Psst, Ternyata Buah Juga Bisa Bikin Alergi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang
Artikel ini berisi:

Umumnya, orang alergi terhadap kacang, susu, atau bahkan sumber protein lainnya. Namun, tahukah Anda jika ada juga yang mengalami alergi buah? Sama seperti alergi makanan lainnya, alergi buah akan menyebabkan rasa gatal setelah makan berbagai macam buah. Mengapa seseorang bisa mengalami alergi buah?

Apa itu alergi buah?

Alergi buah termasuk dalam kondisi yang juga dikenal sebagai sindrom alergi oral (OAS), disebabkan oleh buah-buahan yang punya protein tertentu.

Sindrom alergi oral atau disebut juga Pollen-food allergy syndrome, terjadi karena beberapa buah dan sayuran segar  mengandung protein yang mirip dengan protein penyebab alergi. Protein penyebab alergi ini biasanya ditemukan dalam serbuk sari, seperti ragweed, birch, mugwort dan rumput.

Nah, ternyata semangka atau melon mengandung protein tersebut yang bisa memicu alergi umum, mirip alergi pada serbuk sari dari tanaman ragweed atau rumput.

Jadi jika Anda alergi pada tumbuhan seperti terhadap ragweed, rumput atau birch, sistem kekebalan Anda mengira bahwa melon atau semangka yang Anda makan ini sebagai protein serbuk sari, hingga akhirnya menghasilkan reaksi alergi.

Alergi buah karena kemiripan protein dalam buah dan tanaman ini juga sering disebut sebagai reaksi silang.

Siapa saja yang berisiko mengalami alergi buah?

Orang-orang dengan riwayat reaksi alergi terhadap pohon birch, tanaman ragweed, atau serbuk sari rumput, dapat mengalami sindrom alergi oral. Akan tetapi, kondisi ini biasanya tidak ditemukan pada anak-anak. 

Sebaliknya, anak-anak yang berusia 10 tahun ke atas atau menginjak remaja, dan orang dewasa muda malah bisa mengalami alergi buah meskipun sudah makan buah yang sama bertahun-tahun. Ini disebabkan karena sensitivitas oral pada manusia bisa berkembang seiring bertambahnya usia.

Gejala dan buah apa saja yang bisa menyebabkan alergi

Selain buah, reaksi silang dari serbuk sari tanaman ini juga bisa terjadi pada sayuran segar dan kacang-kacangan. Gejalanya mungkin akan terasa gatal di bagian mulut atau tubuh lainnya, rasa terbakar, sensasi menyengat di mulut, tenggorokan.

Perlu diketahui juga, bahwa gejala alergi buah ini umumnya hanya berlangsung beberapa detik atau menit. Ini disebabkan karena protein buah bisa dengan cepat dipecah oleh air liur. Alergi ini biasanya bisa hilang dengan cepat dan tidak memerlukan perawatan serius.

Beberapa buah-buahan yang berisiko memicu alergi buah:

  1. Protein Birch pollen, alergen ini bisa bereaksi pada buah-buahan seperti apel, kacang almond, wortel, seledri, cherry, kemiri, kiwi, peach, pir, dan buah plum.
  2. Protein serbuk sari rumput alergen ini bisa bereaksi dengan seledri, melon, jeruk, persik, dan tomat.
  3. Protein serbuk sari ragweed alergen ini bisa bereaksi dengan buah pisang, timun, melon,  dan biji bunga matahari.

Memasak buah-buahan tertentu bisa cegah alergi

Dalam beberapa kasus, memasak buah dan sayuran tertentu dapat menghancurkan dan mengubah protein yang menyebabkan sindrom alergi oral. Namun, ini tergantung pada buah, kacang dan sayuran apa yang memicu alergi.

Umumnya, kacang-kacangan dan rempah-rempah punya kondisi tertentu sendiri saat dimasak. Kacang-kacangan dan seledri  mengandung beberapa alergen dan tidak semuanya hancur oleh panas. Selain itu, alergen dalam stroberi juga tahan terhadap panas.

Selain itu, jus buah yang sudah dipasteurisasi (dipanaskan atau dimasak) umumnya tidak apa dikonsumsi. Lalu, sebagian besar sumber makanan seperti tomat, apel, kentang, pir, dan sebagian besar buah-buahan lunak lainnya juga aman dimasak untuk menghancurkan protein penyebab alergi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit