backup og meta

Warna Dahak Merah, Hijau, atau Hitam? Kenali Artinya di Sini

Jangan remehkan batuk berdahak yang Anda alami, apalagi jika dahak yang dikeluarkan memiliki warna tertentu. Pada keadaan normal, seseorang mengeluarkan dahak dalam jumlah yang sedikit dan tidak berwarna. Jika Anda sering mengeluarkan dahak dan berwarna tidak bening, bisa jadi Anda mengalami suatu kondisi medis tertentu. Berikut adalah arti warna dahak yang bisa menjadi tanda dari suatu masalah pada tubuh Anda.

Warna Dahak Merah, Hijau, atau Hitam? Kenali Artinya di Sini

Apa warna dahak yang normal?

Dahak yang normal biasanya berwarna bening atau transparan, dengan jumlah yang sedikit.

Kondisi ini menunjukkan bahwa saluran pernapasan Anda berada dalam keadaan sehat dan tidak mengalami infeksi atau iritasi serius.

Dalam keadaan normal, dahak hanya berfungsi melembapkan saluran napas dan membantu menyaring debu, polusi, serta kuman yang masuk.

Produksi dahak sendiri merupakan proses alami tubuh. Pada orang sehat, lendir ini diproduksi dalam jumlah yang seimbang.

Lalu secara otomatis dibersihkan melalui gerakan kecil dari silia (bulu-bulu halus) di saluran pernapasan.

Selain warna, kondisi dahak yang dianggap normal dipengaruhi oleh faktor lain seperti bau, jumlah, dan viskositasnya.

Dahak yang berbau menyengat, bercampur darah, atau diproduksi dalam jumlah berlebihan sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau nyeri dada.

Oleh karena itu, memperhatikan warna dan karakteristik dahak bisa menjadi langkah sederhana, tetapi penting dalam memantau kesehatan saluran pernapasan.

Jika Anda menemukan perubahan yang mencurigakan dan berlangsung lebih dari beberapa hari, segera konsultasikan kepada tenaga medis untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Arti berbagai macam warna dahak

batuk berdahak tak kunjung sembuh

Dalam situs Harvard Medical School, produksi dahak berlebih disertai dengan perubahan tekstur (biasanya dahak jadi kental) dan warna menandakan adanya masalah pada sistem pernapasan.

Perubahan ini pun bisa terjadi karena infeksi, iritasi, atau faktor lain yang memengaruhi produksi lendir.

Untuk memahaminya lebih jelas, mari lihat arti dari setiap perubahan warna dahak berikut ini.

1. Warna dahak hijau atau kuning

Mungkin Anda beberapa kali mengeluarkan dahak yang berwarna kuning atau hijau.

Kondisi ini umumnya terjadi saat Anda kena flu. Dahak hijau atau kuning menandakan bahwa tubuh Anda sedang melawan infeksi virus atau bakteri.

Perubahan warna dahak yang tidak normal tersebut sebenarnya berasal dari sel-sel darah putih yang dikenal sebagai neutrofil yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh ke daerah infeksi.

Neutrofil mengandung protein hijau, sehingga memengaruhi warna dahak.

Awalnya, dahak Anda mungkin akan berwarna kuning. Hal ini menandakan bahwa infeksi bakteri atau virus belum terlalu parah.

Dahak kemudian berubah kehijauan karena tubuh mengeluarkan banyak neutrofil untuk menyerang bakteri.

Beberapa penyakit yang menyebabkan dahak Anda berwarna hijau atau kuning, yaitu pneumonia, sinusitis, bronkitis, dan cystic fibrosis.

2. Dahak berwarna putih atau semi abu-abu

Dahak yang berwarna putih atau keabu-abuan mengindikasikan adanya infeksi pada saluran pernapasan bagian atas atau nasal congestion (hidung tersumbat).

Dalam keadaan sakit kronis, dahak yang berwarna putih ini diakibatkan oleh gangguan sistem pencernaan, gagal jantung kongestif, serta penyakit paru kronis.

Apabila dahak terus dikeluarkan, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter. Meskipun putih, warna dahak ini bisa menandakan penyakit yang berbahaya.

Beberapa penyakit yang menyebabkan dahak Anda berwarna putih atau keabu-abuan di antaranya berikut ini.

  • Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), yaitu kerusakan paru-paru yang disebabkan oleh bronkitis dan emfisema.
  • Bronkitis yang disebabkan oleh infeksi virus.
  • Iritasi tenggorokan yang dipicu oleh naiknya asam lambung ke kerongkongan atau GERD.

