Bolehkah Minum Susu Kedelai Kalau Punya Alergi Kacang?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Kacang adalah salah satu jenis makanan bisa membuat segelintir orang mengalami reaksi alergi. Biasanya, orang yang punya alergi kacang akan mudah mengalami kulit gatal, bengkak, ruam, hingga sakit perut setelah makan kacang – meskipun hanya sedikit. Padahal, kacang kedelai dan olahan susunya termasuk sumber protein tinggi yang baik untuk kesehatan. Lantas, bolehkah penderita alergi kacang mengonsumsi susu kedelai? Berikut penjelasannya.

Alergi kacang, apakah juga alergi kacang kedelai?

alergi kacang

Pada dasarnya, kacang tanah berasal dari famili legume yang setara dengan kacang polong, kacang kedelai, dan jenis kacang lainnya. Itulah kenapa, banyak orang yang berpikiran jika Anda punya alergi kacang tanah, maka Anda juga akan mengalami reaksi alergi yang sama kalau berani mencoba makan kacang kedelai.

Terlebih lagi, protein alergen yang tersimpan di dalam setiap kacang cenderung sama sehingga mungkin saja akan menimbulkan reaksi alergi jika Anda mencoba makan kacang kedelai. Namun, apa benar begitu?

Jawabannya adalah tidak selalu. Kalau Anda punya alergi kacang tanah, bukan berarti Anda pasti akan mengalami alergi kacang kedelai; begitu juga sebaliknya.

Meskipun berasal dari famili yang sama, reaksi alergi pada kacang tanah dengan kacang kedelai bisa saja berbeda, seperti dikutip dari Verywell. Hal ini diperkuat oleh pernyataan dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology (ACAAI) bahwa jenis alergen pada kacang tanah dan kacang kedelai ternyata berbeda dan tidak berhubungan. Jadi, bisa saja orang lain mengalami alergi setelah makan kacang tanah, sementara Anda tetap baik-baik saja setelah makan kacang kedelai.

Lain halnya jika Anda mengalami alergi udang, maka Anda biasanya akan mengalami reaksi alergi yang sama setelah makan kerang, kepiting, atau lobster. Beda dengan kacang, protein alergen yang terdapat pada jenis makanan laut cenderung sama dan memberikan respon alergi yang sama pula. Fenomena ini dikenal sebagai reaktivitas silang (cross-reactivity).

Bolehkah minum susu kedelai bila alergi kacang?

kedelai meringankan gejala menopause

Sederhananya, orang dengan alergi kacang boleh saja mengonsumsi kacang kedelai beserta produk olahannya seperti susu kedelai. Hal ini berlaku juga untuk anak-anak.

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Gideon Lack dan timnya tahun 2003, anak dengan riwayat alergi kacang tidak menunjukkan reaksi alergi yang berlebihan setelah diberikan susu formula berbahan dasar kedelai atau susu kedelai murni. Gejala kulit gatal, ruam, dan kemerahan pada kulit anak memang bermunculan, tapi tubuhnya masih bisa menolerir reaksi alergi ini. Justru, mereka mengalami reaksi alergi yang cukup parah hingga tujuh kali lipat setelah diberikan minyak kacang tanah.

Namun, penelitian lain yang diterbitkan pada Journal of Clinical Allergy Immunology justru mengungkapkan hal yang sebaliknya. Orangtua malah dianjurkan untuk stop memberikan susu formula berbasis kedelai pada anaknya. Pasalnya, kandungan kedelai pada susu dapat meningkatkan risiko alergi kacang pada anak yang sistem pencernaannya sensitif.

Jadi singkatnya, reaksi alergi terhadap kacang kedelai bisa berbeda-beda pada setiap orang. Hal ini kembali lagi pada kondisi sistem kekebalan tubuh masing-masing orang. Bisa saja Anda merasa baik-baik saja setelah minum susu kedelai, sementara orang lain mengalami reaksi alergi yang cukup mengganggu.

Konsultasi ke dokter adalah solusi terbaik

Sebelum mencoba minum susu kedelai, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter untuk mencegah reaksi alergi yang mungkin muncul. Dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan, mulai dari tes darah, tes sensitivitas kulit, hingga tes makanan untuk memastikan apakah Anda juga mengalami alergi kacang kedelai atau tidak. Prosedur ini berlaku juga bagi anak Anda yang punya alergi terhadap kacang.

Pada dasarnya, anak hanya boleh diberikan ASI eksklusif saja sampai ia berusia enam bulan, seperti yang dianjurkan oleh American Academy of Pediatrics. Jika ada kondisi tertentu yang membuat pemberian ASI eksklusif jadi tidak maksimal, entah itu karena ASI sedikit atau anak alergi ASI, maka sebetulnya susu kedelai bukanlah solusi utamanya.

Terlebih jika si kecil punya alergi makanan tertentu, maka sebaiknya tanyakan ke dokter mengenai pengganti susu yang tepat untuk anak Anda. Biasanya, dokter akan menyarankan susu formula hipoalergenik untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Begini Alasan Adanya Mata Plus pada Anak

Mata plus sering dikenal sebagai penyakit orang tua. Padahal banyak juga kasus mata plus pada anak. Baca terus dan pelajari berbagai penyebab dan gejalanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Mata, Hidup Sehat 20/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Frozen Yogurt Versus Es Krim, Lebih Sehat Mana?

Benarkah frozen yogurt memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit dari es krim? Cari tahu di sini untuk memastikan apakah frozen yogurt memang lebih sehat.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Berbagai Penyebab Bau Mulut Tak Sedap

Bau mulut atau halitosis adalah masalah yang sangat mengganggu dan memalukan. Cari tahu semua tentang penyebab dan cara menghilangkan bau mulut tak sedap.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 17/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Hampir semua orang pernah mengalami mata atau tangan kedutan. Namun, apakah Anda tahu arti kedutan dan risikonya bagi kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 15/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanggal kedaluwarsa

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
mual karena gugup

Kenapa Kita Merasa Mual Saat Sedang Gugup?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21/06/2020 . Waktu baca 6 menit