang aktif, atau bakteri masih “tertidur” di dalam tubuh Anda.

Selain dengan tes kulit, dokter juga mungkin akan merekomendasikan tes-tes lainnya, seperti tes pengambilan gambar (CT scan atau MRI),

Bagaimana TBC tulang diobati?

TBC tulang memang menimbulkan rasa sakit dan potensi terjadinya komplikasi. Untungnya, penyakit ini dapat diatasi apabila menggunakan kombinasi obat-obatan yang tepat.

Dalam beberapa kasus, penderita mungkin perlu menjalani prosedur operasi, seperti laminektomi. Laminektomi dilakukan dengan cara mengangkat beberapa bagian tulang belakang.

Namun, operasi biasanya hanya dilakukan jika Anda memiliki risiko komplikasi. Maka itu, operasi bukanlah pilihan penanganan utama ketika seseorang didiagnosis dengan TB tulang. Anda tentunya akan ditangani dengan obat-obatan terlebih dahulu.

Pengobatan TB tulang biasanya berlangsung selama 6-18 bulan, tergantung dengan kondisi kesehatan Anda. Beberapa jenis obat yang akan diberikan oleh dokter atau tim medis meliputi:

Anda perlu berhati-hati dan harus menghabiskan obat sesuai dengan anjuran dokter. Bila terjadi kesalahan dosis, atau Anda berhenti minum obat sebelum habis, ada kemungkinan Anda akan mengalami resistensi obat.

Kondisi ini menyebabkan tubuh Anda tidak dapat bereaksi terhadap obat-obatan TBC sebelumnya, sehingga bakteri TBC semakin sulit untuk dibasmi.

Pencegahan

Bagaimana cara mencegah TBC tulang?

Dengan mencegah penyakit TB paru berarti Anda juga mencegah TB tulang. Mulailah dari diri sendiri, selalu jaga kebersihan diri sendiri dan konsumsi makanan dengan gizi seimbang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda. Sehingga, tubuh Anda bisa dengan mudah menangani jika ada infeksi bakteri atau virus apapun masuk ke dalam tubuh Anda.

Jika Anda menderita TBC paru, sebaiknya obati penyakit Anda dengan baik. Sebaiknya patuhi pengobatan yang diberikan dokter Anda. Dengan begitu, penyakit TBC paru Anda bisa cepat sembuh dan tidak menyebar menyebabkan TB tulang. Selain itu, pastikan Anda mendapatkan vaksinasi khusus TBC yang disebut dengan Bacillus Calmette-Guerin (BCG).

Jangan lupa juga untuk mengonsumsi banyak makanan dengan gizi seimbang agar sistem kekebalan tubuh Anda semakin kuat dalam melawan penyakit.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca