Semua yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Inhaler untuk Asma

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 19, 2020
Bagikan sekarang

Bagi Anda yang punya asma, keberadaan inhaler akan sangat membantu jika suatu saat asma kumat atau kambuh. Namun, jika ini kali pertama Anda diresepkan inhaler sebagai pengobatan asma, jangan asal semprot dulu. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar cara kerja obat inhaler untuk mengatasi asma lebih efisien dan efektif. Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Mengenal lebih dekat berbagai jenis inhaler

Dikutip dari Mayo Clinic, inhaler adalah obat model semprot untuk mengatasi gejala asma. Obat hirup ini dilengkapi dengan tabung kecil berisi obat yang dimasukkan ke dalam badan penyemprot kecil dengan corong di ujungnya. Corong inilah yang akan menyalurkan obat langsung ke sistem pernapasan Anda.

Ketimbang nebulizer, inhaler lebih ringan dan ringkas sehingga mudah untuk dibawa ke mana pun. Hal ini karena nebulizer mempunyai ukuran yang lebih besar sehingga tidak mudah dibawa serta membutuhkan tenaga daya.

Jenis inhaler asma berdasarkan bentuk alatnya

Berdasarkan bentuknya, inhaler untuk mengobati asma terdiri dari dua jenis. Berikut perbedaan keduanya yang perlu Anda perhatikan baik-baik.

1. Inhaler dosis terukur (metered dosage inhaler)

inhaler untuk asma

Inhaler dosis terukur menggunakan propelan kimia untuk mendorong obat keluar dari corong plastik. Ketika asma kambuh, cepatlah hirup obat dari inhaler ini. Obat asma akan langsung masuk ke dalam saluran napas dan meredakan gejala.

Anda cukup memasukkan inhaler ke dalam mulut dan katupkan bibir dengan rapat pada corong. Tekan inhaler satu kali lalu tarik napas melalui mulut dengan perlahan.

Jika menggunakan inhaler ini, sebaiknya ingat atau catat berapa banyak dosis obat asma yang telah Anda hirup. Inhaler untuk mengatasi asma jenis ini terkadang tidak disertakan pengukur dosis. Akibatnya, Anda mungkin tidak tahu seberapa banyak obat yang sudah dihirup.

2. Inhaler serbuk kering (dry powder atau breath-activated inhaler)

inhaler alat bantu napas

Inhaler untuk mengatasi asma yang satu ini berbentuk serbuk kering, bukan semprotan yang bisa Anda hirup langsung dari alatnya. Ketimbang inhaler dosis terukur, inhaler ini dinilai lebih mudah untuk digunakan.

Pasalnya, Anda tidak perlu menekan inhaler dan tidak pula memerlukan banyak koordinasi saat mengambil napas dan menghirup obat.

Supaya obat dapat langsung masuk ke paru-paru Anda harus menghirup serbuk dari inhaler dengan cepat dan kuat. Inhaler ini biasanya tersedia untuk satu kali hirup. Hal ini untuk mencegah penggunaan dosis yang berlebihan.

Jenis inhaler asma berdasarkan obatnya

Jika dibagi berdasarkan jenis obat asma yang terkandung dalam inhaler, terdapat 2 tipe inhaler asma

Jenis inhaler asma yang biasa digunakan biasanya terbagi dua, yaitu reliever inhaler yang mengandung albuterol atau salbutamol dan preventer inhaler yang mengandung kortikosteroid. Sebelum menjelaskan efek samping inhaler, apa yang membedakan keduanya?

1. Reliever inhaler

Reliever inhaler yang mengandung albuterol biasa disebut dengan ventolin inhaler. Biasanya, warna dari inhaler ini adalah warna biru. Inhaler ventolin dapat bekerja cepat kurang dari 15 menit maka bisa dijadikan sebagai cara mengatasi serangan asma.

Inhaler ini diklaim sangat efektif sebagai obat pereda serangan asma ringan hingga berat.

2. Reliever preventer

Sedangkan, berbeda dengan ventolin, preventer inhaler mengandung kortikosteroid. Inhaler ini biasanya berwarna coklat, merah atau jingga dan digunakan untuk keperluan pencegahan asma. Inhaler jenis ini memiliki efek kerja yang lama sehingga biasa digunakan secara rutin juga harian.

Maka dari itu, penggunaan inhaler jenis ini untuk beberapa tujuan. Seperti meningkatkan kontrol penyakit asma, mengurangi gejalanya, dan mengurangi kebutuhan untuk bolak-balik konsul ke rumah sakit.

Kortikosteroid bekerja untuk mengurangi peradangan pada saluran napas dan hanya sedikit yang akan diserap oleh tubuh. Namun, steroid yang digunakan dalam preventer inhaler untuk meringankan gejala asma membutuhkan waktu yang lebih lama untuk bekerja efektif.

Menentukan jenis inhaler yang paling tepat untuk asma

Menentukan inhaler untuk asma yang paling baik tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari jenis obat asma yang dibutuhkan, cara kerja inhalernya, serta kondisi pasien secara keseluruhan.

Maka dari itu, untuk mengetahui mana obat semprot asma yang terbaik untuk Anda, sebaiknya diskusikan pada dokter. Dokter dapat menentukan jenis inhaler mana yang paling cocok untuk kondisi Anda.

Bagaimana cara memakai dan membersihkan inhaler asma?

Dengan mengetahui cara pemakaian dan perawatan inhaler asma yang tepat, inhaler dapat menghantarkan obat dengan lebih efektif, sehingga menjadi lebih mudah bagi Anda untuk bernapas.

Cara pemakaian inhaler

Berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan inhaler dengan benar dan lebih efektif:

  • Jika Anda perlu menggunakan lebih dari satu isapan per dosis, Anda harus memberikan jeda waktu di antara setiap isapan. Jika Anda menggunakan bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit. Untuk jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Jangan menarik dan membuang napas dengan terlalu cepat di antara setiap isapan.
  • Duduk tegak atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler.
  • Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Langsung tarik napas begitu Anda menekan inhaler.
  • Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya.

Cara pakai inhaler asma dengan bantuan spacer

Anak laki-laki menggunakan inhaler asma untuk mengatasi batuk di malam hari pada anak

Jika Anda masih kesulitan dalam menggunakan inhaler, Anda mungkin perlu menggunakan spacer. Spacer adalah alat yang membantu Anda dalam menggunakan inhaler. Spacer terulur dari mouthpiece dan membantu obat bergerak perlahan ke mulut.

Kebanyakan anak dan orang usia lanjut akan membutuhkan spacer untuk membantu mereka menggunakan inhaler dengan lebih efisien. Jika Anda berpikir bahwa spacer bisa membantu, Anda harus memberi tahu dokter atau apoteker.

Jaga spacer tetap bersih dengan hanya menggunakan air hangat dan dikeringkan secara alami sepanjang malam. Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.

Cara membersihkan inhaler

Penting untuk menjaga inhaler tetap bersih, terutama pada bagian mouthpiece. Berikut beberapa langkah yang dapat membantu Anda menjaga kebersihan inhaler Anda.

  • Lepaskan kaleng logam dari inhaler (jika inhaler Anda adalah metered-dose).
  • Pastikan tidak ada benda yang menyumbat area tersebut.
  • Bilas dengan air hangat hanya pada mouthpiece dan tutupnya.
  • Biarkan mengering secara alami sepanjang malam (Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering).
  • Di pagi hari, pasang kembali kaleng logam ke dalamnya. Pasang tutupnya.
  • Jangan bilas bagian lainnya.

Apa saja efek samping inhaler yang mungkin muncul?

efek samping alat bantu napas

Perlu diketahui bahwa masing-masing jenis inhaler memiliki kandungan zat yang berbeda. Maka, efek samping yang terjadi pun akan berbeda pula.

Tidak semua orang akan mengalami efek samping. Selain itu, kemungkinan efek samping baru muncul setelah pemakaian jangka panjang.

Berikut ini adalah berbagai efek samping inhaler yang digunakan oleh orang dengan asma.

1. Efek samping reliever inhaler atau ventolin inhaler

Efek samping ventolin yang ringan, meliputi:

  • Sakit kepala dan pusing
  • Gangguan tidur atau insomnia
  • Merasa nyeri pada otot
  • Hidung yang meler atau tersumbat
  • Mulut dan tenggorokan terasa kering
  • Batuk
  • Suara serak dan sakit tenggorokan

Namun, Anda perlu mewaspadai jika efek samping di bawah ini yang muncul dan segera berkonsultasi ke dokter. Efek samping inhaler yang berat, yaitu:

  • Nyeri dada, denyut jantung berdebar dan tidak beraturan
  • Tremor
  • Gejala kecemasan
  • Kadar kalium darah menurun. Ini bisa menimbulkan kelemahan otot, perasaan lemas dan rasa haus yang ekstrim
  • Tingginya tekanan darah
  • Bronkospasme paradoks, dada sesak dan kesulitan bernapas

2. Efek samping preventer inhaler atau inhaler dengan kortikosteroid 

Selain ventolin inhaler, ternyata inhaler dengan kortikosteroid juga memiliki gejala efek samping. Berikut ini adalah beberapa gejala efek samping yang akan muncul.

  • Mulut dan tenggorokan terasa sakit
  • Infeksi fungi pada mulut
  • Batuk
  • Kehilangan kekuatan tulang pada orang dewasa
  • Katarak
  • Tekanan darah tinggi di daerah mata dan munculnya glaukoma atau cairan dalam mata. Ini terjadi jika penggunaan inhaler kortikostredoid dalam jangka panjang.

Namun, kortikosteroid jenis inhaler tidak akan menimbulkan efek samping yang serius seperti penggunaan kortikosteroid dalam bentuk lainnya. Hal ini seperti cairan, pil atau injeksi yang bisa menyebabkan tulang keropos.

Efek samping inhaler lainnya yang terjadi

Inhaler dapat membantu meringankan ketika pernapasan Anda terganggu akibat gejala asma. Namun, penggunaan jangka panjang juga dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Berikut beberapa efek samping lainnya yang perlu Anda ketahui.

1. Suara menjadi serak

suara serak

Beberapa orang yang menggunakan obat asma ini, efek samping dari inhaler yang bisa terjadi adalah suara pun menjadi serak. Kondisi ini juga dapat disebut sebagai disfonia.

Namun, disfonia merupakan efek yang dianggap tidak terlalu serius sehingga Anda dapat mengatasinya selama beberapa menit ke depan.

2. Oral thrush

infeksi jamur di mulut

Oral thrush atau kandidiasis oral merupakan infeksi pada mulut yang terjadi akibat munculnya jamur. Kondisi ini pun sebenarnya bisa dicegah saat Anda berkumur dengan obat kumur yang mengandung alkohol.

Hal yang biasa dirasakan dari salah satu efek samping inhaler adalah sakit tenggorokan, iritasi di lidah serta mulut, juga adanya bercak putih di mulut.

3. Osteoporosis

mitos osteoporosis

Efek samping lainnya yang bisa terjadi dari penggunaan pelega napas adalah meningkatnya risiko osteoporosis atau melemahnya tulang pada orang yang lebih tua. Apabila Anda menggunakan inhaler dengan dosis yang tinggi, makan kerapuhan tulang akan semakin meningkat.

Efek samping inhaler khusus pada gigi dan mulut

efek samping inhaler

Menurut sebuah studi dari jurnal Lung India, beberapa obat inhaler asma tersebut, termasuk inhaler kortikosteroid, memiliki efek samping yang buruk terhadap kesehatan mulut berdasarkan dosis, frekuensi penggunaannya, dan durasi penggunaannya.

Beberapa efek samping pelega napas yang berkaitan dengan obat ini yaitu:

  • xerostomia (mulut kering)
  • karies gigi
  • kandidiasis
  • gingivitis (gusi bengkak)
  • periodontitis
  • perubahan rasa di mulut

Karena efek samping ini, kebanyakan orang yang menggunakan inhaler kortikosteroid harus mendapatkan perawatan gigi dan mulut yang optimal selain mengatasi masalah pernapasannya.

