Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/05/2020
Bagikan sekarang

Hidung berair atau meler seringkali dianggap sebagai bagian dari gejala pilek dan flu. Padahal tak hanya itu, jika Anda sering meler, penyebabnya bisa jadi akibat udara yang kotor. Jika memang karena sakit pilek atau flu, mungkin Anda dapat minum obat. Namun, jika hidung berair disebabkan oleh faktor lain, solusinya pun berbeda. Jadi, apa saja yang dapat menyebabkan hidung terus meler padahal tubuh sedang tidak dalam keadaan sakit?

Mengenal beberapa faktor penyebab hidung meler

Perlu diingat bahwa hidung berair merupakan gejala dari berbagai kondisi kesehatan. Konsistensi lendir yang keluar biasanya lebih cair dan mudah mengalir keluar.

Hidung memproduksi lendir setiap hari, tapi mungkin Anda tidak menyadarinya karena biasanya bercampur dengan air ludah yang berada di bagian belakang tenggorokan.

Lendir akan menjadi cair dan lebih mudah keluar terkadang disebabkan akibat terjadi iritasi atau radang di jaringan nasal. Hal ini juga yang menyebabkan produksi lendir meningkat.

Berikut beberapa penyebab hidung meler yang mungkin belum Anda sadari:

Alergi

hidung meler

Terkadang seseorang tidak sadar bahwa hidung meler yang dialami merupakan sebuah reaksi alergi. Alergi dapat dipicu ketika Anda berada di dalam atau luar ruangan. Pemicu alergi ini disebut alergen, dan di antaranya seperti:

  • Debu, baik di dalam maupun di luar ruangan
  • Serbuk sari dari bunga
  • Bulu hewan peliharaan

Beberapa alergen tersebut akan memicu alergi ketika terhirup oleh Anda yang kemudian mengiritasi saluran hidung dan menyebabkan produksi lendir meningkat. Apabila hal ini terjadi, tak heran jika hidung Anda berair atau meler.

Untuk mengatasi hidung meler karena alergi, terdapat obat seperti antihistamin yang dapat menghambat histamin (zat alami dalam tubuh) sehingga reaksi alergi berhenti. Satu lagi, Anda juga dapat menggunakan nasal spray untuk melindungi hidung dari paparan alergen selama 6-8 jam.

Sinusitis akut

Sinusitis (infeksi sinus) terjadi ketika rongga di sekitar saluran hidung mengalami peradangan. Peradangan ini kemudian memicu peningkatan produksi lendir yang kemudian membuat Anda mengalami hidung meler.

Gejala lain yang menyertai sinusitis selain hidung meler termasuk sakit kepala, hidung tersumbat, dan nyeri di sekitar wajah.

Mengatasi sinusitis dapat dilakukan dengan meminum obat pereda nyeri, antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi, dan juga dapat menggunakan nasal spray.

Non-allergic rhinitis

Penyebab hidung meler berikutnya adalah non-alergi rhinitis atau rhinitis vasomotor. Jenis rhinitis ini juga terjadi ketika saluran nasal mengalami peradangan. Akan tetapi, tidak diketahui apa penyebabnya dan bukan karena histamin atau alergen.

Gejala dari rhinitis ini biasanya akan muncul ketika dipicu oleh efek samping obat-obatan, perubahan temperatur, sinar matahari, atau kondisi kesehatan tertentu.

Karena tidak disebabkan oleh histamin, mengonsumsi antihistamin merupakan cara yang kurang efektif untuk mengatasi rhinitis vasomotor. Salah satu cara untuk meringankannya adalah dengan menggunakan nasal spray.

Hidung meler yang terus terjadi sepanjang hari dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Anda perlu segera mencari tahu apa penyebab atau faktor pemicunya. Sebagian besar faktor penyebab yang telah disebutkan di atas dapat dicegah oleh powder nasal spray.

Powder nasal spray berfungsi untuk melindungi hidung untuk mencegah paparan kotoran (polutan) masuk ke dalam hidung dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit saluran pernapasan, termasuk hidung meler. Berbeda dengan nasal spray cair, saat powder nasal spray disemprot, bubuknya akan berubah menjadi gel pelindung di dalam lubang hidung dan menangkap partikel-partikel udara kotor agar tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. 

Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk sedia powder nasal spray apabila Anda termasuk orang yang sering mengalami hidung meler meski tidak sedang sakit pilek atau flu.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Tips Mengeluarkan Ingus Dengan Benar Agar Hidung Tidak Tersumbat

Hidung yang tersumbat bisa diatasi dengan membuang ingus. Namun, bagaimana cara mengeluarkan ingus dengan benar? Simak jawabannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Bagaimana Cara Mencegah Alergi pada Bahan Pakaian?

Mencegah alergi bahan pakaian diperlukan supaya Anda terhindar dari rasa tidak nyaman pada kulit Anda, seperti kemerahan dan gatal.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin

Berbagai Masalah Kesehatan yang Dapat Muncul Jika Tembok Rumah Anda Berjamur

Tidak hanya mengganggu pandangan, ternyata ada bahaya dari tembok rumah yang berjamur dan bisa mengganggu kesehatan tubuh Anda. Apa saja efeknya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Benarkah Seseorang Bisa Menderita Lebih Dari Satu Alergi?

Bagi sebagian orang mungkin menyangka satu alergi sudah cukup dalam kehidupan mereka. Akan tetapi, mungkinkah seseorang mempunyai banyak alergi?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi

Direkomendasikan untuk Anda

alergi-buah-kiwi

Alergi Buah Kiwi Cukup Umum Terjadi pada Anak, Apa Gejalanya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/04/2020
hidung

Keunggulan Nasal Spray Powder untuk Melindungi Hidung

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 24/04/2020
alergi parfum

Alasan Mengapa Terjadi Ruam Setelah Anda Menggunakan Parfum

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 23/03/2020
penyebab anak sering muntah

Apa Saja yang Menyebabkan Anak Sering Muntah?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 09/03/2020