home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Kita Tidak Boleh Mengonsumsi Cuka Apel Berlebihan?

Kenapa Kita Tidak Boleh Mengonsumsi Cuka Apel Berlebihan?

Cuka apel memang memiliki segudang manfaat untuk tubuh. Namun, mengonsumsinya dalam jumlah kebayakan ternyata malah dapat menimbulkan masalah, lho. Mulai dari kondisi gigi, pencernaan, sampai kadar gula darah bisa terpengaruhi juga.

Sekilas tentang cuka apel

Pada dasarnya, cuka apel adalah kombinasi apel dengan ragi. Ragi mengubah gula yang ada di apel menjadi alkohol. Dengan segala prosesnya, cuka ini akhirnya mengandung asam asetat, air, vitamin, dan mineral.

Cuka dari apel memiliki berbagai macam manfaat untuk tubuh. Beberapa penelitian yang dilakukan pada hewan dan manusia menemukan bahwa cuka ini dapat meningkatkan pembakaran lemak, menurunkan berat badan, menurunkan kadar gula darah, meningkatkan sensitivitas insulin, untuk kesehatan kantung, dan fungsi lain-lainnya.

Efek samping kebanyakan konsumsi cuka apel

Sayangnya, sari cuka apel juga bisa memiliki efek samping, terutama ketika konsumsinya berlebihan atau terlalu besar. Ini dia beberapa efeknya.

1. Memperlambat pengosongan perut

Cuka dari apel membantu mencegah lonjakan gula darah dengan mengurangi kecepatan makanan meninggalkan perut dan kecepatan makanan memasuki saluran pencernaan bagian bawah. Nah, cuka yang berlebihan akan membuat proses penyerapan makanan dari saluran pencernaan ke aliran darah jadi lebih lambat.

Penelitian yang dilaporkan dalam Bio Med Central menyatakan bahwa minum air putih dengan 2 sendok makan (30 ml) cuka dari apel secara signifikan meningkatkan jumlah waktu makanan yang tertinggal di perut, dibandingkan dengan minum air putih saja.

Terlebih lagi bagi para penderita gastroparesis yang umumnya terjadi pada penderita diabetes tipe 1. Pada gastroparesis, saraf di perut tidak bekerja dengan baik, sehingga makanan tetap berada di perut terlalu lama dan tidak dikosongkan dengan kecepatan seperti biasanya.

2. Gangguan pencernaan

Karena keasamannya, cuka ini bisa memperparah kondisi maag atau menyebabkan orang menjadi mual. Minum cuka apel secara langsung menyebabkan luka pada tenggorokan karena keasamannya. Tapi ini adalah efek samping yang jarang terjadi.

Oleh karena itu, orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan atau memiliki kesulitan menelan tidak disarankan untuk menggunakan cuka dari apel ini.

3. Masalah gigi

Makanan dan minuman asam telah terbukti bisa merusak lapisan enamel gigi. Enamel gigi yang terus menerus terkiskis bisa menyebabkan kerusakan lebih lanjut seperti gigi berlubang.

Apalagi cuka dari apel yang tidak dilarutkan, ini dapat merusak gigi ketika dikonsumsi secara langsung. Selain itu, dalam jumlah yang tinggi dan jangka waktu lama, sari cuka dari apel dapat memberikan efek warna kekuningan di gigi dan membuat gigi jadi sensitif.

4. Kerongkongan terasa perih

Cuka apel berpotensi menyebabkan kerongkongan mengalami luka jika dikonsumsi terlalu berlebihan. Menurut ahli gizi Katherine Zeratsky, iritasi kerongkongan adalah efek samping yang paling mungkin terjadi dari cuka apel yang terlalu banyak, terutama dengan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang.

Maka dari itu, campurkan dulu cukanya dengan air yang dapat membantu mencegah dinding kerongkongan menempel langsung dengan sari cuka yang pekat.

5. Jumlah kalium rendah dan berkurangnya mineral tulang

Minum cuka apel dalam jumlah besar bisa mengganggu kadar kalium menjadi terlalu rendah. Tubuh akan mengeluarkan kalium lebih banyak sebagai proses yang diperlukan untuk mencerna cuka ini. Kadar kalium yang rendah dapat menyebabkan kelelahan, sembelit, kerusakaan otot, atau derak jantung yang tidak teratur.

Sebenarnya memang masih jarang penelitian mengenai efek sari cuka apel pada kadar kalium darah dan kesehatan tulang.

Namun, ditemukan ada salah satu laporan kasus menyatakan kasus kalium rendah dan keropos tulang memiliki keterkaitan dengan sari cuka apel dalam dosis tinggi dan jangka waktu yang lama.

Dalam kasus ini, seorang wanita berusia 28 tahun mengonsumsi 250 ml cuka apel yang diencerkan dengan air. Ia mengonsumsinya sehari-hari selama 6 tahun.

Ketika dirawat di rumah sakit dokter mengatakan bahwa kadar kalium wanita tersebut rendah dan zat lainnya dalam kimiawi darah. Terlebih lagi, wanita tersebut didiagnosis menderita osteoporosis. Para dokter yang melihat kasus ini menduga bahwa sari cuka apel dalam jumlah besar memengaruhi kondisi ini.

Konsumsi sari cuka apel membuat penggunaan simpanan mineral di tulang digunakan lebih banyak untuk menjaga keseimbangan asam di darah. Oleh karena itu, kadar asam ini bisa mengurangi jumlah mineral dalam tulang.

6. Menurunkan kadar gula darah

Dilansir dalam Medscape General Medicine, kebanyakan konsumsi cuka ini dapat menurunkan kadar gula darah tubuh karena efek antiglikemmiknya.

Dalam beberapa kasus, hal tersebut dapat menimbulkan terjadinya hipoglikemia, mengurangi pasukan gula darah ke otak, mengakibatkan ketidaksadaran, bahkan koma.

Karena jumlah yang terlalu banyak bisa bersifat fatal, oleh karena itu penderita diabetes sebaiknya mengonsultasikannya dahulu kepada dokter sebelum mengonsumsi sari cuka apel.

Bagaimana cara mengonsumsi sari cuka apel yang aman?

  • Batasi asupan cuka apel. Mulai dari dosis yang kecil secara bertahap. Maksimal 2 sendok (30ml) makan per hari tergantung toleransi tubuh.
  • Gunakan sedotan saat minum supaya tidak langsung kena gigi.
  • Setelah diencerkan atau dicampurkan dalam air, minumlah pakai sendok untuk mengurangi paparan asam terlalu banyak mengenai gigi.
  • Bilas mulut. Setelah mengonsumsi minuman mengandung cuka dari apel, berkumurlah. Atau untuk mencegah kerusakan enamel lebih lanjut, sikat gigi setelah 30 menit mengonsumsi larutan cuka apel.
  • Hindari sari cuka apel jika Anda memiliki gastroparesis.
  • Pertimbangkan untuk menghindari sari cuka apel jika Anda memiliki gastroparesis atau batasi jumlahnya, yakni satu sendok teh (5 ml) saja dalam sehari.
health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Spritzller Frannziska. 2016. 7 Side Effects of Tooo Musch Apple Cider Vinegar. [Online] Tersedi pada: https://www.healthline.com/nutrition/apple-cider-vinegar-side-effects#section2 (Diakses 6 Febuari 2018)

Severson Dana. 2017. Side Effects of Too Much Apple Cider Vinegar. [Online] Tersedia pada: https://www.livestrong.com/article/473084-side-effects-of-too-much-apple-cider-vinegar/ (Diakses 6 Febuari 2018)

Gambon DL , Brand HS, EC Veerman EC. 2012. Unhealthy Weight Loss. Erosion by Apple Cider Vinegar. Ned Tijdschr Tandheelkd. 119(12): 589-91

K Lhotta, G Hofle, R Gasser, G FinkenstedtG. 1998. Hypokalemia, Hyperreninemia and Osteoporosis in a Patient Ingesting Large Amounts of Cider VInegar. Vol 80. No.2

Johnston Carol S dan Gaas Cindy A. 2006. Vinegar: Medicinal Uses and Antiglycemic Effect. Medscape General Medicine 8(2): 61.

Galasico Madison. 2016. Apple Cider VInegar: Examining the Newest Craze. [Online] Tersedia pada: http://www.collegian.psu.edu/opinion/columnists/guest_columnist/article_f7129a76-0287-11e6-aefe-0b40332bcfb5.html (Diakses 6 Febuari 2018)

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 21/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x