home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Terpaksa Harus Begadang? Begini Cara yang Sehat

Terpaksa Harus Begadang? Begini Cara yang Sehat

Ujian akhir, tugas sekolah, proyek kampus, hingga deadline pekerjaan kantor, semua memiliki satu kesamaan: semua ini memaksa kita untuk kerja lembur dan begadang.

Memangkas waktu tidur sebenarnya tidak sehat, tidak peduli sedikit atau banyak. Efeknya mulai dari mood buruk, fungsi kognitif dan membuat keputusan yang tidak optimal, hingga berujung pada obesitas atau diabetes. Lalu, apa solusinya? Jangan begadang. Tapi, ini tidak selalu menjadi jalan keluar terbaik. Terkadang, begadang semalam suntuk menjadi satu-satunya pilihan untuk Anda bisa menyelesaikan semua tugas tepat waktu. Bagaimanapun juga, Anda harus selalu ingat bahwa kurang tidur akan membawa efek buruk bagi tubuh Anda.

Jika memang Anda terpaksa untuk begadang, mengapa tidak sekalian saja melakukannya dengan cara yang sehat?

1. Menabung tidur sebelum begadang

Meskipun kapan harus begadang tidak selalu bisa diantisipasi, jika kebetulan Anda mengetahui dari jauh-jauh hari jadwal tersibuk Anda atau waktu-waktu di mana stress akan memuncak, Anda bisa mempersiapkan tubuh Anda. Jika Anda sudah terlanjur kurang tidur dan tetap akan begadang, efek buruk dari kurang tidur akan semakin menumpuk.

Coba untuk cicil penuhi waktu tidur Anda dari jauh-jauh hari agar saat hari-H begadang, tubuh Anda akan dengan cepat menyesuaikan sistemnya untuk menemani Anda terjaga semalaman suntuk.

Jika Anda bisa mencuri waktu luang sekitar 15-20 menit di siang harinya, pergunakan untuk tidur siang. Selama 15-20 menit pertama di waktu Anda tertidur, Anda akan terbangun di tahap awal siklus tidur, bukan di tahap mimpi (tidur REM), sehingga Anda akan merasa lebih segar untuk menyambut begadang.

Jika Anda menunggu untuk tidur kilat di tengah waktu begadang, kemungkinan besar Anda justru akan bablas tidur sampai pagi.

2. Nyalakan lampu terang

Ada sains di balik mengapa kita lebih cepat mengantuk di malam hari. Layaknya tubuh memproduksi vitamin D di pagi hari dengan bantuan sinar matahari, tubuh akan memproduksi hormon melatonin yang membuat kita mengantuk, dengan bantuan kegelapan di malam hari.

Jika Anda ingin begadang, situasikan lingkungan kerja Anda agar seterang mungkin. Cahaya memiliki efek yang kuat pada jam internal tubuh. Sinar terang dapat memanipulasi sistem tubuh dan membuatnya mengira bahwa ini belum saatnya untuk Anda tidur.

Jam sirkadian tubuh memiliki koneksi langsung ke mata, dan cahaya terang dapat mengatur ulang jam internal Anda. Jam internal tubuh inilah yang bisa memberi tahu Anda ketika tubuh sedang terjaga atau saat kelelahan.

Selain lampu ruangan, Anda juga bisa situasikan lampu belajar, lampu meja, atau sumber sinar apapun (layar laptop atau ponsel Anda) sedekat mungkin dengan mata Anda untuk memberikan sinyal waspada pada tubuh.

3. Boleh ngopi, tapi…

Menggoda rasanya saat di tengah malam begadang untuk menyeduh secangkir kopi panas atau menenggak minuman energi agar mata bisa terus melek. Tapi, minum lebih dari dua gelas kopi saat begadang bukannya meningkatkan konsentrasi, namun justru akan membuat Anda gelisah dan hilang fokus.

