Asidosis Respiratorik, Penyakit Berbahaya Akibat Paru Tak Bisa Mengeluarkan Karbon Dioksida

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Saat pH tubuh asam, tubuh akan menunjukkan gejala tertentu yang biasanya tidak membuat nyaman. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan tingkat keasaman tubuh meningkat, salah satunya akibat kerja paru-paru yang terganggu hingga menyebabkan asidosis respiratorik. Lantas, apa itu asidosis respiratorik?

Apa itu asidosis respiratorik (asidosis pernapasan)?

Asidosis respiratorik adalah kondisi paru-paru yang tidak dapat mengeluarkan semua karbon dioksida (CO2) yang diproduksi oleh tubuh akibat kondisi medis tertentu. Padahal normalnya, paru-paru bekerja dengan menghirup oksigen dan menghembuskan karbon dioksida.

Kondisi ini membuat kadar karbon dioksida melonjak, sehingga menyebabkan pH darah dan cairan tubuh lainnya menurun hingga terlalu asam. Dikutip dari Healthline, asidosis terjadi ketika pH darah turun di bawah 7,35, yakni di batas batas normal yang seharusnya berada pada rentang 7,35 sampai 7,45.

Tipe asidosis respiratorik

Berdasarkan jenisnya, asidosis pernapasan terbagi menjadi dua, yaitu:

Akut

Terjadi secara tiba-tiba  pada sistem pernapasan sehingga memicu asidosis. Hal ini termasuk kondisi yang darurat dan harus segera ditangani agar tidak semakin memburuk.

Kronis

Kondisi ini biasanya berkembang secara perlahan dari waktu ke waktu dan tidak menyebabkan gejala. Justru tubuh melakukan adaptasi terhadap tingkat keasaman yang semakin meningkat. Misalnya, ginjal yang lebih banyak menghasilkan zat bikarbonat untuk membantu menjaga keseimbangan kadar pH tubuh.

Kondisi ini juga bisa memburuk sehingga berkembang menjadi asidosis pernapasan akut jika dipicu oleh masalah kesehatan tertentu seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Apa saja gejala asidosis respiratorik?

Gejala asidosis respiratorik akut:

  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Penglihatan kabur
  • Kebingungan

Jika didiamkan tanpa perawatan apapun biasanya gejala akan berkembang menjadi:

  • Rasa kantuk dan lelah yang berlebihan
  • Lesu
  • Kebingungan atau linglung
  • Sesak napas
  • Koma

Adapun gejala asidosis respiratorik kronis biasanya tidak begitu terlihat jika dibandingkan dengan kondisi akut. Beberapa gejala yang mungkin dirasakan seperti:

  • Sakit kepala
  • Mengalami gangguan tidur
  • Mengalami gangguan kecemasan dan perubahan kepribadian

Berbagai penyebab asidosis respiratorik yang membuat pH tubuh asam

Beberapa penyebab umum asidosis respiratorik akut, yaitu:

  • Gangguan paru-paru (PPOK, emfisema, asma, pneumonia).
  • Kondisi yang memengaruhi laju pernapasan.
  • Kelemahan otot yang memengaruhi pernapasan terutama saat mengambil napas dalam-dalam.
  • Saluran udara yang tersumbat (tersedak).
  • Overdosis obat penenang.
  • Gagal jantung.

Beberapa penyebab umum asidosis respiratorik kronis, yaitu:

  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Edema (pembengkakan) paru akut
  • Obesitas
  • Gangguan neuromuskular seperti multiple sclerosis atau distrofi otot
  • Skoliosis

Pengobatan untuk asidosis respiratorik

Pengobatan untuk kondisi ini disesuaikan berdasarkan jenisnya, yaitu:

Tipe akut

Mengobati pH tubuh asam akibat asidosis pernapasan akut bisa dilakukan dengan mengatasi penyebab yang mendasarinya. Berkonsultasi ke dokter menjadi cara terbaik untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Tipe kronis

Sama seperti bentuk akut, pengobatan yang dilakukan untuk tipe kondisi kronis ini difokuskan pada penyebab terjadinya. Tujuannya adalah untuk memperbaiki fungsi saluran napas. Beberapa cara itu meliputi:

  • Pemberian antibiotik untuk mengobati infeksi.
  • Pemberian obat diuretik untuk mengurangi kelebihan cairan yang memengaruhi jantung dan paru-paru.
  • Obat bronkodilator untuk melebarkan saluran pernapasan bronkus dan bronkiolus.
  • Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan.
  • Pembuatan ventilasi (lubang napas) buatan, biasanya dilakukan untuk kasus yang cukup berat.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penjelasan yang akurat mengenai kondisi Anda. Hal ini dimaksudkan agar Anda segera mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan hasil diagnosis dokter yang bisa menjadi penentu keberhasilan pengobatan.

Bagaimana mencegah asidosis respiratorik?

Asidosis respiratorik bisa dihindari dengan menjaga kesehatan fungsi pernapasan. Jika Anda memiliki riwayat asma dan penyakit paru lainnya usahakan untuk mengelolanya dengan baik melalui pengobatan maupun penerapan gaya hidup sehat.

Selain itu, kebiasaan yang dapat merusak sistem pernapasan seperti merokok perlu dihindari. Menjaga berat badan tetap ideal juga diperlukan agar sistem pernapasan tidak terganggu hingga bisa berakibat pada kondisi lainnya yang lebih buruk termasuk asidosis pernapasan.

Usahakan untuk melakukan diet sehat dan rutin melakukan aktivitas fisik yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh termasuk paru-paru.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

12 Penyakit yang Bisa Menyerang Paru-Paru, Waspadai Bahayanya!

Paru-paru berperan penting dalam pernapasan. Penyakit yang menyerang paru-paru bisa membuat Anda batuk dan sesak napas. Apa saja jenisnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Pernapasan 14 Desember 2020 . Waktu baca 10 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Manusia Hidup dengan Sebelah Paru, Kok Bisa?

Banyak sebab kerusakan pada paru yang haruskan manusia merelakan sebelah parunya dibuang dan ternyata masih bisa hidup dengan itu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Kesehatan Pernapasan 25 Maret 2020 . Waktu baca 5 menit

Fungsi Paru Berkurang Setelah Pasien COVID-19 Sembuh, Benarkah?

Ilmuwan melihat adanya perubahan pada pada kondisi paru pasien COVID-19 yang sudah sembuh, kondisi paru-paru mereka mengalami pelemahan fungsi.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
COVID-19, Penyakit Infeksi 18 Maret 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

latihan pernapasan

5 Teknik Latihan Pernapasan untuk Meningkatkan Fungsi Paru-Paru

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 2 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
menghirup debu

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
penyakit antraks penyakit anthrax penyakit sapi gila

Penyakit Antraks

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
sistem peredaran darah pada manusia

Menyusuri Sistem Peredaran Darah Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 15 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit