home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Alergi Sulfit yang Berasal dari Pengawet Makanan

Mengenal Alergi Sulfit yang Berasal dari Pengawet Makanan

Alergi makanan biasanya disebabkan oleh telur, kacang, atau daging. Namun, tahukah Anda bahwa reaksi alergi berupa kulit memerah, terasa gatal, dan muncul ruam ini juga bisa diakibatkan oleh bahan pengawet sulfit?

Apa itu alergi pengawet sulfit?

bahaya minuman ringan

Sulfit adalah bahan pengawet kimia yang biasa digunakan dalam produk makanan dan minuman kemasan, seperti anggur dan bir. Pengawet ini ditambahkan ke makanan olahan agar dapat disimpan lebih lama. Beberapa obat pun pakai sulfit agar warnanya tidak cepat pudar.

Dahulu, sulfit juga digunakan dalam buah dan sayuran segar. Namun, beberapa kasus alergi yang cukup parah akibat sulfit membuatnya dilarang digunakan di buah dan sayuran segar.

Meski begitu, pengawet sulfit masih terus digunakan pada bahan makanan lain seperti kentang, udang, dan kismis.

Sulfit dapat memicu reaksi alergi yang mirip dengan alergi makanan, terutama pada penderita asma. Oleh sebab itu, Anda perlu berhati-hati ketika membeli makanan kemasan.

Gejala alergi sulfit

Pada dasarnya reaksi alergi yang dipicu oleh pengawet sulfit sama seperti gejala alergi makanan, yakni:

  • masalah pencernaan, seperti diare, kram perut, mual, dan muntah
  • alergi pada kulit, seperti kulit memerah, gatal, dan muncul ruam
  • gangguan pernapasan, seperti mengi, sulit bernapas, batuk, dan dada sesak
  • merasa lemas sepanjang waktu
  • wajah terlihat pucat dan sering merasa cemas

Bila dibiarkan, alergi terhadap sulfit dapat berujung pada syok anafilaksis. Meski kondisi ini jarang terjadi, perlu diketahui bahwa kondisi ini adalah situasi darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Kabar baiknya, alergi terhadap bahan pengawet ini terbilang cukup jarang bila dibandingkan dengan alergi makanan lainnya. Namun, Anda tetap perlu waspada saat membeli makanan, minuman, dan obat tertentu, terutama jika menderita asma.

Makanan dan obat yang mengandung pengawet sulfit

gula dalam buah kering

Agar terhindar dari reaksi alergi yang cukup mengganggu, Anda perlu mengetahui makanan dan obat apa saja yang mengandung sulfit. Berikut beberapa jenis makanan dan obat yang diawetkan dengan sulfit.

Makanan dan minuman dengan kandungan sulfit

Pengawet sulfit biasanya terkandung dalam makanan yang difermentasikan, seperti keju Parmesan dan jamur. Selain itu, ada jenis makanan dan minuman lainnya yang mengandung sulfit, meliputi:

  • anggur, sari buah apel, dan buah zaitun,
  • minuman kemasan dan bir,
  • sosis dan burger,
  • saus tomat olahan, serta
  • buah-buahan kering.

Sementara itu, buah, sayuran segar, daging, ikan, produk susu, dan jenis makanan segar lainnya biasanya dianggap bebas sulfit.

Obat-obatan yang mengandung sulfit

Selain makanan, sulfit juga ditambahkan ke beberapa obat, baik yang dijual bebas maupun yang diresepkan. Umumnya, pengawet sulfit ada dalam obat yang diresepkan untuk muntah dan obat lainnya, yakni:

  • EpiPen yang memiliki kandungan epinephrine,
  • obat bronkodilator untuk mengatasi asma,
  • salep dan obat tetes mata, seperti dexamethasone dan prednisolone, serta
  • obat suntik lainnya, yaitu hidrokortison, amikacin, dan metaraminol.

Bila Anda menderita asma atau khawatir sulfit dapat memicu reaksi alergi, hindari makanan dan minuman di atas.

Diagnosis alergi sulfit

Bila Anda mengalami gejala yang disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Jika dokter merasa Anda memiliki alergi tertentu, ia akan melakukan sejumlah tes alergi makanan, seperti tes kulit dan mengujinya lewat makanan.

Menguji alergi lewat makanan yang dicurigai sebagai alergen dilakukan dengan menelan sulfit dalam dosis kecil di bawah pengawasan dokter. Bila tidak ada reaksi, jumlah sulfit akan ditambah hingga tingkat paparan aman tercapai.

Jika gejala muncul, dokter akan langsung memberikan obat anti alergi untuk meringankan reaksi yang dialami.

Sementara itu, tes kulit juga dilakukan untuk menguji sensitivitas sulfit. Prosedur ini akan meletakkan alergen di permukaan kulit dan daerah tersebut akan dibuat tusukan. Bila gejala alergi kulit muncul, artinya Anda mungkin alergi terhadap pengawet sulfit.

Cara mengatasi alergi sulfit

Sama seperti jenis alergi lainnya, alergi terhadap sulfit dapat diatasi hingga mencegah reaksi alergi muncul. Kunci utama dari mengatasi dan mencegah alergi makanan adalah menghindari pemicunya.

Selain itu, jangan lupa selalu membaca komposisi makanan dan minuman yang akan dibeli. Bagi penderita asma, usahakan untuk selalu membawa obat yang diresepkan, terutama saat makan di luar untuk berjaga-jaga.

Alergi pengawet sulfit memang lebih sering terjadi pada penderita asma. Namun, bukan berarti semua orang yang memiliki riwayat asma juga alergi terhadap sulfit. Sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Sulfite Sensitivity. (2016). Cleveland Clinic. Retrieved 27 October 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11323-sulfite-sensitivity 

Sulfite Sensitivity. (2019). Australasian Society of Clinical Immunology and Allergy. Retrieved 27 October 2020, from https://www.allergy.org.au/patients/other-allergy/sulfite-allergy 

Papaioannou, R & Carl C. Pfeiffer. (n.d). Sulfite Sensitivity – Unrecognized Threat: Is Molybdenum Deficiency the Cause?. Journal of Orthomolecular Psychiatry. Retrieved 27 October 2020, from http://orthomolecular.org/library/jom/1984/pdf/1984-v13n02-p105.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 06/11/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x