Penyebab, Cara Mengobati, dan Mencegah Batuk Karena Asma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Batuk kronis yang berlangsung lama dapat dikaitkan dengan berbagai penyakit, termasuk asma. Menurut American College of Chest Physicians, batuk dikatakan kronis bila terjadi lebih dari enam hingga delapan minggu. Oleh karenanya, batuk presisten ini dapat menjadi salah satu gejala asma yang paling mengganggu apabila tidak segera diobati.

Batuk karena saluran napas yang meradang memiliki karakteristik yang berbeda dengan jenis batuk lainnya. Mengenali perbedaannya dapat membantu Anda menentukan langkah pengobatan seperti apa yang tepat.

Apa itu batuk asma?

Batuk merupakan refleks untuk mengeluarkan zat asing berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Meski punya fungsi yang baik, batuk yang berlangsung secara terus menerus tentu akan mengganggu dan melemahkan. Selain tak nyaman, kondisi ini pun dapat memicu serangan asma yang parah.

Tak melulu karena batuk kering, batuk berdahak juga bisa jadi tanda asma. Ya, batuk yang mengeluarkan banyak dahak bisa jadi penanda bahwa saluran pernapasan Anda sedang meradang. Produksi lendir yang berlebihan membuat saluran pernapasan Anda jadi menyempit.

Akibatnya, oksigen jadi semakin susah untuk masuk ke paru-paru. Nah, supaya jalan napas kembali lancar, tubuh akan memicu refleks batuk untuk mengeluarkan penumpukan lendir di paru-paru tadi.

Dibanding orang dewasa, anak-anak lebih rentan mengalami kondisi ini. Terutama saat malam hari, di mana suhu udara cenderung lebih dingin.

Tanda dan gejala batuk asma yang paling umum

Batuk memang gejala asma yang paling umum. Meski begitu, bukan berarti semua kasus batuk sudah pasti ciri-ciri asma, ya. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk memastikan penyebabnya

Secara umum, berikut tanda dan gejala batuk asma yang perlu Anda waspadai.

  • Batuk kering atau berdahak (berlendir) yang berlangsung selama berminggu-minggu
  • Mengi, suara seperti siulan atau “ngik-ngik” setiap kali mengembuskan dan menarik napas.
  • Sulit bernapas lega atau sering merasa kehabisan napas (ngos-ngosan).
  • Dada sesak seperti ada diikat dengan tali yang sangat erat.
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga karena terus-terusan batuk di malam hari.

Pada prinsipnya, gejala batuk asma sangatlah beragam. Setiap orang dapat mengalami gejala yang berbeda, termasuk tingkat keparahan, durasi serangan, hingga frekuensinya.

Anda bisa saja tiba-tiba mengalami gejala asma setelah sekian lama tidak tidak kambuh dan kemudian gejalanya malah muncul secara berkali. Sementara beberapa orang lainnya bisa mengalami gejala asma setiap hari, tapi hanya di malam hari atau hanya setelah melakukan aktivitas tertentu.

Tanda dan gejala batuk asma yang perlu segera ditangani

Dalam kasus tertentu, batuk asma juga bisa disertai gejala lainnya seperti:

  • Batuk disertai darah.
  • Demam tinggi yang berlangsung lama dan tidak membaik meski sudah minum obat.
  • Nafsu makan menurun drastis.
  • Sering berkeringat di malam hari.
  • Kesulitan berbicara, makan, dan tidur karena sesak napas.
  • Jantung berdebar-debar.
  • Bibir serta ujung jari-jari tangan dan kaki terlihat membiru.
  • Tampak lemas dan lesu.
  • Gejala khas asma semakin parah dan kambuh.
  • Inhaler tidak mampu meredakan gejala yang ada.

Jika Anda mengalami satu atau beberapa gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Semakin cepat kondisi Anda ditangani tim medis, maka pengobatannya akan semakin mudah. Bonusnya, Anda pun bisa cepat kembali beraktivitas seperti sedia kala lagi. Ingat! Hanya Anda sendiri yang tahu bagaimana tubuh Anda bekerja. Jadi, jangan rgau untuk berkonsultasi ke dokter setiap kali Anda mengeluhkan gejala yang tidak biasa.

Penyebab batuk asma

Sebenarnya penyebab kondisi ini sama dengan asma pada umumnya. Gejala asma bisa kambuh bila penderita terpapar pemicu asma. Pemicu asma bisa berupa alergen (penyebab alergi) seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, kecoa, tungau, dan lain sebagainya.

Ketika Anda menghirup udara yang sudah terpapar dengan alergen, maka tubuh akan secara otomatis menghasilkan antibodi untuk melawan alergen tersebut. Antibodi ini kemudian melepaskan bahan kimia seperti histamin yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada tubuh. Termasuk di antaranya paru-paru dan saluran udara. Alhasil, Anda akan mengalami sejumlah reaksi, salah satunya batuk.