3. Dahak berwarna cokelat

Anda memiliki kebiasaan merokok? Jangan heran jika melihat dahak berwarna kecokelatan.

Dahak berwarna cokelat bisa jadi berasal dari bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok, seperti resin dan tar. 

Tak hanya merokok, warna dahak cokelat juga bisa disebabkan oleh penyakit tertentu.

Dahak yang berwarna kecokelatan bisa jadi merupakan tanda gumpalan darah yang sudah lama mengendap.

Beberapa penyakit yang menyebabkan Anda batuk berdahak warna cokelat, yaitu sebagai berikut.

  • Pneumoconiosis, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh polusi, limbah industri atau abses.
  • Luka pada paru-paru.
  • Pneumonia akibat infeksi bakteri.
  • Bronkitis akibat bakteri.
  • Makan makanan yang membuat dahak menjadi cokelat, seperti kopi, anggur merah, dan cokelat.

4. Dahak berwarna hitam

Dahak yang berwarna hitam biasanya disebut dengan melanoptysis. Hampir sama dengan dahak cokelat, dahak yang berwarna hitam ini juga dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok yang parah. 

Beberapa kondisi medis yang juga mungkin menyebabkan Anda mengalami warna dahak yang berbahaya, antara lain:

  • infeksi jamur Exophiala dermatitidis yang menyerang pernapasan, dan 
  • pneumoconiosis.

5. Dahak berdarah (merah atau merah muda)

Dahak berdarah membuat lendir yang keluar bercampur dengan darah berwarna merah atau merah muda. Ini menandakan telah terjadi perdarahan di saluran napas Anda.

Dahak berdarah biasanya juga disertai dengan batuk berdarah. Dahak berwarna merah termasuk warna dahak yang berbahaya.

Beberapa kondisi yang menyebabkan Anda mengalami dahak berdarah, yaitu:

  • pneumonia,
  • tuberkulosis (TBC),
  • gagal jantung kongestif, dan
  • penyumbatan di pembuluh darah paru-paru.

Jika Anda mengenali adanya perubahan warna dahak dan disertai dengan gejala penyakit pernapasan kronis, seperti batuk atau dahak berdarah, segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Melalui pemeriksaan medis, dokter akan menentukan penyakit yang menyebabkan perubahan warna dahak yang Anda alami.

Kesimpulan

  • Dahak normal berwarna bening, jumlah sedikit, tidak berbau, dan menunjukkan saluran pernapasan yang sehat.
  • Perubahan warna dahak (kuning, hijau, putih, abu-abu, cokelat, hitam, atau bercampur darah) dapat menandakan infeksi, iritasi, atau penyakit tertentu pada saluran pernapasan.
  • Penyebabnya bisa beragam, mulai dari flu, pneumonia, bronkitis, GERD, kebiasaan merokok, hingga infeksi jamur atau gangguan paru serius

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Martínez-Girón, R., Mosquera-Martínez, J., & Martínez-Torre, S. (2013). Black-pigmented sputum. Journal of cytology, 30(4), 274–275. Retrieved August 6, 2025, from https://doi.org/10.4103/0970-9371.126667

Robert H. Shmerling, M. (2016). Don’t judge your mucus by its color – Harvard Health Blog. Retrieved August 6, 2025, from https://www.health.harvard.edu/blog/dont-judge-your-mucus-by-its-color-201602089129

Mayo Clinic. (2020). Tuberculosis – Symptoms and causes.  Retrieved August 6, 2025, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tuberculosis/symptoms-causes/syc-20351250

American Lung Association. (2020). Pneumonia Symptoms and Diagnosis.  Retrieved August 6, 2025, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/pneumonia/symptoms-and-diagnosis

AAFA.org. (2020). Rhinitis, Nasal Allergy, Hayfever. Retrieved August 6, 2025, from https://www.aafa.org/rhinitis-nasal-allergy-hayfever/

Versi Terbaru

20/08/2025

Ditulis oleh Nimas Mita Etika M

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

Diperbarui oleh: Ihda Fadila


Artikel Terkait

8 Kondisi Penyebab Tenggorokan Berdahak, tapi Tidak Batuk

Saat Batuk, Lebih Baik Menelan atau Mengeluarkan Dahak?


Ditinjau oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF) · Ditulis oleh Nimas Mita Etika M · Diperbarui 20/08/2025

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan