Daftar Gejala Alergi Obat dari yang Paling Umum Sampai Parah

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Alergi obat bisa terjadi pada siapa pun. Pada banyak kasus, Anda mungkin baru mengetahui mengalami alergi dalam 1 jam setelah mengonsumsi obat. Anda dapat memiliki alergi terhadap obat yang baru pertama kali dikonsumsi, atau bahkan yang sudah pernah digunakan berkali-kali sebelumnya. Apa saja ciri-ciri alergi obat yang harus diketahui?

Mengapa gejala alergi obat bisa terjadi?

Zat obat pada umumnya tidak akan menyebabkan dampak atau reaksi negatif apa pun di tubuh. Namun pada orang yang mengalami alergi, sistem kekebalan tubuhnya akan bereaksi lain dengan menganggap obat adalah zat asing (alergen) yang bisa membahayakan tubuh Anda. Sistem kekebalan tubuh akan menyerang zat obat layaknya bakteri atau virus. 

Di mana tubuh Anda otomatis akan mengeluarkan antibodi yang disebut immunoglobulin. Imunoglobulin (IgE) nantinya akan memberitahu sel darah putih Anda untuk melepaskan histamin yang akan menyebabkan reaksi atau gejala alergi.

Ada banyak macam obat yang bisa memicu tubh Anda bereaksi, mulai dari obat bebas, obat resep, maupun obat herbal. Namun, beberapa obat cenderung lebih rentan memunculkan reaksi daripada yang lain. Misalnya:

  • Antibiotik, seperti penisilin atau amoxicilin
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin IB) dan naproxen sodium (Aleve)
  • Obat kemoterapi untuk mengobati kanker
  • Obat-obatan untuk penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis

Gejala umum alergi obat

1. Gatal di kulit

Gatal di kulit adalah salah satu gejala alergi obat yang paling umum dan juga bisa disebut sebagai urtikaria. Gejala ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menganggap bahwa zat obat adalah alergen. 

Alhasil, tubuh akan melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya dari bawah permukaan kulit. Histamin dan bahan kimia yang keluar saat ciri-ciri alergi obat terjadi dapat menyebabkan kulit jadi gatal. 

Gatal umumnya disertai dengan tampilan bentol berwarna merah atau merah, bentuknya cenderung bulat. Ukurannya bisa berkisar beberapa milimeter hingga beberapa inci. 

2. Mata gatal berair 

Alergi obat juga dapat menyebabkan gejala mata berair. Bukan tanpa sebab, hal ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh di sekitar mata mendeteksi zat obat yang dianggap sebagai alergen. 

Lantas, sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan histamin lewat sel di mata yang disebut dengan sel mast. Pelepasan histamin dari sel khusus ini akan menyebabkan mata jadi gatal rasanya. 

Selain histamin, sistem kekebalan tubuh juga memproduksi antibodi Immunoglobulin A (IgA). Antibodi ini akan memproduksi air mata yang akan membantu menjaga agar zat obat yang dianggap berbahaya tidak masuk ke organ mata lebih dalam. Hasilnya,  gejala alergi obat ini akan menyebabkan mata jadi berair, berwarna kemerahan, dan kadang juga terasa gatal.

3. Demam

Demam dapat menjadi ciri-ciri Anda alergi obat tanpa disadari. Demam umumnya dapat disebabkan karena sistem kekebalan tubuh Anda sedang melawan peradangan di dalamnya. 

Namun, menurut National Institutes of Health, kondisi alergi sebenarnya tidak menyebabkan demam. Gejala demam karena alergi bisa disebabkan sistem kekebalan tubuh Anda bereaksi berlebihan saat melawan zat di dalam obat yang Anda minum. 

Alhasil tubuh akan menganggap hal ini sebagai suatu hal yang mirip dengan peradangan. Tak jarang, kondisi peradangan ini ini juga disertai dengan suhu tubuh yang naik, disebut sebagai demam. 

4. Pembengkakan (angiodema)

Angioedema atau pembengkakan seringkali disebabkan karena gejala alergi obat. Hal ini disebabkan ketika sistem kekebalan tubuh mendeteksi obat yang masuk sebagai zat berbahaya. Tubuh akan melepaskan zat lain yang dapat menyebabkan kulit membengkak.

Ciri-ciri angiodema karena alergi bisa dilihat dari area wajah seperti bibir, lidah, dan tenggorokan yang membengkak. Pembengkakan di satu area biasanya berlangsung antara satu hingga tiga hari. 

Kadang-kadang, pembengkakan juga dapat terjadi di organ internal seperti kerongkongan yang dampaknya bisa memicu nyeri dada atau perut. Bengkak di tubuh ini kadang juga disertai gejala gatal dan sering menimbulkan rasa tidak nyaman. .

5. Sesak napas 

Alergi obat juga dapat menyebabkan gejala sesak napas. Saat obat atau zat yang dianggap alergen masuk ke kerongkongan. tubuh umumnya akan mencoba mengeluarkan hal tersebut.  

Cara tubuh mengeluarkannya adalah dengan menghasilkan antibodi dan histamin. Histamin yang keluar di bagian tenggorokan, dapat menyebabkan saluran udara Anda meradang dan memproduksi banyak lendir. 

Saluran udara yang mengeluarkan lendir dan meradang umumnya akan menjadi bengkak. Kedua hal inilah yang menyebabkan udara jadi susah untuk keluar masuk dengan normal. Napas Anda pun rasanya jadi sesak dan terengah-engah. 

Gejala alergi obat parah

Anafilaktik atau syok anafilaksi adalah ciri-ciri alergi obat yang sudah parah, karena dapat mengancam nyawa. Ini terjadi ketika tubuh terpapar sesuatu zat seperti obat dalam jumlah banyak. Akibatnya, sistem kekebalan tubuh mereka melepaskan bahan kimia yang membanjiri tubuh. Ini dapat menyebabkan syok anafilaksis.

Ketika tubuh Anda mengalami syok anafilaksis, tekanan darah Anda tiba-tiba turun dan saluran udara Anda menyempit. Di mana ini mungkin menghalangi jalannya udara di  saluran pernapasan secara normal.

Kondisi ini berbahaya. Jika tidak segera diobati, itu dapat mengakibatkan komplikasi serius dan bahkan berakibat fatal. Ciri-ciri anafilaktik karena alergi obat antara lain:

  • Penyempitan tenggorokan yang menyebabkan kesulitan bernapas
  • Tekanan darah sangat rendah
  • Nadi cepat dan lemah
  • Pembengkakan bibir, mulut, atau kelopak mata
  • Sakit perut
  • Mual, muntah, atau diare
  • Pusing atau kepala ringan seperti mau pingsan
  • Kebingungan
  • Palpitasi (sensasi detak jantung yang cepat atau berdebar)

Kapan harus menghubungi dokter?

Jika Anda mengalami ciri-ciri alergi dari penggunaan suatu obat, Anda harus segera mencari perawatan medis darurat. Gejala reaksi yang serius dan harus segera ditangani berupa:

  • Sesak napas
  • Berdebar
  • Pusing
  • Hilang kesadaran atau pingsan

Anda harus menghubungi dokter setiap kali Anda mengalami gejala apapun setelah minum obat yang dibeli dari apotek atau resep dokter.  Jika Anda mengalami gejala alergi ringan, biasanya Anda dapat mengatasi kondisi ini dengan menghentikan penggunaan obat.  Namun Anda masih harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejala alergi obat Anda.

Baca Juga:

Sumber