Bagi beberapa orang, udara dingin, stres, asap rokok, polusi udara, parfum, dan olahraga dengan intensitas tinggi juga bisa memicu asma.

Cara mendiagnosis batuk asma

Batuk asma hanya bisa didiagnosis oleh dokter dengan melakukan serangkaian pemeriksaan. Pertama-tama biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik sambil menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang Anda alami.

Bila Anda punya riwayat penyakit tertentu, sampaikan dengan jelas dan detail ke dokter. Begitu pula bila belakangan ini Anda sedang rutin minum obat resep maupun nonresep. Informasi tersebut akan memudahkan dokter untuk memantapkan diagnosisnya. 

Tes pernapasan dengan spirometri dapat dilakukan untuk mengukur kapasitas paru-paru Anda.  Bila diperlukan, dokter juga akan memeriksa fungsi paru Anda dengan bantuan tes pencitraan, seperti rontgen dada dan CT scan.

Dalam kasus tertentu, dokter dapat meresepkan sejumlah obat asma untuk mendiagnosis kondisi ini. Jika batuk membaik setelah pengobatan, itu artinya pasien positif mengalami asma batuk,

Pilihan pengobatan batuk asma

Pengobatan asma batuk sama dengan asma pada umumnya. Anda bisa menggunakan inhaler pereda cepat untuk mengatasi gejala yang kambuh tiba-tiba. Menurut American Academy of Allergy, Asthma, dan Immunology, inhaler pereda cepat umumnya digunakan sekali atau dua kali seminggu.

Batuk asma juga dapat dikurangi melalui obat-obatan oral jangka panjang seperti leukotrien modifiers. Salah satu obat tersebut disebut montelukast (Singulair). Obat ini bekerja mengobati gejala asma yang disebabkan karena rhinitis alergi.

Selain dengan obat-obatan medis, gejala asma juga bisa diatasi dengan pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif dapat membantu batuk asma, tetapi mereka harus dimasukkan sebagai perawatan pelengkap.

Berikut beberapa pilihan pengobatan alternatif yang bisa dicoba untuk membantu meredakan gejala asma.

  • Akupunktur
  • Rempah herbal seperti jahe
  • Hipnose
  • Meditasi
  • Yoga pernapasan (pranayama)

Jangan pernah berhenti menggunakan obat resep dokter demi pengobatan alternatif. Sebaiknya konsultasi ke dokter terlebih dulu sebelum Anda mencoba berbagai pengobatan alternatif di atas. 

Cara mencegah gejala batuk asma

Gejala asma batuk dapat diminimalisir dengan melakukan perubahan gaya hidup sederhana. Beberapa di antaranya seperti:

1. Menghindari pemicunya

Gejala asma tidak akan muncul bila tidak ada pemicunya. Faktor pemicu asma yang paling umum di antaranya:

  • Asap rokok
  • Asap pembakaran sampah
  • Asap kendaraan
  • Udara dingin
  • Debu
  • Serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga
  • Tungau
  • Kecoa
  • Bulu binatang
  • Produk rumah tangga atau kosmetik yang mengandung zat iritan
  • Parfum atau wewangian yang menyengat
  • Stres dan kecemasan berlebih
  • Aktivitas fisik yang terlalu berat, termasuk olahraga.

2. Pakai humidifier

Dalam banyak kasus, gejala asma paling sering kambuh di malam hari, ketika udara cenderung lebih dingin.

Bila kamar Anda ber-AC, gunakan humidifier di malam hari untuk membantu melembapkan udara di ruangan tersebut. Meski bikin sejuk, AC dapat membuat udara jadi lebih kering. Udara yang kering dapat mengiritasi saluran pernapasan. Nah, hal inilah yang memicu kekambuhan gejala asma. 

3. Selalu bawa obat-obatan asma

Pastikan Anda selalu membawa obat-obatan asma, setidaknya inhaler, kemana pun Anda pergi. Sebab, gejala asma dapat muncul kapan pun dan di mana pun.

Tempatkan obat-obatan dalam sebuah wadah yang bening dan transparan untuk memudahkan Anda dalam menemukannya di saat yang genting.

4. Pakai masker mulut

Bagi orang yang punya asma, pakai masker mulut adalah hal yang wajib. Meski terasa pengap, masker mulut memberikan perlindungan yang tak boleh disepelekan.

Penggunaan masker mulut dapat mencegah udara kotor masuk ke dalam pernapasan. Itu sebabnya, penting untuk pakai masker mulut setiap kali Anda ingin berpergian atau beraktivitas di luar ruangan.

Baca Juga:

Yang juga perlu Anda baca