Triknya, puasalah minum kopi setidaknya seminggu menjelang hari-H begadang, jika Anda sudah tahu kapan akan begadang. Siang hari sebelum begadang, Anda bisa minum secangkir kopi sebelum tidur siang. Minum kopi sebelum tidur siang akan menghilangkan efek inersia tidur, alias teler setelah bangun tidur. Selama begadang, ganti cangkir kopi hangat Anda dengan gelas besar air putih.

Kafein memiliki efek yang nyata dan kadang berguna untuk otak Anda. Tetapi, jika Anda mengonsumsi kafein secara rutin dan berulang, lama-kelamaan tubuh dan pikiran Anda membangun kekebalan terhadap kafein, sehingga efeknya tidak akan optimal saat Anda membutuhkannya di waktu penting.

4. Camilan tinggi protein

Tubuh Anda membutuhkan sesuatu untuk dibakar agar Anda bisa tetap terjaga sepanjang malam, khusunya jika Anda sedang mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan kerja otak intensif, seperti membuat skripsi atau proyek kantor. Ngemil adalah ide yang baik.

Tapi, jangan salah pilih. Permen, cokelat, dan fast food termasuk sebagai makanan yang mengandung gula dan karbohidrat sederhana. Gula dan karbohidrat sederhana bisa membantu menyediakan tenaga ekstra, namun tidak akan bertahan lama, dan justru akan membuat anda Anda mengantuk. Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat terbukti bisa membuat Anda merasa lesu akibat pelepasan hormon serotonin ke dalam otak dalam kadar tinggi.

Pilih camilan yang bisa memberikan energi tahan lama yang mengandung protein murni, seperti protein shakes, greek yogurt dan topping buah-buahan, atau irisan apel yang dioles selai kacang.

5. Jangan duduk diam, aktif bergerak!

Jika Anda mengerjakan pekerjaan di meja, sering-seringlah beranjak bangun dan jalan-jalan sejenak. Dilansir dari WebMD, jalan-jalan 10 menit meningkatkan energi yang dibutuhkan untuk dua jam selanjutnya, jika dibandingkan dengan hanya mengonsumsi energy bar atau cokelat batangan. Jadi, istirahatlah sejenak setiap kali Anda sudah mulai merasa ngantuk dan berjalanlah ke dapur untuk mengambil camilan sehat teman begadang Anda.

Tidak hanya jalan-jalan, Anda juga bisa lakukan olahraga ringan (misal, lompat tali, push-up, atau sit-up) atau sekadar peregangan selama 10-15 menit setiap 45 menit sekali untuk membantu tubuh membawa oksigen ke pembuluh darah, otak, dan otot-otot Anda.

Ketika Anda mengerahkan energi fisik, tubuh akan mengirimkan sinyal ke otak untuk mengingatkan agar otak tetap fokus dan waspada, tidak terhanyut dalam kantuk. Selain itu, asupan oksigen ke otak yang terus terjaga akan membantu kemampuan otak Anda untuk belajar dan menyimpan informasi, serta meningkatkan pemikiran kreatif.

6. Atur suhu ruangan

Suhu ruangan paling pas untuk Anda terlelap tidur adalah 18-20ºC. Jika Anda ingin melek sepanjang malam, atur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin tapi juga tidak sampai bikin gerah keringatan. Tinggikan suhu AC ruangan hingga 23-25ºC, atau pakai pakaian yang agak tebal. Suhu ini sesuai untuk menjaga Anda tetap waspada dan juga mencegah cepat lelah akibat kepanasan.

Tidak apa begadang sesekali untuk mengerjakan apa yang diperlukan. Tapi, jangan jadikan begadang bagian dari rutinitas harian Anda. Dapatkan tidur malam yang cukup untuk meraih produktivitas yang optimal agar Anda tidak perlu lagi begadang semalam suntuk.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

The Expert-Approved Guide to Pulling an All-Nighter (If You Really Need To) http://greatist.com/grow/pull-an-all-nighter

How To Stay Awake Naturally http://www.webmd.com/sleep-disorders/excessive-sleepiness-10/natural-tips-sleepiness

How To Pull an Effective All-Nighter http://lifehacker.com/how-to-pull-an-effective-all-nighter-1569813126

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 25/12/2016
x