home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Trik Mengatur Waktu Istirahat Saat Ibadah Haji

4 Trik Mengatur Waktu Istirahat Saat Ibadah Haji

Penting untuk mengatur waktu istirahat saat melaksanakan ibadah haji. Saat tiba di Tanah Suci, tubuh perlu beradaptasi dengan perbedaan waktu. Maka itu, ketahui trik mengatur waktu istirahat sehingga kegiatan beribadah Anda berjalan dengan lancar.

Pentingnya waktu istirahat dan tidur saat ibadah haji

Perbedaan waktu antara Arab Saudi 4 jam lebih lambat dari Waktu Indonesia bagian Barat. Ketika tiba di sana, tentu jam tidur biologis tubuh Anda juga berubah. Di sinilah pentingnya mengatur waktu beristirahat saat ibadah haji.

Saat melangsungkan ibadah haji, Anda perlu cukup beristirahat agar tenaga kembali terkumpul untuk melanjutkan ibadah pada keesokan harinya.

Setiap orang perlu memenuhi jam tidur 7-8 jam di mana pun ia berada. Meskipun terdengar sederhana, tidur memberikan manfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Saat tidur, sistem imunitas tubuh melepas sitokin. Sitokin membantu sistem imunitas untuk melawan peradangan dan infeksi.

kaki gelisah gangguan tidur

Kurang tidur berimbas pada penurunan sitokin, sehingga Anda akan lebih mudah sakit karena kerja daya tahan tubuh juga terganggu.

Sistem imunitas memiliki beragam komponen, seperti antibodi dan sel darah putih. Keduanya tidak mampu bekerja optimal ketika Anda kurang tidur.

Sebuah studi juga menunjukkan bahwa kekurangan tidur dapat meningkatkan reaksi peradangan dalam tubuh seseorang, seperti kondisi kesehatan yang terkait erat dengan asma dan alergi.

Peneliti menemukan kerja daya tahan tubuh pada subjek yang mengalami kurang tidur dalam jangka pendek, memiliki efek yang sama dengan orang yang kurang tidur dalam jangka panjang.

Kurangnya tidur bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun, serta membuat tubuh menjadi lebih mudah sakit. Supaya kegiatan haji berjalan lancar, ketahui cara mengatur waktu istirahat berikut ini.

Mengatur waktu istirahat saat melangsungkan ibadah haji

Kini Anda telah mengetahui pentingnya waktu istirahat bagi daya tahan tubuh Anda. Apalagi perubahan cuaca ekstrim dari siang ke malam hari membuat tubuh Anda bekerja ekstra untuk meningkatkan perlindungan.

Oleh karena itu, ketahui cara untuk trik untuk mengatur waktu istirahat saat di Tanah Suci.

1. Menyesuaikan waktu tidur

tidur tengkurap

Sesampainya di Arab Saudi, cobalah untuk menyesuaikan waktu tidur Anda dengan waktu setempat. Lakukan ini sebagai trik mengatur waktu istirahat saat ibadah haji. Begitu tiba di tempat peristirahatan, jangan lupa untuk tidur dengan lampu redup untuk memindahkan jam sirkadian tubuh saat tidur. Buat suasana senyaman mungkin untuk Anda tidur, sehingga tubuh bisa beradaptasi sesegera mungkin.

2. Tetapkan jam tidur dan jam bangun

jenis jam

Setelah berhasil mengatasi jet lag, Anda perlu menjaga ritme jam tidur dan bangun selama berada di Tanah Suci. Tetapkan jam tidur dan jam bangun tidur setiap harinya. Misalnya, Anda harus tidur pukul 22.00 dan bangun pukul 05.00. Trik ini membantu jam biologis tubuh meningkatkan kualitas tidur Anda.

3. Mengatur waktu istirahat 10-20 menit saat haji

mengatur waktu istirahat saat haji

Cara mengatur waktu istirahat saat haji berikutnya adalah tidur cepat di siang hari atau power nap. Anda bisa mengambil waktu 10-20 menit untuk tidur sebentar sebagai cara mengumpulkan energi untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. Jangan lupa untuk beristirahat di tempat yang agak gelap dan jauh dari keramaian, serta temperatur ruangan yang nyaman.

4. Hindari istirahat pada sore hari

mengatur waktu istirahat saat haji

Tidur siang setelah jam tiga sore bisa mengganggu waktu tidur di malam hari. Maka itu, usahakanlah untuk istirahat sebelum jam tiga sore dan usahakan untuk istirahat tidak lebih dari 30 menit. Maka itu, tubuh bisa berenergi kembali untuk melanjutkan aktivitas.

Jangan lupakan hal ini dalam mengatur waktu istirahat saat ibadah haji

mengatur waktu istirahat saat haji

Selain melakukan upaya untuk mengatur waktu istirahat saat menjalani ibadah haji, ada cara lain untuk mengoptimalkan kualitas tidur. Misalnya, dengan memberi jeda makan malam dengan waktu tidur minimal dua jam.

Selain mendukung kualitas tidur, jeda ini diperlukan guna menghindari gangguan pencernaan pada esok harinya. Jika terjadi gangguan pencernaan, maka akan membuat ritme tidur dan istirahat Anda jadi berantakan.

Selain mengatur jeda makan, jangan lupa untuk minum air putih secukupnya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Namun ingatlah, hindari minum banyak sebelum tidur karena akan membuat Anda lebih sering bangun di malam hari untuk buang air kecil.

Ketika tubuh mendapatkan istirahat yang cukup, tentu sistem imunitas juga bekerja dengan baik selama Anda menjalankan ibadah haji. Salah satu caranya yaitu dengan mengonsumsi suplemen daya tahan tubuh yang mengandung vitamin C, Vitamin D, dan Zinc dalam format effervescent (tablet larut air). Selain efektif meningkatkan daya tahan tubuh, dalam waktu yang sama juga menambah konsumsi cairan dalam tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Vitamin C mengandung antioksidan yang bermanfaat untuk menangkal efek buruk radikal bebas. Vitamin yang dikenal sebagai asam askorbat ini mampu melawan reaksi alergi dan infeksi.

Dengan begitu, ketika beribadah haji daya tahan tubuh Anda terjaga dengan mengatur waktu istirahat dan konsumsi vitamin C.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Santos-Longhurst, A. (2019, March 19). Everything You Need to Know About the Benefits of Napping. Retrieved February 4, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/how-long-should-i-nap

How to get a great nap. (2018). Retrieved February 4, 2020, from Mayo Clinic website: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/in-depth/napping/art-20048319

Peri, C. (2009, December 30). How to Cope With Jet Lag. Retrieved February 4, 2020, from WebMD website: https://www.webmd.com/sleep-disorders/features/jet-lag-remedies#3

HelpGuide.org. Retrieved February 4, 2020, from HelpGuide.org website: https://www.helpguide.org/articles/sleep/getting-better-sleep.htm

The Science of Sleep: Why You Need 7 to 8 Hours a Night. (2013). Retrieved February 4, 2020, from Healthline website: https://www.healthline.com/health/science-sleep-why-you-need-7-8-hours-night

Chambial, S., Dwivedi, S., Shukla, K. K., John, P. J., & Sharma, P. (2013). Vitamin C in Disease Prevention and Cure: An Overview. Indian Journal of Clinical Biochemistry, 28(4), 314–328. https://doi.org/10.1007/s12291-013-0375-3

Sorice, A., Guerriero, E., Capone, F., Colonna, G., Castello, G., & Costantini, S. (2014). Ascorbic Acid: Its Role in Immune System and Chronic Inflammation Diseases. Mini-Reviews in Medicinal Chemistry, 14(5), 444–452. https://doi.org/10.2174/1389557514666140428112602

Aho, V., Ollila, H. M., Rantanen, V., Kronholm, E., Surakka, I., van Leeuwen, W. M. A., … Porkka-Heiskanen, T. (2013). Partial Sleep Restriction Activates Immune Response-Related Gene Expression Pathways: Experimental and Epidemiological Studies in Humans. PLoS ONE, 8(10), e77184. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0077184

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Maria Amanda Diperbarui 01/04/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x