4 Makanan yang Paling Sering Memicu Asma

Oleh

Peneliti dari National Jewish Health, divisi rumah sakit yang fokus pada kesehatan pernapasan, membuat suatu penelitian komprehensif tentang alergi makanan. Mereka meneliti level serum darah pada anak-anak dan dewasa untuk menentukan sensitivitas pada beberapa makanan yang umum. Di antara penemuan mereka, yang telah dipublikasikan di Journal of Allergy and Clinical Immunology pada 2010, menunjukkan bahwa orang yang didiagnosis asma memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami alergi makanan dibanding yang lainnya. Ditambah lagi, semakin parah asmanya, semakin tinggi risiko alergi makanannya.

Alergi makanan vs asma

Bahkan ketika hubungan antara alergi makanan dan asma sudah jelas, para peneliti tetap tidak dapat menentukan mana yang menjadi penyebabnya terlebih dahulu atau apabila seseorang lebih cenderung ke satu kondisi dibanding yang lain. Dan, apa yang memicu alergi makanan dan asma pada masing-masing orang yang berbeda.

Makanan yang paling sering memicu asma

Dalam hasil penelitian, peneliti berfokus pada 4 makanan yang paling umum menjadi pemicu alergi:

1. Udang

Alergi pada udang dan kerang-kerangan adalah fokus terbanyak yang selalu membuat orang dari segala usia menjadi cemas. Jika Anda sangat sensitif pada allergen ini, bahkan bernapas didekat kerang yang sedang dimasak pun terkadang dapat memicu reaksi pelepasan protein di udara.

2. Kacang

Alergi kacang telah meningkat sejak beberapa tahun belakangan, dan anak-anak termasuk dalam peningkatan alergi ini. Menghindari produk yang mengandung kacang dapat sangat sulit, karena kacang digunakan dalam banyak makanan yang populer dan penggunaannya tidak selalu terlihat atau tercantum dengan jelas. Bahan ini juga dapat ditemukan pada apapun dari saus salad, pudding, kue, hingga beberapa substitusi daging untuk vegetarian. Kontaminasi yang terjadi dalam proses pembuatan produk-produk yang tidak mengandung kacang pun dapat membuat Anda berisiko untuk mengalami reaksi alergi.

3. Susu

Alergi susu lebih umum terjadi pada anak-anak dibanding dewasa. Namun, jika Anda menderita alergi susu, Anda perlu berhati-hati terhadap makanan lain yang diam-diam mengandung susu, seperti daging dan tuna kaleng yang menggunakan protein susu sebagai pengikat, dan restoran yang menggunakan mentega untuk memanggang steak. Oleh karena itu, pastikan untuk membaca label dan menanyakan banyak pertanyaan ketika berbelanja atau makan di luar.

3. Telur

Gelatin, ragi, dan baking powder adalah substitusi telur untuk beberapa resep. Tapi Anda juga memerlukan pengganti kandungan yang terdapat pada telur. Beberapa minuman spesial, bahan yang dipanggang, pasta, substitusi telur, dan bahkan pretzel terkadang dapat terbuat dari telur. Oleh karena itu, bacalah label sebelum Anda makan. Dan juga, selalu ingat bahwa vaksin influenza biasanya mengandung sedikit kandungan protein dari telur, jadi Anda harus menanyakan dokter Anda apakah aman bagi Anda untuk memperolehnya.

Mengatur alergi makanan dan asma

Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter Anda mengenai alergi makanan dan asma Anda. Anda mungkin perlu membawa suntikan epinephrine sepanjang waktu, bersama dengan inhaler dan obat asma lainnya.

Jika Anda menyediakan waktu dan usaha untuk menjaga diri Anda di mana pun berada, Anda dapat menikmati makanan bebas alergi tanpa risiko kesehatan yang berarti.

Share now :

Direview tanggal: Mei 10, 2016 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca