Sakit Tenggorokan Bisa Jadi Gejala Alergi

Oleh

Apakah Anda ingat ketika Anda masih kecil, makan permen pereda tenggorokan membuat rasa sakit radang tenggorokan Anda hilang? Tapi sekarang, tenggorokan gatal Anda dapat bertahan selama beberapa hari atau minggu, tidak peduli apa yang Anda makan. Ketika sakit tenggorokan Anda teriritasi akibat dari reaksi alergi terhadap partikel udara, pengobatan menjadi sedikit lebih rumit. Mengatasi dengan tepat penyebab alergi Anda dapat membantu Anda meringankan sakit tenggorokan selamanya.

Alergi sebagai penyebab sakit tenggorokan

Postnasal drip adalah penyebab utama dalam kasus alergi yang disebabkan radang tenggorokan. Hasil paparan alergen, postnasal drip terjadi ketika mampet pada sinus mengalir ke tenggorokan, menyebabkan rasa menggelitik atau rasa sakit gatal. Aliran juga dapat menyebabkan:

  • Batuk
  • Rasa menelan berlebihan
  • Iritasi tenggorokan
  • Kesulitan berbicara

Banyak alergi, seperti alergi serbuk sari, merupakan alergi musiman. Jika Anda mengalami gejala alergi sepanjang tahun, gejala Anda akan memburuk selama musim iritasi udara tinggi, seperti penyerbukan bunga dan pohon. Alergen umum lainnya termasuk:

  • Asap rokok
  • Tungau debu
  • Jamur dan lumut
  • Bulu hewan peliharaan (terutama kucing dan anjing)

Gejala alergi umumnya termasuk hidung mampet, bersin, mata gatal dan batuk. Jika Anda memiliki sakit tenggorokan dengan demam dan nyeri tubuh, kemungkinan hasil dari virus, seperti pilek atau flu.

Rasa gatal tenggorokan adalah cara lain untuk menentukan apakah Anda memiliki sakit tenggorokan yang disebabkan alergi. Selain rasa yang tidak nyaman yang dihasilkan dari drainase postnasal, partikel yang langsung masuk ke sistem pernapasan dapat menyebabkan perasaan gatal.

Mengobati sakit tenggorokan akibat alergi

Mencegah alergi sangat penting dalam mengurangi sakit tenggorokan dan gejala lain yang terkait. Langkah pertama adalah untuk membatasi paparan terhadap iritasi sebanyak mungkin. Hindari iritasi seperti asap rokok dan bulu hewan peliharaan ketika Anda bisa. Menjaga agar jendela tetap ditutup atau memakai masker di luar untuk melindungi diri dari alergen udara.

Sayangnya, Anda tidak dapat selalu menghindari alergen. Kondisi inilah di mana obat dapat membantu. Antihistamin yang beredar di pasaran seperti loratadine (Claritin) dan cetirizine (Zyrtec) dapat diginskan setiap hari selama masa terburuk tahun ini untuk meringankan gejala alergi. Obat-obat ini bekerja dengan mencegah tubuh dari respon pembentukan histamin dari alergen yang menyerang sistem tubuh Anda.

Dokter mungkin merekomendasikan obat resep dengan dosis kuat jika alergi Anda parah atau konsisten. Mereka juga dapat merekomendasikan dekongestan atau semprotan hidung untuk membantu mencegah postnasal drip yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Seorang ahli alergi dapat melakukan tes kulit dan tes darah yang akan memberi tahu alergi Anda. Tidak hanya dapat membantu Anda menghindari alergen, tetapi juga dapat membantu menentukan apakah Anda dapat melakukan imunoterapi seperti suntikan alergi.

Suntikan alergi dapat membantu Anda mempertahankan kehidupan yang bebas gejala alergi dengan pengobatan jangka panjang. Perawatan ini terdiri dari pemberian dosis kecil alergen yang dari waktu ke waktu akan mengurangi reaksi tubuh And. Menurut American Academy of Family Physicians, kebanyakan pasien perlu satu hingga dua suntikan per minggu selama enam bulan. Suntikan pemeliharaan bulanan diperlukan rata-rata selama tiga sampai lima tahun.

Yang juga perlu Anda baca