Makanan yang Mengandung Sulfit, Pengawet yang Bisa Memicu Serangan Asma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Anda pernah makan sesuatu, kemudian tiba-tiba muncul reaksi seperti serangan asma? Hati-hati, bisa jadi Anda alergi terhadap pengawet sulfit. Sulfit adalah bahan kimia yang banyak ditemukan dalam makanan atau minuman. Menurut data yang dicatat oleh WebMD, kasus alergi sulfit bisa ditemukan pada kira-kira satu dari antara seratus orang. Risiko Anda bisa meningkat kalau Anda punya riwayat penyakit asma. Untuk mempelajari lebih lanjut seputar sulfit dan bahayanya, langsung simak penjelasan di bawah ini, ya.

Apa itu sulfit?

Sulfit adalah bahan kimia yang banyak digunakan untuk mengawetkan makanan dan minuman kemasan. Akan tetapi, produk-produk makanan fermentasi tertentu juga bisa menciptakan reaksi kimia yang mengaktifkan sulfit secara alami.

Makanan dan minuman yang mengandung pengawet sulfit

Kadar pengawet sulfit dalam setiap produk konsumsi berbeda-beda. Semakin tinggi kadarnya, semakin serius juga bahayanya bagi orang dengan penyakit asma dan alergi sulfit. Perhatikan daftar berikut ini.

Makanan dan minuman dengan kadar sulfit sangat tinggi

Berikut adalah makanan dan minuman dengan kadar sulfit di atas 100 ppm. Orang dengan penyakit asma atau alergi sulfit sebaiknya tidak mengonsumsinya.  

  • Buah-buahan yang dikeringkan (termasuk kismis)
  • Jus lemon dalam kemasan
  • Jus anggur dalam kemasan
  • Wine
  • Molase (tetes tebu)

Makanan dan minuman dengan kadar sulfit tinggi

Daftar makanan dan minuman yang mengandung 50-90 ppm sulfit berikut sebaiknya tidak konsumsi oleh orang dengan penyakit asma atau alergi sulfit.

  • Kentang kering
  • Cuka anggur (wine vinegar)
  • Buah ceri kalengan
  • Buah dalam kaleng

Makanan dan minuman dengan kadar sulfit sedang

Makanan dan minuman dengan kadar sulfit 10-49 ppm juga sebaiknya dihindari bagi sebagian orang dengan penyakit asma dan alergi sulfit.

  • Makanan beku dalam kemasan, misalnya sosis dan udang beku
  • Asinan
  • Selai buah
  • Jus buah dalam kemasan
  • Minuman dalam kemasan, terutama yang mengandung perisa dan pewarna kimia
  • Minuman beralkohol

Makanan dan minuman dengan kadar sulfit rendah

Bagi sebagian orang dengan penyakit asma dan alergi sulfit, makanan dan minuman dengan kadar sulfit di bawah 10 ppm tidak menyebabkan munculnya gejala. Namun, orang yang sangat peka terhadap pengawet sulfit mungkin masih bisa merasakan gejala ringan.

Gejala alergi pengawet sulfit

Alergi pengawet sulfit biasanya ditandai dengan munculnya serangkaian gejala seperti serangan asma yaitu mengi (napas berbunyi), batuk-batuk, sulit bernapas, serta dada terasa sesak. Pada kasus yang jarang terjadi, alergi juga bisa mengakibatkan kulit gatal, biduran, mulut dan bibir bengkak, ruam, dan sakit kepala.

Hati-hati, alergi pengawet sulfit juga bisa menyebabkan reaksi alergi parah yaitu syok anafilaktik. Jika tidak segera ditangani atau dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD), orang dengan syok anafilaktik bisa meninggal dunia.  

Bagaimana sulfit bisa memicu asma?

Pengawet ini bisa memicu serangan asma karena reaksi kimia yang terjadi dalam tubuh Anda. Sulfit akan melepaskan gas sulfur yang akan membuat saluran pernapasan menyempit dan iritasi. Inilah yang memicu sesak napas dan serangan asma. Maka, selalu perhatikan kemasan produk makanan dan minuman yang Anda beli.

Baca Juga:

Sumber