Gigi berlubang sebagai efek samping utama inhaler

oral fistula akibat gigi berlubang

Gigi berlubang bisa jadi efek samping utamanya, yang bisa berakhir jadi lubang gigi yang semakin besar dan dalam. Masih dari jurnal penelitian yang sama, setelah menggunakan inhaler asma, ditemukan adanya penurunan pH yang cukup drastis.

Penurunan pH ini akhirnya memicu demineralisasi (penghilangan kadar mineral) enamel gigi setelah 30 menit menggunakan inhaler. Lama-lama, kondisi ini membuat enamel semakin terkikis.

Selain itu, inhaler kortikosteroid adalah jenis obat asam organik yang lemah, dan umumnya tidak bisa dimetabolisme oleh bakteri mulut. Efek samping berikutnya adalah, keseimbangan flora di mulut terganggu sehingga lebih mudah terjadinya pertumbuhan bakteri atau jamur di dalam mulut.

Maka itu, orang yang menggunakan inhaler asma ini lebih mudah mengalami gigi berlubang. Pertama, karena enamelnya memang sedang terkikis sehingga makin mudah berlubang.

Kedua, ada banyak kuman jahat di dalam mulut yang dengan mudah bisa menyerang gigi yang terkikis perlindungan enamelnya. Kuman menjadi lebih mudah bergerak, dan gigi berlubang pun terjadi lebih cepat.

Nah, itulah mengapa Anda pengguna obat asma kortikosteroid harus lebih waspada dengan kesehatan gigi dan mulut. Meskipun begitu, bukan berarti obat asma yang memengaruhi gigi berlubang hanya obat asma kortikosteroid.

Obat asma jenis ini biasanya digunakan saat serangan asma terjadi. Oleh karena itu, selalu jaga kesehatan mulut Anda saat mengunakan obat asma untuk mencegah efek samping yang akan terjadi.

Saya rutin menggunakan inhaler untuk mengurangi gejala asma. Bagaimana mencegah efek samping inhaler?

efek samping inhaler

Seperti yang dijelaskan di atas, efek samping yang diakibatkan oleh inhaler kemungkinana tidak akan menimbulkan hal yang serius jika digunakan sesuai anjuran.

Berikut ini adalah cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk pencegahan, di antaranya:

  • Gunakan dalam dosis yang tepat. Lalu, jangan lupa untuk menggunakan inhaler yang bisa diatur dosisnya untuk mencegah kelebihan dosis.
  • Cuci mulut setelah menggunakan inhaler. Tapi pastikan, tidak boleh ada air yang tertelan sehabis Anda mencuci mulutnya. Dampaknya bisa jadi akan lebih buruk ketika kortikosteroid masuk ke lambung.
  • Cegahlah faktor-faktor penyebab asma sehingga asma tidak sering kambuh. Bisa jadi, setiap orang memiliki faktor penyebab yang berbeda. Namun pada umumnya perubahan udara serta tingkat kebersihan udara memengaruhi asma pada banyak orang.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Preventif untuk Mencegah Asma Kambuh Akibat Polusi Udara

Pengidap asma perlu memerhatikan polusi udara apabila banyak beraktivitas di area perkotaan. Lakukan cara ini untuk mencegah asma agar tidak kambuh.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Asma, Health Centers Maret 26, 2020

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Winona Katyusha
Asma, Health Centers Februari 16, 2020

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting Januari 11, 2020

5 Obat yang Paling Sering Digunakan untuk Meredakan Batuk Karena Asma

Bagaimana cara mengobati batuk karena asma yang sudah lebih dari 8 minggu?Cek di sini rekomendasi obat batuk asma yang paling ampuh.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Risky Candra Swari
Asma, Health Centers Desember 20, 2019

Direkomendasikan untuk Anda

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ulfa Rahayu
Tanggal tayang Mei 11, 2020
4 Penyakit Infeksi Saluran Napas yang Rentan Terjadi pada Anak

4 Penyakit Infeksi Saluran Napas yang Rentan Terjadi pada Anak

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Maria Amanda
Tanggal tayang April 16, 2020
Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh Roby Rizki
Tanggal tayang April 13, 2020