home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Orang yang Suka Tidur Larut Malam Ternyata Punya IQ Tinggi

Orang yang Suka Tidur Larut Malam Ternyata Punya IQ Tinggi

Tak terhitung lagi banyaknya informasi kesehatan yang menyerukan manfaat dari tidur cukup 7-9 jam per hari dan yang mewanti-wanti risiko kesehatan kalau Anda sering begadang. Tapi ternyata, ada sejumlah manfaat kesehatan dari tidur larut malam, yang mungkin tidak pernah Anda ketahui sebelumnya. (Psstt… Katanya, orang yang suka tidur larut malam otaknya lebih encer!)

Orang yang tidur larut malam punya kreativitas tinggi

Orang yang pergi dan bangun tidur sesuai jadwal mungkin memang lebih produktif, tapi mereka yang tidur larut malam adalah orang-orang yang lebih kreatif. Ini karena menjalani rutinitas harian adalah tentang apa yang bisa Anda lakukan semaksimal mungkin dengan sedikit waktu yang Anda miliki.

Mereka yang bangun pagi menghabiskan waktu pagi harinya dengan melakukan rutinitas biasa, seperti pergy nge-gym, mampir ke coffee shop, dan berangkat kerja. Ketika Anda bangun jam 6 pagi, biasanya Anda akan sudah merasa kecapekan pada pukul sembilan, yang berarti Anda sudah lelah pada pukul lima sore. Anda biasa memulai hari Anda dengan semburan energi, tapi menjelang siang ke sore hari Anda sudah merasa tersiksa dengan energi yang sudah sangat mepet.

Kebalikan dari mereka yang suka tidur larut malam. Mereka memanfaatkan waktu di malam hari untuk bekerja dan beraktivitas seperti biasa, untuk menciptakan hal yang baru. Dan tenaga mereka akan bisa tetap konstan untuk menjalani waktu di pagi hari. Dan ini terbukti oleh tim peneliti dari Catholic University of the Sacred Heart di Milan yang menemukan bahwa orang yang suka begadang lebih cenderung mengembangkan solusi kreatif dan orisinil untuk memecahkan masalah daripada orang yang bangun pagi.

Terlebih lagi, ketika para periset di Universitas Alberta membandingkan kekuatan sembilan orang yang suka bangun pagi dengan 9 orang yang suka tidur larut malam. Kelompok yang terakhir mengalami dorongan sistem saraf pusat, sehingga meningkatkan korteks motor dan rangsangan medula spinalis. Itu berarti kelompok orang begadang memiliki dorongan energi yang lebih tinggi secara umum, yang bisa menjelaskan mengapa mereka mengalami kesulitan mengikuti jadwal tidur yang lebih awal.

Hal serupa juga ditemukan oleh tim peneliti dari University of Liege di Belgium tahun 2009. Mereka melaporkan bahwa orang-orang yang suka begadang memiliki aktivitas otak yang lebih tinggi di area yang berhubungan dengan pemusatan fokus dan perhatian, bahkan setelah 10 jam mereka begadang, daripada orang-orang yang tidur cukup dan bangun di pagi hari.

Orang yang suka begadang lebih kebal terhadap stres

Mereka yang tidur larut malam dan bangun siang mungkin sering dianggap sebagai orang yang malas, dan kehilangan banyak waktu untuk mulai beraktivitas. Tapi, mereka yang bangun terlambat justru memiliki suasana hati yang lebih baik sepanjang hari daripada mereka yang tidur dan bangun tepat waktu.

Para ahli percaya bahwa kecenderungan mood buruk gara-gara bangun pagi terkait dengan waktu aktivitas pagi yang lebih panjang untuk mengurus berbagai kesibukan dalam satu waktu dan akan lanjut terus sibuk sampai sepanjang hari, sehingga lebih cepat merasa frustasi, kesal, dan kekurangan energi pada akhirnya. Sebaliknya, orang-orang yang suka begadang dan bangun lebih siang merasa lebih santai dalam menjalani hari.

Tim peneliti asal University of Westminster menganalisis air liur dari 42 relawan dengan jadwal tidur yang berbeda delapan kali sepanjang hari selama dua hari. Setelah menganalisis semua sampel, mereka menemukan bahwa orang-orang yang tidur tepat waktu dan bangun lebih pagi memiliki kadar hormon stres kortisol yang lebih tinggi daripada mereka yang suka begadang dan bangun lebih siang. Orang yang suka bangun pagi juga melaporkan lebih sering mengalami sakit kepala, masuk angin dan badan meriang, serta nyeri otot — yang membuat mood tambah anjlok.

Orang yang sering begadang punya IQ lebih tinggi

Satoshi Kanazawa, seorang ilmuwan evolusioner di London School of Economics and Political Science, memiliki penjelasan mengapa orang yang suka tidur larut malam memiliki keuntungan ini. Menurutnya, manusia dirancang secara evolusioner untuk lebih aktif di siang hari karena manusia tidak dapat melihat di kegelapan, dan karenanya membutuhkan cahaya untuk memandu arah ke mana kita pergi. Itu sebabnya kita “diprogram” untuk bangun saat matahari terbit dan pergi tidur saat malam.

Lanjut Kanazawa, individu yang lebih cerdas sengaja untuk memberontak “takdir” evolusi ini sehingga memilih untuk tetap terjaga semalaman suntuk dan tidur saat matahari terbit.

Penelitian Kanazawa menunjukkan bahwa mereka yang menciptakan pola evolusi baru (dibandingkan dengan mereka yang bertahan dengan pola normal yang dikembangkan oleh nenek moyang kita) adalah kelompok manusia yang paling progresif. Lagipula, mereka yang pertama kali berubah, berani keluar dari stereotip untuk mencari sesuatu yang baru, selalu menjadi yang paling progresif dan cerdas dalam suatu masyarakat.

Periset di Universitas Madrid melihat ritme sirkadian (jam biologis tubuh) dari 1.000 remaja dan kemudian mengevaluasi performa akademis dan kecerdasan umum mereka. Sekitar 25 persen di antaranya termasuk anak-anak yang tidur tepat waktu dan bangun pagi hari, 32 persen adalah mereka yang suka tidur larut malam, dan sisanya berada di antara keduanya.

Kelompok yang suka begadang menunjukkan kualitas penalaran induktif yang lebih tinggi daripada dua kelompok lainnya. Penalaran induktif adalah aspek kognitif otak mengukur kecerdasan umum dan bisa sangat memprediksi kinerja akademis. Kelompok penyuka tidur larut malam juga cenderung memiliki karir pekerjaan yang lebih baik dan pendapatan yang lebih tinggi, ketika ditindaklanjuti di kemudian hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

7 Reasons To Be Proud Of Being A Night Owl http://www.huffingtonpost.com/2014/10/23/night-owl-benefits_n_5877272.html accessed May 5 2017

People Who Sleep Late Are Actually Smarter And More Creative http://elitedaily.com/life/people-sleep-late-smarter/1283697/ accessed May 5 2017

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 14/05/2017
x